Penjara Cinta Psikopat Kejam

Penjara Cinta Psikopat Kejam
Bab 56 " Tertangkapnya Monika "


__ADS_3

"Kenapa anda malah mempersulit keadaan? Dulu anda menuduhku jika akulah orang yang telah melenyapkan Arabella? Tapi kenapa giliran anda sudah tau kematiannya tidak ada sangkut pautnya dengan ku, kenapa anda malah mempersulit dengan menuduh jika akulah yang dengan teganya membunuh keponakan ku sendiri? Sebodoh dan sejahat nya diriku tidaklah mungkin jika aku setega itu aku membunuhnya apa anda sudah gila!"


"Anda memang bersikeras berkata jika bukan andalah pelakunya, tapi kenapa aku sama sekali tidak percaya? Bagiku berkata jujur atau pun tidak semua itu sudahlah menunjukkan siapa anda? Jadi janganlah coba-coba untuk membangkang apa anda paham! Oh iya Ric apa kamu tau resiko besar apa yang akan terjadi jika seseorang terus saja membangkang tak mau mengakui perbuatannya?"


" Seperti yang tuan sering lakukan, tuan tidak akan segan-segan memberikan ampunan pada seseorang itu, entah laki-laki atau pun perempuan bagi tuan mereka semua sama saja karena pada akhirnya tuan juga akan mengakhiri semuanya dan mungkin dengan sengaja kesayangan tuan itu akan mampu membantu tuan untuk menyelesaikan permasalah ini!"


"Apa maksud kalian? Jika kalian sungguh-sungguh akan melukai ku anda akan sangat menyesal! Aku bukanlah orang biasa kalian akan menyesal! Kalian akan sangat menyesal!"


"Lihatlah bukankah dia ini lucu? Apa dia mencoba untuk menakut-nakuti ku? Sungguh tindakan yang anda lakukan tidak akan membuahkan hasil jadi katakan! Katakan yang sebenarnya anda pasti tau kan kejadian yang menimpa Stella itu ulahmu kan? Ayo katakan pasti itu semua ulahmu ayo jawab!"


"Jika aku tidak mau mengaku apa anda sungguh akan membunuhku? Aku tau anda tidak akan mungkin setega itu berbuat jahat kepadaku jadi sudahlah jangan coba-coba untuk menakut-nakutiku aku tau ini semua bukanlah sifat asli anda aku tau!"


"Rupanya kata-kata yang barusan aku ucapkan tak kunjung membuatmu sadar atas kesalahanmu! Baiklah jika cara itu tak membuahkan hasil jangan salahkan aku kalau aku akan pakai cara kasar untuk meyakinkan siapa seseorang yang sedang anda hadapi Rico!"


"Iya tuan!"


"Cepat jalankan rencana yang kedua!"


"Baik tuan!"


"Apa yang mau anda lakukan?"


"Jika dulu aku gagal melenyapkan mu kali ini jangan harap kalau anda akan bisa bebas karena inilah Alex! Alex pembunuh berhati dingin yang tak segan-segan akan melenyapkan seseorang yang sudah membuatnya naik darah jadi nikmatilah hari terakhir mu ini!"

__ADS_1


Mencengkram kedua pergelangan tangan monika, Rico mengunci pergelangan tangan Monika yang ia satukan pada besi tegak lalu ia ikatkan kedua tangan itu dengan arah berlawanan.


Melihat sasaran sudah tidak bisa berkutik Alex sendiri yang menyiapkan pistol andalannya yang sengaja ia buat untuk menakut-nakuti wanita yang sudah diselimuti rasa takutnya itu. Melihat dirinya tidak berdaya bahkan anak buahnya tidak berani untuk menolongnya sekali pun dirinya hanya mampu pasrah menerima tindakan apa yang akan dilakukan oleh pria kekar tersebut.


"Tuan selanjutnya apa yang akan kita lakukan dengan dua ekor ayam mati ini, aku sengaja sudah menyuruh orang untuk menyembelihnya karena ayam ini aku akui tidak bersalah jika dia harus mati secara mengenaskan? Sedangkan Wanita itu aku lihat dia sudah banyak dosa yang ia perbuat jadi cara keji apa yang akan tuan lakukan untuk memberikan dia pelajaran?"


"Taruh kedua ekor ayam itu tepat diatas benda yang ada diatas kepala wanita itu. Aku rasa ini akan sangat menyenangkan jika kita bermain tembak-tembakan?"


"Apa yang akan anda lakukan apa anda sudah gila! Jika tembakan itu melesat mengenai ku gimana? Anda ingin membunuhku?"


"Astaga Tante ... Tante ini lucu bukankah tadi tuan kami ini sudah memberikan kesempatan ke anda untuk berkata jujur jadi jika dia berani kasar tante harus menerimanya entah itu nyawa Tante sendiri yang akan jadi taruhannya


"Oh iya tuan, apa ini tidak akan beresiko? Tuan tidak pernah menembak seperti ini jadi jika tembakan itu sampai terpeleset dan mengenai jantung Tante itu gimana?"


"Anda jangan gila! Jika anda berani melakukannya anda akan sangat menyesal! Anda akan sangat menyesal!"


"Lihatlah sangat menakutkan bukan ancaman dari wanita licik ini? Sudahlah mari kita mulai permainannya!"


Mengambil ancang-ancang dari beberapa jarak dari arah dua ekor ayam itu, Alex mengunci dengan satu kutipan matanya, meluncurkan satu misi yang ia layangkan secara serentak dan spontan misi itu tertuju tepat pada satu ekor ayam yang sekejap membuat ayam mentah itu hancur terkoyak poranda, bersamaan dengan adanya darah segar yang mengalir dengan derasnya dari dalam perut ayam tersebut, sengaja memberinya darah lain pada isi ayam itu yang membuatnya terlihat seperti darah manusia asli wajah puas dari ketiga pria nampak puas melihat wanita yang tadinya sangat bersikeras untuk bungkam kini raut wajahnya seketika berubah berselimut dengan rasa takutnya yang semakin menjadi.


"Lihatlah darah ayam itu sungguhlah segar bukan? Oh iya aku jadi membayangkan jika seumpama isi perut dari ayam itu adalah isi perut anda apa anda sudah siap untuk bernasib sama seperti ayam segar itu?" ucap Alex yang sengaja menakuti-nakuti wanita itu.


"Stop! Stop Jangan lakukan aku mohon stop!"

__ADS_1


Tangisannya pecah, tubuhnya seketika gemetar disertai rasa takutnya. Beberapa daging ayam mentah hancur lebur beserta darah segar yang seketika muncrat mengenai atas kepalanya hingga wajah Monika yang sekejap menjadi merah darah.


"Aku mohon berhenti! Berhenti aku mohon!"


"Astaga padahal baru satu ekor ternyata nyali anda sungguhlah ciut! Sekarang apa anda sudah tau akibat jika anda berani main-main dengan Pria bernama Alex? Ini hanya permulaan bahkan bisa kapan saja aku membunuhmu jika perlu! Membunuh dengan keji wanita yang sangat aku cintai apa mungkin aku akan memberikan ampun pada wanita licik seperti dirimu? Tidak! Bagi Alex tidak akan ada yang namanya kata maaf apalagi pada seseorang seperti dirimu! Tapi sudahlah rasanya sudah cukup lega aku melakukannya jadi cepat katakan? Katakan yang sejujurnya anda kan orang yang telah membunuhnya!"


"Iya! Akulah orang yang telah membunuh Wanita bernama Stella itu! Akulah orang yang dengan kejam dan tidak punya hati dengan teganya membunuh keponakan sendiri hanya karena kekayaan yang merubah pikiranku jadi seperti ini? Inilah aku wanita jahat yang berani membunuhnya aku! Aku orangnya setelah ini apa yang anda lakukan apa anda akan membunuhku?"


"Rasanya cukup puas melihat anda mengakui sendiri perbuatan yang anda lakukan itu? Tapi selain itu ada hal lain lagi yang ingin aku tanyakan apa selain kematian Stella anda juga orang yang telah membunuh Kakek? Apa kematian kakek yang terjadi sama-sama mengalami kecelakaan anda juga orang yang telah membunuhnya?"


"Iya! Yang anda katakan memanglah benar memang aku orang yang telah membunuhnya aku iri dia terus saja membanding-bandingkan ku dengan putri kandungnya! Biarpun aku bukanlah Putri kandungnya apa aku tidak pantas menerima semuanya termasuk mendapatkan ahli waris akan kekayaan itu apa aku sungguh tidak pantas sampai-sampai orang pada memojokkan ku seperti ini?"


"Apa anda sadar anda hanya anak angkat! Atau bisa dibilang anda hanyalah anak yang paling beruntung karena banyaknya anak yatim hanya andalah anak yang telah diangkat oleh Kakek dan mendapatkan kasih sayang sepenuhnya seperti putri kandungnya sendiri. Jika anda menganggap anda terus saja dibanding-bandingkan pada Putri kandungnya kenapa kakek tidak mengembalikan anda ke panti asuhan dimana pertama kali anda diasuh olehnya? Jika dia tidak memberikan kasih sayang yang tulus biarpun anda hanya anak angkat kenapa sampai usia tua seperti sekarang anda masih mampu hidup enak tanpa kelaparan? Anda kurang bersyukur dan anda terlalu obsesi memiliki semua kekayaannya maka dengan kejinya anda berbuat kejam sampai-sampai mempertaruhkan orang-orang yang tidak tau apa-apa soal ini? Arabella dia hanya gadis malang akibat wajahnya yang sama dengan Stella anda gunakan dia sebagai pelampiasannya? Bahkan menyiksanya anda juga sudah lakukan itu semua kan padanya?"


"Jika berkata soal jahat dan kejam aku akui anda memanglah benar! Tapi apa anda sadar selain aku, bukanlah anda juga termasuk orang yang salah satunya memiliki hati kejam dan sadis bahkan melihat istrimu meminta tolong apa anda sadar anda juga tidak pantas dianggap baik dan perduli sebagai seorang suami?"


"Kadang kita memang perlu mengakui kejahatan kita dan aku akui aku memanglah jahat dan benar yang anda katakan aku memang jahat! Iya aku memang jahat!"


"Semua pengakuan yang anda ucapkan sudah berhasil aku rekam jadi selamat mendapatkan rumah baru! Kejahatan memang sudah seharusnya dilenyapkan dan anda? Kali ini keberuntungan tidak berpihak pada anda jadi cepat tangkap dia!"


"Baik kapten!"


"Terima kasih Lex berkatmu kasus ini akhirnya berhasil kami pecahkan tanpa sudah payah, terima kasih! Terima kasih!"

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2