
Berhasil menyuntikkan obat tidur kedalam selang infus Mamanya Arabella, Rico pun lantas menutupi tubuh itu dari ujung kaki sampai ujung kepala menggunakan kain putih yang membuatnya seperti orang yang sudah meninggal.
Kemudian disusul Maikel mengganti seragam pengantar jenazah yang ia pakai untuk bisa mengelabui pikiran orang-orang agar tidak merasa di curiga nanti.
Tak hanya Maikel saja yang menganti pakaiannya, tapi Rico yang meretas tadi, ia juga sama melakukan hal yang dilakukan temannya itu yaitu mengganti seragamnya dengan seragam pengurus jenazah.
Perlahan-lahan mereka pun mendorong brankar Rumah sakit yang diatasnya ada Wanita itu yang sudah terbaring dalam keadaan tidak sadarkan diri disana, dengan sikap santai mereka orang-orang pun sama sekali tidak ada yang mencurigainya, mereka pun akhirnya berhasil keluar dari halaman Rumah sakit yang diluar sudah ada satu teman mereka yang bertugas menjadi supir pengantar jenazah.
Berhasil memasukannya kedalam mobil Ambulan, langkah mereka yang tadinya terbilang santai, tiba-tiba kepanikan pun terjadi sesaat ada salah satu satpam yang menghampiri mereka. Dan menghentikan mereka.
"Maaf ini jenazah akan dibawa ke alamat mana, dan kenapa tidak ada anggota keluarga yang menemaninya?" tanya seorang Satpam pada ketiga pria itu. Suasana yang terlihat tegang tak lama kedatangan seseorang akhirnya membuat ketiga mereka lega.
__ADS_1
"Dia korban tabrak lari, saya salah satu tetangga yang bertugas mengurus semua ini, dia tidak memiliki keluarga maupun kerabat dekat yang lain, jika anda tidak percaya ini sudah ada laporan kematiannya. Apa anda inggin melihatnya?"ujar Pria itu sambil menunjukkan sebuah berkas di hadapan sang Satpam.
"Maaf bukan maksud saya mencurigai kalian, baiklah silahkan pergi!" perintah sang Satpam.
"Baik pak makasih, ya sudah kita tinggal dulu," ucap Rico.
"Baiklah silahkan!" balas si Satpam kemudian.
"Kamu sungguh anak yang penurut sayang, tapi sudahlah kita tidak ada waktu cepat masukkan dia kedalam mobil, kita tidak ada waktu lagi karena nanti malam sudah ada pelanggan yang inggin memesannya, bahkan pelanggan nanti malam itu orang yang sangat disegani dan ditakuti banyak orang, jadi saya rasa dia malah akan membayar dengan bayaran lebih tinggi untuk permalamnya, jadi cepat masukkan dia dan jangan sampai ia berhasil kabur yang kedua kalinya apa kalian mengerti!" perintah Verlanta pada kedua anak buahnya.
"Derita apa lagi ini, dengan cara apa agar aku bisa terbebas dari semua penderitaan, dengan cara apa?" batin Arabella sembari menundukkan kepalanya ke bawah, dan air mata yang terus-menerus mengalir tanpa henti.
__ADS_1
Tak memperdulikan Arabella adalah keponakannya sendiri, bahkan melihat Arabella menangis dengan derasnya Verlanta dengan sigap ia langsung mendorong tubuh Arabella dan menyerahkannya pada ketiga pria kekar itu.
"Cepat bawa dia, dan terserah kalian mau apakan nih anak, karena dia bukanlah anak kandungku jadi aku tidak perduli, kalian mau apakan dia. Karena bagiku dengan hutangku yang sudah lunas aku sudah tidak ada hubungan sama kalian maupun tuan kalian cepat pergi dan bawa dia pergi dari hadapanku sekarang cepat!" perintah Verlanta dengan tegas.
"Apa maksud Tante? Bukankah Tante bilang aku cuma harus melayani satu pria? Tapi kenapa Tante bilang Tante menjual ku hanya untuk melunasi semua hutang-hutang Tante! Apa yang sebenarnya terjadi Tante katakan?"
"Anak manis. Apa kamu pikir aku hanya punya pikiran sampai disitu? Kamu itu sangatlah cantik, aku tertarik untuk menawarkan tubuh kamu pada mereka dan hasilnya tubuhmu ini laku mereka bersedia menjual tubuhmu ini dengan harga 1 miliar dengan syarat kamu bersedia melayaninya sampai kapanpun entah itu dari malam sampai pagi begitu juga sebaliknya bukankah sekarang yang lebih hebat dan cerdas Tante kan bukan kamu?"
"Tante jahat! Jika niat Tante hanya untuk menjual ku pada laki-laki hidung belang hanya untuk menebus hutang kenapa aku yang Tante korbankan kenapa? Aku ini keponakan Tante apa Tante sungguh-sungguh tidak punya hati menjual keponakan sendiri hanya demi kesenangan Tante, Tante jahat! Tante jahat!"
BERSAMBUNG.
__ADS_1