Penjara Cinta Psikopat Kejam

Penjara Cinta Psikopat Kejam
Bab 71. " Apa yang Akan terjadi. "


__ADS_3

Secara perlahan mereka mulai memasuki gedung yang sudah lama tidak beroperasi. Menekan beberapa life namun hasilnya nihil tak menunjukkan reaksi akan life tersebut mampu digunakan. Kemudian life yang tiba-tiba terbuka telah mengejutkan ketujuh pria tersebut.


"Lifenya sudah terbuka jadi cepat kita masuklah!"ucap salah satu Polisi yang lain.


"Jangan!"timpal Alex sekejap menghalanginya.


"Kenapa Lex?"tanya Angga selanjutnya.


"Aku rasa ada yang tidak beres dengan life ini? Cepat kalian lempar batu kedalam?"perintah Alex.


"Untuk apa?"tanya Angga.


"Ciri-ciri life ini seperti sudah disabotase seseorang? Jadi kalian lempar batu lumayan besar kesana nanti kalian juga akan tau reaksinya?"


Menatap dari samping satu batu yang terlihat sedikit utuh, salah satu polisi dengan langsung melemparkannya kedalam life tersebut, tak berlangsung lama life yang tadinya terbuka kini turun tak terkendali dengan cepatnya ketujuh pria yang tak mampu berkata mereka hanya mampu menggelengkan kepalanya tak percaya dengan apa yang barusan ia lihat.


"Lihat kan apa yang tadi aku katakan?"


"Ini pasti salah satu taktik dari mereka?"


"Itu sudah jelas, tetap waspadalah karena kita tidak hanya bertujuh paham!"


"Paham!"


Menaiki tangga darurat secara hati-hati dan kewaspadaan masing-masing. Dari tangga darurat nomor 9 mereka dikejutkan dengan adanya beberapa anak buah Baron yang sudah menunggunya sejak sedari tadi, tatapan mereka menjulang tajam siap menerkam apa yang ada di pandangannya itu.


Tak ingin kalah tim Alex mulai menyerang setelah salah satu anak buah itu memberikan serangannya.


"Kalian selesaikan semuanya biar aku yang baik keatas sana!"

__ADS_1


"Baiklah berhati-hatilah!"


"Baiklah!"


Beberapa pukulan mendarat kearah satu sama lain. Suara gebukan beberapa kali terdengar antar keduanya, wajah memar mulai terlihat dari kedua sudut bibir masing-masing.


Menendang seseorang dengan mudahnya setelah dirinya hendak dihalangi oleh seseorang itu, Alex yang memberikan serangannya memukul bahkan membenturkan beberapa kali kepala seseorang itu ketembok, dirinya lantas melemparkan hingga tubuh pria itu terguling-guling bagaikan barang yang tidak berguna. Memberikan kesempatan yang lain untuk mengatasi mereka setibanya ia di gedung paling atas pandangannya melirik kesana kemari mencari seseorang yang ia cari.


Menampakkan sesosok pria kekar yang masuk tanpa adanya rasa takut ketika berhadapan dengan banyaknya musuh, yang dia lakukan hanya menunjukkan tatapan memancing seakan-akan dirinya siap membasmi semua wabah yang ada didepan matanya. Tak kalah Alex yang sama-sama memberikan tatapan tak takut dirinya hanya menunjukkan senyuman sinis itu.


"Akhirnya sasaran kita telah masuk di jebakan kita, gimana? Apa anda sudah rindu dengan adu banting diantara kita?"


"Tuan? Dia kan orang yang selama ini berbangga diri karena selalu menang melawan kita? Tapi apa dia tidak sadar dia hanya seorang diri sedangkan kita banyak apa dia sangat percaya diri jika dia akan menang melawan kita?"


"Jangan banyak omong dimana Arabella dimana dia cepat katakan!"tegas Alex yang semakin menantang.


"Jika hari ini aku harus m*ti melawan kalian? Setidaknya aku akan bikin bukan hanya aku saja yang m*ti! Tapi kalian sendiri juga akan ikut bersamaku paham!"


"Oh sangat menakutkan bukan ancaman dari pria ini?"ledek Rendy dengan senyum sinisnya.


"Dan kayaknya kamu sudah terlambat untuk mengetahui kebusukan ku ini. Karena mungkin hari ini adalah hari terakhir dimana kamu akan menginjakkan kaki kamu di-bumi ini. Dan selamat tinggal!" ucap Baron yang kemudian dia pun mengutus anak buahnya untuk menyerang Alex.


"Ah...!. Suara jeritan penjahat yang seketika terjatuh tersungkur setelah mendapat tembakan tersebut.


"Kalian, angkat keatas kedua tangan kalian sekarang, kalian sudah tertangkap, jadi menyerah-lah!"perintah Angga yang akhirnya membuat para pelaku pun terduduk dan mengarahkan tangannya keatas setelah tau kehadirannya.


"Aku memang bodoh karena dengan mudahnya aku terprovokasi akan semua ucapan kamu. Tapi satu hal yang harus kamu ketahui, aku bukanlah orang yang mudah percaya hanya dengan ucapan manis. Aku memang percaya tapi sesungguhnya aku sudah mulai ada rasa curiga dan ternyata benar kan? Jadi cepat kamu angkat tangan kamu jika kamu tidak ingin terluka ayo angkat tangan!"tegas Alex berikutnya.


"Angkat kedua tangan kalian karena kalian sudah tertangkap basah sekarang. Menyerah-lah karena aku tidak akan segan-segan untuk menembak kalian jika kalian berani membangkang ayo tiarap!"tegas Angga sembari menodongkan pistolnya kearah pelaku.

__ADS_1


Menatap kedua musuh yang siap menyerangnya, sedangkan Rendy mau pun Baron yang sudah siaga dengan kedua pistol digenggaman-nya. Tak ingin kalah Baron yang langsung menodongkan balik pisau tajam lan lancip kearah leher Arabella setelah anak buahnya membawanya keluar dari arah sampingnya.


"Ayo tembak-lah aku jika itu akan membuat kalian merasa puas, tapi sadarlah aku bukanlah orang yang seperti kalian kira yang mudah putus asa dan menyerah! Aku akan menganggap masalah ini usai asalkan kalian mengijinkan-ku untuk pergi dari sini, dengan begitu aku harap diantara kedua pihak tidak ada yang merasa tersakiti termasuk wanita ini juga akan aman bersama janin didalam perutnya apa kalian setuju?"


"Beraninya kau mengancam kita. Apa kalian pikir dengan iming-iming yang kalian buat kita akan patuh gitu tidak lagi, jadi lebih baik sekarang kalian menyerah-lah karena sekarang kau sudah terkepung!"


Melihat situasi memanas para pelaku yg lainnya pun akhirnya berniat akan meloloskan diri. Akan tetapi Angga yang mengetahuinya pun tidak tinggal diam, dia pun langsung menembak salah satu dari mereka sedangkan bos yg melihat pun juga tidak akan tinggal diam dia pun berencana ingin menembak Alex akan tetapi Angga yang melihat ia langsung mendorongnya. Dan akhirnya peluru pun mengenai lengan kanan Angga.


"Astaga Angga!"


"Lihat kan kamu tidak akan mampu bisa menandingi kita tanpa bantuan anak buahmu Lex? Baiklah aku sedikit prihatin dengan kondisimu begitu juga dengan janin mau pun Istrimu itu jadi ...aku berikan kamu kesempatan untuk Istri dan juga polisi itu untuk pergi asal kamu mau bertanding dengan kita seorang disini apa kamu bersedia?"


"Jangan! Kamu jangan gila Lex! Kamu janganlah gila?"tegas Arabella yang melarangnya dengan keras.


"Baiklah jika hanya dengan cara itu aku mampu menyelematkan mu aku akan ikuti perintahmu! Aku hanya minta bebaskan Istriku karena disini akulah yang kau incar kan?"


"Rupanya benar adanya jika cinta mampu membutakan semuanya? Bodohnya aku kenapa baru kepikiran sekarang memakai cara ini? Baiklah benar yang kau katakan jika hanya kau yang ku incar jadi kau sungguh-sungguh bersedia kan menerima siksaan dari kami termasuk menyiksamu secara perlahan sampai kau m*ti mengenaskan?"


"Aku tidak perduli seperti apa cara anda menyiksaku? Tapi yang jelas yang aku inginkan, aku ingin kau melepaskan mereka dengan begitu terserah seperti apa cara kalian menyiksaku?"


"Baiklah apapun perkataan mu aku tidak akan pernah ingkar janji! Baiklah suruh mereka berdua untuk keluar!"


"Tidak Lex kamu jangan gila! Kamu janganlah gila!"tegas Arabella sekali lagi.


"Lex aku tau kamu cerdas pikirkan masa depan Istri dan anakmu kamu harus bisa melawan mereka! Kamu harus bisa melawan mereka?"


Membawa Arabella dan juga Angga keluar dari atas gedung ini, tatapan kemenangan berpihak pada Baron dan juga Rendy yang telah membanggakan akan kemenangannya mampu menaklukkan penjahat seperti Alex, sedangkan Alex sendiri dirinya tak henti-hentinya memberikan tatapan tajamnya ada keduanya.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2