Penjara Cinta Psikopat Kejam

Penjara Cinta Psikopat Kejam
TAMAT


__ADS_3

"Ini Nyonya panti asuhan yang saya katakan kemaren


"Ini Nyonya panti asuhan yang saya katakan kemaren, sebelum Tuan pergi tuan sempat memikirkan untuk membangun panti asuhan ini. Alhamdulillah setelah beberapa tahun lamanya pembangunan ini akhirnya telah terlaksana dengan sangat sempurna sesuai permintaan tuan, tapi sedihnya tuan sudah terlebih dulu pergi jadi sekarang giliran nyonya yang harus mengembangkan tahap-tahap panti ini nyonya tidak keberatan kan?"


"Aku sama sekali tidak keberatan dengan semua ini, jujur aku sendiri malah senang bisa mendapatkan kesempatan untuk mengurus panti ini, oh iya berapa anak yatim yang akan menempati panti ini nanti?"tanya wanita cantik itu pada kedua anak buahnya.


"Sekiranya ada 30 anak nyonya tapi itu hanya perhitungan sementara selebih itu sepertinya bakal lebih bertambah lagi?"ucap Verrel yang menjelaskan.


"Semakin banyak tambah akan semakin bagus, terus acara pembukaan kira-kira jam berapa?"tanya Arabella lagi.


"Sekiranya membutuhkan waktu 30 menit lagi, anak-anak sudah pada berkumpul jadi aku rasa tidak akan lama pembukaan akan segera dimulai!"


Matahari telah bersinar dengan terangnya, burung-burung pada berkicau ria seolah-olah mendukung akan suasana bahagia dalam penyelenggarakan acara berbagi rezeki sekaligus pembukaan.


Wanita cantik beserta putra tampannya dengan semangat 45 memberikan satu persatu bingkisan yang sudah ia siapkan. Para anak kecil satu persatu memberikan kecupan pada telapak tangan ketiga orang dewasa itu, kebahagiaan terlihat jelas dari raut wajah ketiganya memandang putra semata wayang mampu tersenyum dengan rasa bahagia yang amat sulit untuk diartikan.


"Akhirnya acara ini berjalan sesuai rencana. Kami sangat tidak menyangka jika kami akan sampai di titik ini, sebelumnya kami berfikir kami akan dihukum mati akibat kejahatan kita yang telah kamu perbuat! Namun setelah semua berjalan kami sangat bersyukur memiliki kesempatan untuk tetap menjalankan kehidupan kami, kami sangat bersyukur?"


Rasa syukur yang dipanjatkan Gibran tak menyadarkan air mata kedua pria itu ikut berjatuhan, menepuk pundak kedua anak buahnya Bintang lantas memberikannya semangat.


"Semua yang terjadi tidak perlu kalian sesali, hidup terus berjalan jadikan kesempatan ini sebagai awal kehidupan baru yang akan bisa kalian gapai dengan kebahagiaan kalian nanti, tetap melihat kedepan aku sangat yakin apa yang kalian inginkan akan segera tercapai termasuk menunggu sesosok pasangan hidup yang pastinya akan memberikan semangat baru untuk kalian jadi tetap semangatlah!"


"Terima kasih Nyonya, semua ini tidak akan pernah terjadi kalau bukan karena bantuan nyonya terima kasih,"ucap Gibran yang tak mampu membendung air matanya.


"Ya sudah karena acara ini sudah selesai aku titip Bagas sama kalian ya? Aku ada urusan dadakan ada sesuatu yang harus saya lakukan apa kalian tidak keberatan?"


"Tidak nyonya kamu tidak akan keberatan kok, oh iya apa perlu saya antar?"timpal Verrel selanjutnya.


"Tidak perlu aku hanya sebentar!"


"Baiklah jaga diri nyonya baik-baik!"


"Baiklah!"


Seorang tahanan wanita keluar dari dalam jeruji besi bersamaan seorang penjaga yang telah mengawasinya. Penjaga itu menunjukkannya pada wanita yang telah menunggu, lantas tahanan itu pun duduk saling berhadapan satu sama lain namun ekpresi yang ditunjukkan tahanan itu hanya menatapnya dengan tatapan tak suka akan kehadiran wanita itu.


"Kamu? Apa yang kamu lakukan di sini kamu pastinya ingin menertawakan ku karena hidupku jadi menderita seperti ini? Katakan ini kan mau kamu?" Beberapa ucapan yang tahanan itu ucapkan, tak menunjukkan akan kehadirannya disukai wanita itu lantas memulai pembicaraan.

__ADS_1


"Aku tidak tau pikiran apa yang telah merasuki otak kamu? Berkunjung bukan berarti aku akan menertawakan mu! Tapi kenapa pikiran kamu sampai sejauh ini?"


"Terus apa yang ingin kamu lakukan jika bukan bermaksud ingin menghinaku?"


"Awalnya aku kemari karena aku ingin menunjukkan sesuatu sama aku. Aku kemari aku juga ingin melihat perubahan kamu, namun setelah melihat ternyata sifat kamu masih sama seperti dulu apa dengan dendam dan amarah ini akan membuatmu kembali baik seperti kehidupan kamu seperti semula? Tidak! Hal itu tidak akan membuatmu bahagia jadi sadar dan berubahlah jalan hidupmu masih panjang sadarlah!"


"Kamu bilang sadar setelah semua telah kamu rebut dariku?"


"Aku sama sekali tidak pernah merebut hak kamu! Biarpun wajahku sangat mirip seperti Stella bukan berarti aku ada niat jahat sampai ingin merebut semuanya. Tahun telah berlalu dengan cepatnya selama itu banyak perubahan yang terjadi termasuk mendapatkan kesempatan untuk hidup kembali. Dan aku bersyukur aku masih punya kesempatan untuk berhadapan denganmu, tapi tujuan pertamaku aku hanya ingin memberikan ini?"


Memberikan map putih dengan berbagai dokumen yang salah satunya ialah sertifikat saham perusahaan, ekpresi Monika beralih menatap Arabella.


"Ini apa maksudnya? Kamu sengaja ingin memamerkan sertifikat ini padaku setelah semua berhasil kamu dapatkan?"tegas, suasana yang mulai memanas.


"Tidak ada kebanggaan yang akan aku dapatkan jika aku memamerkan sertifikat ini, dulunya kakek memang berniat mewariskan semua aset ini padaku, namun aku berfikir aku tidak mau serakah memakan hak orang lain yang aslinya bukan ditakdirkan untukku? Jadi sekarang aku kembalikan sertifikat ini pada pemilik aslinya yaitu kamu kak Monika jadi terimalah ini kan yang kamu inginkan selama ini?"


"Kamu sungguh-sungguh? Katakan jika hal ini kamu sedang bergurau kan?"


"Untuk apa aku sedang bergurau? Inilah yang selama ini kak Monika kejar! Bahkan hanya gara-gara surat-surat ini rencana pembunuhan bahkan tindakan keji telah merasuki pikiran kak Monika jadi ambillah ini hak kamu! Akibat terpengaruh banyak hal negatif hanya untuk mendapatkan warisan ini sekarang aku memberikannya balik jadi terimalah! Anggap saja ini hadiah untuk kak Monika terimalah!"


Bintang yang akan pergi, tangannya mendapatkan tarikan oleh Monika, tangisan Monika mulai pecah bahkan air matanya serasa tak mampu untuk ia bendung. Memeluk Arabella dengan sangat eratnya, Bintang yang tak banyak bicara dirinya hanya membalas pelukan Monika.


"Setiap manusia ditakdirkan untuk berubah! Kamu sudah mulai sadar akan kesalahanmu jadi berubahlah lebih baik dari ini berubahlah!" ucap Bintang semakin mempererat pelukannya.


Tiga tahun telah berlalu dengan sangat cepat. Setiap dendam yang terjadi tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalah! Yang ada masalah akan tambah semakin lebih buruk akan terjadi, sadar setiap manusia sangat gampang terprovokasi entah dari permasalahan apa.


Dan sekarang aku bersyukur Tuhan masih memberiku kesempatan untuk kembali hidup. Dan kehidupan yang aku jalani di-dunia ini hanyalah sementara bahkan bisa disebut hanyalah sandiwara belaka, semua yang kita punya hanyalah titipan jadi untuk apa kita harus berbangga diri bahkan memamerkannya.


Menjadi ibu muda sekaligus janda beranak satu tak membuat Arabella akan hilang kebahagiaan untuknya. Biarpun kebahagiaan sempurna tidak sesungguhnya mereka dapatkan setelah kehilangan sesosok Pria yang menjadi Ayah sekaligus Suami tak pernah mereka lupa hingga seumur hidupnya nanti.


Aku tidak akan menyesal memutuskan untuk menjadi janda disaat umurku masih terbilang sangat muda. Aku lebih memilih sendiri mempertahankan status ini karena aku yakin kalau pun aku menikah aku tidak percaya jika akan menemukan laki-laki pengganti seperti dirimu?"


Bahkan biarpun kamu sudah terlebih dulu meninggalkan kami dan belum sempat memeluk putra kita, aku akan membuat Bagas mampu merasakan akan kehadiran mu biarpun kita sudah berbeda alam. Aku janji aku akan menjadikan putra kita menjadi pribadi yang baik, tulus dan perduli terhadap orang lain biarpun orang itu tidak ia kenal, aku janji! Dan untuk aku sendiri aku berjanji akan menjaga hatiku untuk jangan berpaling dari pria lain aku janji!"


Memandang langit yang sangat cerah, hadir tangan mungil mulai memeluknya memberikan kecupan pada pipi kanannya beralih ia membalaskan kecupan yang diberikan sang buah hati tercinta. Duduk dipangkuan sang Mama terlihat wajah keduanya terpancar kebahagiaan.


"Mama?"ucap sang anak kecil.

__ADS_1


"Iya sayang?"tanya balik Bintang.


"Apa Mama tau aku tadi bertemu dengan gadis kecil yang mau menjadi temanku di sekolah?"


"Gadis kecil? Siapa sayang!"tanyanya lagi.


"Dia bernama Bintang Natalia Alvarelia, selain nama yang cantik gadis itu juga sangat cantik dan pastinya dia juga sangat baik?"


"Sayang? Kamu masih kecil, kamu baru duduk dibangku sekolah dasar jangan gitu ya? Biarpun cantik kamu harus rajin belajar agar kamu bisa jadi anak yang ...."


"Yang pintar kan Ma?"


"Iya sayang jadi anak pintar itu itu pinter?"


"Tapi Bagas berkata seperti itu bukan karena dia cantik Ma? Kita memutuskan jadi sahabat karena tadi dia menolongku disaat ada teman Bagas yang berniat akan mengerjai Bagas?"


"Tapi kamu tidak diganggu kan? Mana anaknya kamu kenapa tidak bilang sama Mama!"


"Mama jangan cemas Bagas baik-baik saja kok, mereka tidak jadi menganggu Bagas karena Bintang terlebih dulu memarahi dengan ocehannya tadi?"


"Beruntung kamu menemukan gadis pemberani seperti Bintang? Kamu juga terlihat bahagia bisa bertemu dengannya? Baiklah sudahi obrolan kita, kamu makan ya, kamu pasti lapar kan?"


"Iya, Bagas memang lapar Ma, kita makan ya?"


"Iya sayang ya sudah kita masuk!"


"Baik Ma."


Aku Arabella, mungkin bisa dibilang sekarang usiaku bukanlah remaja mau pun anak-anak lagi, tapi jujur di usiaku yang sudah menjadi sosok Ibu aku tidak mau berharap lebih mau pun berfikir untuk menikah lagi. Karena aku tahu dengan mengenal seseorang dan mencintainya yang ada aku bakal mengulang kembali rasa sakit yang pernah aku alami dimasa lalu.


Apalagi bayang-bayang itu sampai sekarang masih menghantui diriku jadi cukuplah aku bahagia dan berakhir dengan memikirkan kebahagiaan dan masa depan Putraku karena menurutku hanya putra akulah hartaku satu-satunya, harta yang tidak akan pernah tergantikan oleh yang apapun.


Aku bahagia akhirnya sekian lama aku berfikir kebahagiaan tidak akan berpihak padaku, kali ini aku percaya jika setiap kebahagiaan seseorang sangatlah ada, hanya butuh kesabaran lah bagi setiap orang untuk berhasil melewati tahap sulit dalam badai yang dilaluinya.


Ingatlah kebahagiaan seorang Ibu yang sesungguhnya ialah hadirnya sesosok anak dalam hubungan rumah tangga! Anak yang dimilikinya akan mampu menumbuhkan rasa bahagia, kesempurnaan sekaligus kelekatan dalam membina hubungan rumah tangga biarpun kebahagiaan aslinya seperti sedang menjauhi kita, tapi biarpun begitu aku cukup tertantang dan aku sangat bahagia menyambut awal kehidupan baruku ini.


PENGUMUMAN LANJUTAN KISAH BAGAS ADA DIJUDUL PENGHIANATAN DIMALAM PERTAMA JADI JIKA ADA YANG PENASARAN DENGAN KISAHNYA BISA MAMPIR. SEKALI LAGI TERIMA KASIH BAGI PEMBACA YANG MASIH SETIA MENUNGGU KELANJUTANNYA YA 🥰🥰🥰

__ADS_1


TAMAT


__ADS_2