
Membawanya ke salah satu ruangan yang hanya ada beberapa lampu penerangan, wajah takut Monika tak juga bisa ia hindarkan lagi, Alex yang langsung mengikatnya diatas kursi dan mengikat dengan keras kedua tangan mau pun kakinya wanita itu hanya mampu pasrah berselimut rasa takut yang masih menghantuinya.
"Ini apa maksudnya? Apa mau anda! Anda ingin bermain-main denganku?"
"Sudahlah anda jangan banyak omong! Katakan apa yang telah kalian lakukan pada istriku dan dimana dia sekarang?"
"Apa anda menunjukkan keperdulian anda padanya? Jika anda sungguh-sungguh perduli kemana aja anda tadi? Kenapa baru sekarang anda bertanya dan mencari-carinya setelah semuanya berakhir katakan! Sesungguhnya anda sudah tau kan jika wanita itu aslinya bukanlah Stella?"
"Anda tau darimana kalau dia bukanlah Stella? Tapi sudahlah jangan dibahas lagi jika anda sudah tau jika wanita itu bukanlah Stella apa gunanya bagiku yang penting sekarang anda katakan dimana dia? Dimana anda menyembunyikannya ayo katakan?"
"Sudah aku katakan aku tidak tau apa anda masih tidak percaya juga!"
"Baiklah kesabaranku sudah habis, jika dengan cara damai anda masih tidak mau berkata jujur aku rasa dengan tindakan yang akan aku lakukan tak mampu lagi membungkam mulutmu!"
"Apa maksudmu? Kamu ingin melakukan apa padaku!"
Mengeluarkan sengaja berupa pisau tajam kan lancip, Alex perlahan mulai mendekatinya bahkan dirinya mengarahkan pisau itu tepat pada wajah Monika yang mulai terselimuti rasa takutnya.
"Anda tau ini apa kan? Ataukah anda sungguh-sungguh tidak tau dan menyuruhku untuk menunjukkan langsung apa kegunaannya?"ucapnya bersamaan tangan yang memainkan pisau itu pada wajah Monika, rasa takutnya yang semakin menjadi tak membuatnya bisa menunjukkan akan kecemasannya saat ini.
"A ...Apa yang ingin kamu lakukan jauhkan pisau itu dariku ayo jauhkan!"
__ADS_1
"Kenapa? Aku bahkan belum memulainya tapi kenapa anda sudah menunjukkan wajah ketakutanmu itu? Ataukah kamu ingin aku menyayat wajah yang penuh dengan kelicikanmu saat ini juga!"
"Baiklah aku kasih anda kesempatan, Cepat katakan dimana anda menyembunyikannya, sekali lagi aku katakan dimana anda menyembunyikannya jika saat ini anda masih ingin bungkam aku sendiri yang tak segan-segan akan mengeluarkan semua isi dalam perutmu ayo katakan!"
"Ba ...baiklah aku akan katakan wanita itu dia ... Dia telah kabur!"
"Apa anda masih ingin menipuku? Katakan ucapan anda ini sangatlah bohong katakan dengan jujur dimana anda menyembunyikannya ayo katakan?"
"Aku sudah mengatakan yang sebenarnya wanita itu telah kabur, kamu berencana tetap mengurutnya tapi wanita itu telah berhasil melepaskan diri dan sampai detik ini kamu kehilangan jejaknya apa anda masih tidak percaya dengan ucapan kami?"
Suasana yang semakin tegang, tak percaya dengan ucapan yang barusan diucapkan, langkah Alex yang hampir saja mencekik Wanita itu belum mampu ia melakukannya tindakannya gagal setelah secara bersamaan langkah kaki seseorang mendatanginya dan menghentikan perbuatan yang hampir ia lakukan.
"Maaf tuan bukan maksud saya ingin menganggu anda, tapi ada hal yang sangat penting yang ingin saya katakan pada Tuan!"
"Barusan dikediaman Tuan ada Polisi yang datang, David berkata jika barusan ada polisi yang memberikan kabar jika sesosok jasad wanita ditemukan mengapung di sungai *****, kondisi jenazah yang tidak utuh mengakibatkan sulit untuk teridentifikasi siapa wanita itu, tapi adanya identitas berupa dompet berisi KTP Nyonya yang ditemukan dalam saku wanita itu telah membuktikan jika jenazah itu diduga Nyonya Arabella! Dugaan ini masih sementara yakin tidaknya kita tidak tau tuan jadi kita harus pergi kerumah sakit sekarang!"
"Kapan jasad itu ditemukan?"tanya Alex yang terlihat tak percaya.
"Sekitar dua hari yang lalu, kondisi jasad diduga mengalami luka gigitan parah akibat serangan buaya rawa!"
"Sungai **""" itu sungai yang lokasinya tidak jauh dari tempat hilangnya Arabella? Anak buahku berkata jika mereka kehilangan jejaknya disana kamu apa itu sungguh-sungguh jasad Arabella?"
__ADS_1
"Jaga wanita ini jangan biarkan dia kabur!"
"Baik tuan!"
"Ini tuan Dompet beserta kTP yang kami temukan dalam saku celana wanita ini, kalau boleh tau apa sebelumnya istri anda dinyatakan hilang?"
"Iya Pak beberapa hari lalu istriku dinyatakan hilang, sudah berusaha mencari kemana-mana tapi kamu tidak juga menemukannya. Dan tadi pihak rumah memberitahuku jika ada polisi yang datang aku langsung kesini untuk memastikan akan kebenaran ini!"
"Ini cukup sulit untuk melakukan tes DNA, kedua orang tua dari korban sudah tiada, keluarga satu-satunya yang ia miliki juga sudah tiada jadi untuk memastikan kecocokannya kita masih bingung. Tapi kalau boleh tau sebelum istri anda dinyatakan hilang apa istri anda mengenakan kedua pakaian ini?"
Menunjukkan dua buah pakaian yang sudah terkoyak poranda akibat serangan si buaya ganas. Alex lantas memegang salah satunya, mengingat jelas pakaian putih yang dikenakan Arabella sewaktu dia menunggu akan kepulangannya kemaren, hatinya serasa beradu antara rasa bahagia dan rasa sedih yang ikut bercampur jadi satu.
"Kenapa Tuan? Apa tuan mengingat jelas pakaian ini? Ini pakaian yang masih dikenakan wanita yang diduga istri anda, jika anda terdiam seperti ini itu artinya anda sudah menunjukkan jika anda memang kenal dengan pakaian ini?"
"Iya! Ini memang pakaian istriku, aku ingat betul sebelum ia hilang dia memakai pakaian ini, ini tidak mungkin? Ini tidaklah mungkin!"
"Anda yang sabar, ini ujian dari Tuhan jadi anda harus tabah! Anda harus tabah! Baiklah jika anda sudah merasa yakin jika wanita ini adalah Istri anda, kami akan membantu proses kepulangan Istri anda sabarlah! Sabarlah!"
Selesai pemakaman, Alex yang hanya diam, Rico lantas menghampirinya.
"Mungkin sekarang hati tuan sudah merasa sangat lega! Bahkan kelegaan yang tuan rasakan mungkin sudah membangkitkan tuan. Ini kan yang tuan inginkan yaitu menyingkirkan wanita itu tanpa rasa ampun! Jujur awal pertama aku sedikit tidak suka dengan cara tuan berbalas dendam. Orang yang tuan musuhi hanyalah Papanya sedangkan Arabella atau pun janin yang istri tuan kandung tidak ada sangkut pautnya dengan masa lalu tuan, tapi kenapa tuan malah melenyapkannya tapi sudahlah semuanya sudah terjadi saat ini aku hanya mampu mengucapkan selamat! Selamat tuan telah berhasil selamat!"
__ADS_1
Pergi dari pandangan Alex bersamaan dengan rasa kecewanya. Rico membiarkan Alex seorang diri melamun dalam lamunannya yang sedari tadi terlihat sedang memikirkan akan sesuatu.
BERSAMBUNG.