Penjara Cinta Psikopat Kejam

Penjara Cinta Psikopat Kejam
Bab 12 " sungguh tega "


__ADS_3

Berjalan dengan menarik kopernya masuk kedalam rumah kontrakan ini. Hati Arabella merasa sangat lega.


"Alhamdulillah sayang akhirnya kita dapat tempat tingal baru, bagi Mama tempat ini sudah sangat bagus dan sangat layak, Mama sangat bersyukur, Mama sangat bersyukur!"


"Iya Ma Arabella juga sangat bersyukur dengan apa yang kita miliki sekarang Ma, biar pun ini bukan rumah kita Arabella yakin suatu saat nanti Arabella pasti bakal membelikan Mama Rumah Arabella janji,"Memberikan pelukan hangat pada Mamanya, beralih Mamanya membalas pelukan hangat tersebut.


"Alhamdulillah akhirnya aku bisa terbebas dari kehidupan yang menyeramkan itu. Dan akhirnya sekarang aku bisa berdiri mengunakan kedua kakiku sendiri untuk jadi penopangnya. Tapi aku tidak bisa merasa lega dulu cepat atau lambat aku harus segera mendapatkan pekerjaan agar aku bisa tepat waktu membayar uang sewa kontrakan ini, jadi semangat-lah Arabella kamu masih punya banyak tugas yang harus kamu selesaikan. Dan untungnya aku sudah mendapatkan ijazah-ku ini jadi semoga aja dengan ijazah ini, aku tambah semakin mudah mendapatkan pekerjaan ayo semangat Arabella kamu pasti bisa ...kamu pasti bisa"batin Arabella yang merasa sangatlah lega.


*****________________________******


"Sayang kamu serius ingin mulai bekerja sekarang? Kamu tidak ingin istirahat dulu?"


"Tidak Ma, Arabella sudah siap kok insyaallah Arabella bisa menjaga duri Arabella jadi Mama janganlah cemas! Arabella mau Mama tetap disini jangan kemana-mana ya?"


"Iya sayang Mama akan disini, kamu kabari Mama kalau ada apa-apa?"


"Iya Ma, Arabella bakal beritahu Mama nanti ya sudah Arabella berangkat dulu Assalamualaikum!"


"Waalaikumsalam salam berhati-hatilah sayang."


"Iya Ma, Arabella berangkat dulu!"ucapnya dengan mencium telapak tangan Mamanya.


Panas lan terik siang pada hari ini telah dirasa oleh gadis bernama Arabella yang sedari tadi hanya berjalan berkeliling menyisir jalanan. Berharap mendapatkan nyatanya semua usahanya tidak semudah yang ia pikirkan.


"Harus kemana lagi aku, semua kantor udah aku datangi, tapi hasilnya nihil, tak ada satupun orang yang mau menerima lamaranku ini?" keluhan dari gadis cantik itu sambil mengusap keringat yang sedari tadi membasahi wajahnya.


"Sebenarnya apa yang telah terjadi? Setiap tempat yang ada banner sedang membutuhkan lowongan kerja, tapi ketika aku datangi kenapa mereka menolak-ku? Apa semua ini ada kaitannya dengan Pria bernama Alex? Apa dia sengaja mempersulit ku mendapatkan pekerjaan? Apa sampai sekarang aku masih diperhatikan seseorang tanpa aku ketahui?"batinnya yang sesekali Arabella melirik kanan mau pun kiri.


"Kayaknya aku harus pulang. Entah kenapa hatiku terasa kacau, kayaknya apa yang Mama katakan memanglah benar aku butuh beristirahat! Iya aku memang harus istirahat sejenak!"

__ADS_1


Berbeda dari tempatnya, disalah satu kediaman nampak tak begitu besar seseorang mulai mengetuk pintu. Tak berapa lama seseorang yang berada didalam itu pun membuka, terkejut siapa yang datang seseorang yang bertamu itu pun tanpa adanya perintah seseorang itu segera masuk memperhatikan barang-barang disekelilingnya.


"Jadi ini tempat tingal kamu, rupanya pantas untuk kalian tempati. Dan tempat seperti inilah yang cocok untuk kalian tinggali,"ucap Verlanta dengan nada mengejek.


"Apa sebenarnya tujuan kamu datang kesini? Apa kedatanganmu kesini kamu hanya ingin memperlakukan kita? Ataukah kamu merasa puas bahkan menertawakan kita karena kita hanya mampu tingal digubuk kecil ini?"


"Kalian memang sungguh-sungguh manusia yang tidak tau malu. Kalian sudah melihat kediaman yang kalian tingali ini sangatlah kecil, bahkan jika dibandingkan dengan kediamanku, kediaman ini sungguh-sungguh kalah jauh jadi apa lagi yang ingin kamu banggakan? Ataukah kamu bermimpi jika suatu saat nanti Putri kesayangan kamu itu akan dinikahi pria tampan kaya raya bak seperti didalam novel tidak! Itu hanyalah mimpi jadi sadarlah kalian itu orang-orang yang tidak berguna jadi dengan keadaan apapun juga kalian tidak berguna sama sekali paham!"


"Jika kehadiran kamu hanya ingin menjelekkan kita, alangkah baiknya kamu pergi! Disini tidaklah cocok untuk anda tempati ayo pergi!"


"Hey tanpa anda suruh aku juga akan pergi, tempat ini tidaklah selevel dengan milikku jadi diam-lah jangan paksa aku aku bisa jalan sendiri paham!"


"Pergi! Apa lagi yang anda tunggu ayo pergi!"


"Tunggu? Tapi kayaknya aku perlu merekam semuanya agar mas Rendy bisa melihat sendiri seperti apa kediaman yang ditempati saudara iparnya ini, dia pasti sangat bahagia melihat kalian tingal ditempat kecil seperti ini jadi bolehkan aku merekam beberapa jepretan?"


Keduanya saling dorong mendorong, Tante verlanta yang tak sengaja mendorongnya cukup keras mengakibatkan tubuh Mamanya Arabella pun oleng dan sekejap benturan keras mengenai kepalanya.


Terjatuh tidak berdaya, pandangannya mulai buram sesekali ia melihat seseorang yang ada didepannya tapi perlahan-lahan pandangan seseorang itu semakin buram dan tidak butuh lama kesadarannya mulai hilang.


Terkejut setelah dirinya tak sengaja mendorongnya dengan kekuatan cukup kasar, mulutnya seketika ia bungkam tak percaya dengan apa yang barusan ia lakukan tadi.


"Tidak! Ini semua bukanlah salahku ini bukanlah salahku dia jatuh sendiri iya jatuh sendiri aku harus segera pergi sebelum wanita itu pulang aku harus pergi!"


Meningalkan Mamanya Arabella yang dalam keadaan tidak sadarkan diri, wanita itu bergegas pergi layaknya tidak ada hal yang terjadi sebelumnya wajah takutnya tidak bisa ia hindari lagi melihat akan kesalahan apa yang barusan ia perbuat ia segera masuk kedalam mobil agar dirinya tidak ketahuan pada orang-orang.


Sedangkan Arabella sendiri, raut wajah kecewanya ia kembali urungkan tidak ingin Mamanya sampai tau jika dirinya masih belum mendapatkan pekerjaan. Akan tetapi setibanya ia di pintu masuk, ia melihat pintu terbuka lebar.


"Assalamualaikum Mama ... Arabella pulang Mama, dimana Mama sekarang?"

__ADS_1


Beberapa kata Arabella ucapkan ketika dirinya mulai masuk kedalam rumahnya. Sesampainya ia masuk dirinya tak melihat akan batang hidung dari Mama cantiknya, dirinya menyisir satu persatu ruangan sekejap mata pandangannya seketika terperanjat kaget melihat Mamanya tergeletak tidak berdaya diatas lantai dengan wajah yang sedikit membiru.


"Mama? Mama bangun? Ada apa dengan Mama, Mama bangun?"


Tak menunggu lama Arabella segera membawanya kerumah sakit, raut wajah paniknya tidak bisa ia hindari lagi beberapa kali ia mencoba menenangkan pikiran dan hatinya namun semua usaha yang telah dilakukannya tidak kunjung membuahkan hasil. Tak berapa lama Dokter yang menanganinya pun keluar.


"Dokter gimana keadaan Mama apa dia baik-baik saja katakan apa yang terjadi pada Mama katakan Dok katakanlah!"


Bertubi-tubi Arabella mempertanyakan keadaan Mamanya tapi tanggapan yang diberikan dokter nampak murung dan memberikan penjelasan jelas tak terkecuali hanya menggelengkan kepalanya.


"Ada apa Dok kenapa Dokter diam katakan, ada apa Dok katakan?"tanya Arabella dengan wajah paniknya.


"Sangat sulit untuk mengatakan ini. Mama anda telat Mendapatkan pertolongan yang akhirnya pendarahan otak yang dialaminya cukuplah parah, pembekuan darah yang berada didalam sana jika tidak segera ditindak akan berakibat fatal jadi cara satu-satunya Mama anda harus dioperasi segera mungkin!"


"Kira-kira berapa biaya untuk semua biaya operasi itu Dok? Dan kira-kira Mama dapat waktu sampai kapan untuk bisa bertahan?"


"Waktu paling lama satu jam dari sekarang, jika anda ingin Mama anda selamat segera mungkin anda harus menyiapkan nama sebesar 100 juta itu hanya biaya awal jadi total jika dijumlahkan sekitaran 300 juta jadi apa anda bersedia?"


"Segera mungkin lakukan operasi itu Dok, untuk biaya biar aku yang menanganinya,"timpal seseorang yang seketika beralih tatapan Arabella melirik kearahnya, sesosok Wanita sedikit tua yang perlahan-lahan mulai berjalan kearahnya.


"Tante Verlanta?"


"Kita tidak ada waktu banyak segera mungkin lakukan tindakan operasi itu, untuk semua biayanya biar aku yang menanganinya."


"Baiklah saya akan menyiapkan semuanya, Sus siap siapkan ruang operasinya."


"Baik Dok."


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2