
Satu pukulan hampir saja mengenai wajah Alex. Akan tetapi dengan sigap, Alex menghalaunya mencegah tangan pria itu untuk menyentuhnya
Tangannya yang seketika berada dalam genggaman Alex. Alex yang hanya tersenyum licik kearahnya. Ia lantas menghempaskan tangan tersebut dan membuat pria itu berbalik terjatuh tersungkur kelantai.
"Anda! Berani sekali anda melakukan ini pada saya. Apa anda tidak takut kalau saya akan melapor tindakan anda ini pada polisi? Ancam seseorang itu. Tapi ekpresi yang ditunjukkan Alex, ia hanya tersenyum seolah-olah sudah siap menerkam mangsanya.
"Pukul...tidak! Pukul...tidak! Sudahlah jangan pukul dia. Karena tenaga kamu akan terkuras untuk menghadapi si korupsi ini. Dan anda? Jika anda ingin melaporkan saya ke polisi silahkan laporkan karena aku tidak akan pernah takut dengan ancaman anda itu. Dan satu lagi anda itu sudahlah terpojok bahkan anda tidak tahu dengan siapa anda berhadapan saat ini. Awalnya aku diam dan tidak mau membahas masalah ini, tapi andalah yang sengaja memancing amarah saya. Jadi tunggulah hukuman yang tepat untuk anda nanti.
"Kamu!"tegas Pria itu hampir ia melangkah dan menyerang Alex. Teriakan seseorang datang dan membuatnya terkejut.
"Diam kamu!"
"Tuan!"
PLAK.
"Jadi seperti ini cara kamu mempekerjakan para karyawan disini? Seperti ini cara kamu membedakan mana yang kaya dan mana yang kurang mampu. Apa anda pikir dengan perilaku dan tindakan anda yang pilih kasih dan suka merendahkan, saya akan tetap mau menerima anda disini. Tidak! Itu tidak akan pernah terjadi jadi cepat pergilah karena perusahaan ini sudah tidak membutuhkan bantuan anda lagi paham! Pergi!"
"Tuan apa maksud Tuan? Apa gara-gara omongan laki-laki miskin itu tuan marah besar seperti ini pada saya, ini tidak adil tuan ini, tidak adil!"
"Siapa yang bilang tidak adil. Tindakan kamu sudahlah melewati batas. Apa yang kamu lakukan sudah sangatlah melewati batas jadi mungkin tempat ini terlalu baik untuk kamu, jadi cepat pergilah!"timpal Arabella yang ikut mendukung Arlan.
"Apa maksudmu? Berani sekali anda mengusirku!"tegas laki-laki itu.
"Kek? Apa aku perlu memangil satpam untuk menyeretnya?"tanya Arabella selanjutnya.
__ADS_1
"Kek? Apa maksud kamu?"tanyanya dengan wajah terkejut.
"Mereka ini adalah cucuku yang sangat hebat. Dan laki-laki ini, dia adalah Suaminya yang mungkin akan jadi penggantimu setelah kamu menginjakkan kakimu di perusahaan ini. Sedangkan wanita ini dialah calon Presdir yang akan menggantikan posisi saya di perusahaan ini. Jadi anda jika anda ingin berlagak keren lihatlah dulu siapa lawan yang perlu kamu hadapi paham kan!"
"Sudahlah kakek dia sudah sangatlah malu jadi biarkan saya ia pergi. Lagian aku malas melihat mukanya yang berpura-pura sok polos!"
"Tuan maafkan saya...maafkan saya, saya akui saya yang salah saya mohon ijinkan saya untuk gabung di perusahaan ini saya mohon!"
"Satpam!"
"Iya tuan!"
"Cepat seret dia keluar dari perusahaan ini!"
"Baik tuan!"
"Ada apa Alex?"tanya kakek pada Alex.
"Sebelum kita mengusirnya, alangkah baiknya kakek bertanya langsung pada laki-laki ini siapa seseorang yang sudah menyuruhnya untuk mengorupsi dana perusahaan ini? Berbagai data yang berhasil saya dapat, saya menemukan banyak kejanggalan jika dana perusahaan yang berhasil ia korupsi, dana itu semua bukan hanya masuk ke rekeningnya? Tapi ada dana lain yang masuk ke rekening seseorang! Jadi pertanyaannya siapa pemilik dari seseorang itu? Apa benar rekening seseorang itu milik dari nyonya Monika?"tanya Alex yang spontan pandangannya pria tadi seketika mengkerut.
"Katakan? Apa benar yang barusan diucapkannya? Ayo katakan!"
"Maaf Kek! Saya akui saya salah! Maafkan saya, maafkan saya! Benar yang dia katakan nyonya Monika yang menyuruh saya! Maafkan saya!"
"Baiklah cepat pergilah!"
__ADS_1
"Tuan beri kesempatan ke saya, saya mohon!"
"Pergilah! Sekuriti cepat bawa dia pergi!"
"Baik tuan!"
"Terima kasih Alex, kakek juga berterima kasih pada Stella kalau bukan karena bantuan kalian, kakek tidak tahu apa yang akan terjadi pada perusahaan ini."
"Sama-sama Kek, Stella senang bisa membantu kakek apalagi jika ini menyangkut masalah perusahaan?"
"Iya Kek, Alex juga tidak ingin Perusahaan ini akan hancur karena ulah seseorang yang tidak bertanggung jawab seperti Tante Monika! Terus selanjutnya apa yang ingin kakek lakukan?"tanya Alex.
"Mengenai Monika biar kakek yang menanganinya, kalian tidak usah ikut campur ini urusan kakek tetaplah disini kakek harus menyelesaikan masalah selanjutnya!"
"Baik kek!"
Setelah perginya kakek dari pandangan keduanya. Arabella berlalu melirik ke Alex, pandangan Alex nampak bingung tak segan-segan ia memberikan bentakan padanya, sadar dimana mereka berada akhirnya Alex urungkan niatnya.
"Kenapa? Apa yang membuatmu memberikan tatapan seperti itu pada suami kamu sendiri?"
"Siapa sebenarnya kamu? Aku merasa kamu cukuplah cerdas! Bahkan ini bisa dibilang lebih dari cerdas yang tidak masuk akal! Kamu melacak berbagai data penting kurang dari waktu 12 jam apa itu mungkin? Apalagi melihat dirimu terluka apa rasa ada sesuatu yang beda dari dirimu ini?"
"Siapa pun aku! Kamu tidak perlu tau!"ucapnya yang akhirnya Alex memutuskan pergi dari pandangan Arabella.
BERSAMBUNG.
__ADS_1