Penjara Cinta Psikopat Kejam

Penjara Cinta Psikopat Kejam
Bab 23 " Keras kepala "


__ADS_3

Setibanya ia dikamar, pandangannya seketika terfokuskan pada luka sayatan parah yang terdapat pada lengan Alex.


"Luka itu? Apa yang terjadi?"


"Jangan ikut campur!"


"Biar aku yang mengobatinya!"ucap Arabella yang langsung menarik tangan Alex.


"Apa yang kau lakukan? Siapa yang menyuruhmu?" tanya Alex dengan wajah geramnya.


"Berhenti berkata. Lukamu ini sangatlah serius, jadi ini harus segera diobati agar lukanya tidak terkena infeksi paham!"


Berniat inggin mengobatinya, rupanya niat baik Arabella sama sekali tidak dihargai oleh Alex. Baru aja Arabella mau menyentuh lengan Alex, Alex dengan langsung ia menghempaskan tangan Arabella darinya.

__ADS_1


"Punya gak apa anda melakukan semua ini? Apa aku menyuruhmu untuk mengobati ku, tidak kan? Jadi singkirkan tanganmu itu karena aku tidak butuh bantuan anda. Apa anda pikir dengan cara anda sok baik seperti ini, aku akan bersimpati dan luluh kepadamu, tidak! Semua itu gak akan pernah terjadi, jadi pergilah!" tegas Alex dengan tatapan sinisnya.


Sudah tidak tahu lagi harus berkata apa. Mulut Arabella seketika bungkam, bahkan untuk mengatakan sepatah kata pun aja ia rasanya sudah tidak mampu lagi. Dan ternyata untuk menjinakkan hati Alex nyatanya lebih susah ketimbang menjinakkan seekor kucing.


Sedangkan Alex adalah pria yang keras kepala, diluar ia memang berkata ia tidak membutuhkan bantuan siapapun. Tapi luka yang ia rasakan ini sudahlah cukup parah.


Tak tahan dengan rasa sakit yang ia tahan sedari tadi, akhirnya ia pun menggambil botol berwarna putih yang tak lain itu adalah Alcohol yang berwarna bening. berada di kotak P3K ia kemudian langsung menyiramkannya tepat pada luka tebasan tadi.


Rasa sakit yang sudah tidak bisa ditahan lagi, dengan berbarengan rasa perih yang semakin menjadi membuat wajah Alex seketika berubah memerah. Rasa inggin sekali menjerit tapi ia tahan, karena sebagai seorang penjahat psikopat hal seperti ini memang sudah sangat sering ia lalui.


Menggambil sebuah jarum suntik yang sudah ia kasihkan sejenis cairan, ia kemudian menyuntikkannya pada lengan tangannya yang terluka.


Arabella yang merasa terkejut sekaligus cemas dan merinding lantaran melihat apa yang barusan dilakukan Suaminya. Baginya melihat pemandangan seperti ini sangatlah langka.

__ADS_1


Bukan dia yang menggalami luka tapi melihat tindakan heroik yang dilakukan Alex tepat disampingnya membuatnya berkeringat banyak dan wajah ketakutannya pun sudah tidak bisa ia sembunyikan lagi.


"Apa anda udah gila. Apa tidak ada cara lain untuk mengobati luka anda itu, bukankah itu sangatlah heroik, apa anda sadar! Apa yang anda lakukan tadi itu sangatlah gila. Kenapa anda malah lebih memilih menahan rasa sakit itu sendiri! Jika anda mau dilarikan ke Rumah sakit, mungkin rasa sakit yang anda rasakan ini tidak akan sebanding disana,"ucap Arabella yang seketika membuat pandangan Alex seketika beralih menatapnya.


"Anda tidak tau identitas asliku siapa! Jadi jangan banyak omong!"


"Baiklah."


"Mimpi apa aku terjebak menikah dengan pria seperti ini. Dia bukanlah manusia biasa bahkan setelah aku melihat tindakan heroik yang ia lakukan tadi, aku merasa pria ini sangatlah kuat dan tahan banting apa dia benar-benar Mafia kejam yang selama ini aku dengar dari kebanyakan orang,"batin Arabella yang sesekali ia melirik kearah Alex.


"Kenapa melirik kearah ku dengan tatapan seperti itu! Apa anda inggin merasakan sendiri rasa sakit yang sama seperti ini?" tanya Alex dengan sedikit kesal.


Mendengar perkataan yang dilontarkan Alex, Arabella lebih memilih untuk diam tanpa berkata sepatah kata pun lagi.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2