Penjara Cinta Psikopat Kejam

Penjara Cinta Psikopat Kejam
Bab 31 " Hati yang tak bisa dimengerti "


__ADS_3

Duduk disalah satu taman dengan lamunan yang selalu menyertainya, Arabella hanya terdiam berbarengan dengan langkah kaki seseorang perlahan menghampirinya. Dengan mengulurkan sekotak putih yang dibawanya, seseorang yang tak lain Alex sendiri ia menawarkan makanan yang dibawanya untuk Arabella.


"Makanlah! Seharian anda tidak makan anda akan sakit?"


"Pergilah aku ingin sendiri!"


"Sendiri? Apa dengan menyendiri Mama anda akan kembali? Ingatlah anda ini sedang berpura-pura sebagai Stella jangan bikin orang-orang akan menaruh rasa curiga jika anda terus berlarut-larut dalam kesedihan seperti ini? Apa yang anda lakukan tidak akan membuahkan hasil anda paham! Biarpun anda menangis darah pun anda tidak akan membangkit Mama anda yang sudah terkubur didalam sana jadi paham dan usap air mata kamu!"


"Apa anda sungguh tidak punya hati? Anda tau Mamaku baru saja meninggal bahkan yang lebih parah meningal karena dibunuh dan dalam kondisi tubuh yang termutilasi apa dalam hati anda ini sungguh-sungguh tidak ada rasa simpati sama sekali? Apa anda tau gimana rasanya kehilangan seseorang yang sangat kita cintai? Apa anda pernah merasakannya tidak kan? Jadi stop! Stop anda menyuruhku untuk bersikap seolah-olah aku tidak punya hati seperti mu paham!"


"Anda salah! Aku mungkin sudah pernah merasakan gimana sakitnya kita kehilangan seseorang yang sangat kita cintai. Stella? Gadis yang sangat saya cintai bahkan kita sempat bermimpi akan menuju kejenjang pernikahan tapi apa yang terjadi anda pasti paham kan? Tuhan mengambilnya sebelum masa bahagia itu berpihak pada kita.


Dan yang lebih parah kejadian beberapa tahun yang lalu sekiranya usiaku terbilang masih sangat muda yaitu 6 tahun, aku melihat bahkan menyaksikannya secara langsung dengan mata telanjang kedua orang tuaku dibunuh secara tragis, darah yang bercucuran pada tubuh keduanya bahkan tidak keberdayaan ku aku hanya bisa melihat tanpa mampu menolong Mama disaat dia mengalami kejadian pe*erkos44n.

__ADS_1


Melihat langsung gimana pisau itu menusuknya sekaligus melemparnya dari ketinggian dua meter, Mama tertusuk pecahan kaca dan saat itu juga aku melihat kelopak matanya tertutup secara perlahan dan meningalkan aku seorang diri aku tau aku liat semuanya jadi apa menurut anda aku hanya mampu menjadi pria kejam tanpa adanya sebab? Menangis secara berhari-hari bukan malah menyelesaikan atau pun menyembuhkan luka tapi dengan menangis anda akan semakin terluka bagaikan tertusuk ribuan jarum secara bersamaan jadi stop bersikap seolah-olah Anda tau siapa aku anda mengerti!"


Meninggalkannya seorang diri dengan perasaan emosinya yang terlihat tidak bisa terkontrol. Sadar akan ucapan yang barusan diucapkannya tidak seharusnya ia katakan, langkahnya mulai beranjak pergi mengejar laki-laki itu yang sudah tanpa sengaja telah ia patahkan hatinya.


Kenapa hatiku serasa lemah seperti ini? Bukankah pada awalnya kamu memang berniat ingin membunuh wanita itu seperti kamu menghabisi suaminya pada kejadian sadis beberapa tahun yang lalu? Tapi kenapa hatiku serasa susah untuk aku dorong agar mampu menyakitinya lebih dalam lagi.


Bahkan melihatnya menitihkan air matanya secara langsung, tanpa dosa dan kesadaran mu, kamu menunjukkan rasa kasihan yang mungkin baru pertama kali kamu tunjukkan mengenal siapa identitas kamu yang sesungguhnya seorang Psikopat berhati dingin yang tak segan-segan akan menghabisi setiap orang yang menganggu akan rencana-ku kenapa? Apa alasan kenapa hatimu menjadi lemah seperti sekarang ini.


"Apa anda tidak menyukai akan ucapan yang barusan aku katakan tadi?"


"Anda?"


Ternyata seseorang seperti anda bisa juga termakan omongan seseorang, anda terlihat jahat bahkan seperti tidak punya hati tapi ternyata dibalik itu semua sifat asli anda telah menunjukkan jika hati anda tidak seburuk yang aku kira. Mengenai ucapan yang barusan anda katakan tadi? Anda sungguh-sungguh mengalaminya?"

__ADS_1


"Apa ucapan sepanjang itu masih juga belum membuat anda percaya? Sudahlah percaya atau tidak itu juga tidak akan memberikan pengaruh buruk padaku?"


"Aku sadar dibalik sifat kamu yang jahat ini ada kisah tidak terduga yang mendorongmu menjadikan kamu sebagai pria kejam seperti ini? Awalnya aku tidak percaya jika aku bakal dipertemukan dengan Pria seperti anda tapi setelah adanya penjelasan panjang lebar itu aku sadar anda berhak untuk berpendapat bukan kemauan lah yang mendorong Anda bersikap jahat seperti ini tapi karena dorongan dendam dan masa trauma lah yang akhirnya mendorong anda menjadi pribadi yang seperti ini?"


Berbicara secara batin, memandang wajah Alex dengan tatapan tulus yang ia tunjukkan. Kembali mengingat akan bayang-bayang Mamanya tanpa sengaja lagi-lagi air matang kembali terjatuh dari kedua sudut matanya, Alex yang sadar ia lantas mengagetkannya.


"Anda sedang melamun-kan apa?"


"Tidak! Aku ingin sendiri jadi jangan cari aku!"


langkahnya beranjak pergi dari pandangan Alex. Terlihat dia menitihkan air matanya, serasa hati Alex mulai bergetar menyadari perasaan aneh yang membuatnya jadi bingung akan hati hatinya sekarang ini.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2