Penjara Cinta Psikopat Kejam

Penjara Cinta Psikopat Kejam
Bab 9 " Akankah misi berhasil "


__ADS_3

Tatapannya yang sudah tertuju pada pandangan didepan matanya. Dan tangan yang sudah memegang setir Mobil Alex yang sudah siap untuk beraksi, ia pun dengan langsung-langsung menjalankan mobil dengan kecepatan yang cukup tinggi.


Melihat ada orang yang berusaha menghadang tepat dihadapannya ia pun menjalankan laju kendaraanya hanya mengunakan satu tangan kirinya. Sedangkan tangan kanannya ia gunakan untuk menembak seseorang yang berusaha menghalangi jalan yang hendak akan ia lalui."


Dyar.....Dyar....Dyar....Dyar.....Dyar....Dyar...


Suara tembakan pun terdengar dengan sangat jelas, satu persatu orang yang berusaha menghadangnya orang itu pun akhirnya menjadi korban akibat ulah dari tindakan yang dilakukan Alex saat ini."


Tidak tahu berapa jumlah orang yang tergeletak disana karena Alex tidak memperdulikannya sama sekali karena ia hanya fokus pada laju kendaraannya."


Berlalu menutup kaca mobil, Alex akhirnya hanya fokus dengan apa yang ada dihadapannya saat ini, tak perduli orang-orang sedang berusaha menembakinya karena ia tahu apa yang orang-orang lakukan saat ini tidak akan mampu menembus mobil yang anti baja dan peluru yang digunakan Alex saat ini."


Berhasil keluar dengan keadaan selamat tanpa luka sedikit pun. Alex akhirnya memerintahkan anak buahnya untuk segera pergi meninggalkan tempat ini dan berganti menuju ke lokasi awal._


Jarum jam yang berputar dengan sangat cepat membuat mereka tambah semakin gugup dan cemas akan misi yang akan mereka jalankan saat ini. Belum lagi beberapa mobil Polisi yang dengan sigap mengejar mereka dari belakang mobil mereka."


"Tuan. Polisi masih mengejar kita?" tanya Rico lewat benda kecil yang tertempel pada kupingnya."


"Abaikan mereka. Mobil yang kalian tumpangi anti peluru dan baja jadi biarpun mereka menembak mu beberapa kali pun, semua itu akan percuma karena mereka tidak akan mungkin mampu menembus beton ini."


"Baik Tuan. "


"Sekarang aku perintahkan kalian lemparlah beberapa paku kejalan ini, karena hanya dengan cara itu kita terbebas dari kejaran mereka."


"Baik Tuan."


Melakukan cara licik dengan menyebarkan beberapa paku di jalanan ini. Rencana mereka pun akhirnya berhasil dan membuat para Polisi tidak berdaya setelah melihat mobil yang mereka tumpangi menggalami kempes secara bersamaan."


Berhasil mengalahkan para Polisi, Alex kemudian mendatangi salah satu bandara yang dimana disana ia sudah disambut dengan tim jet pribadi yang sudah menunggunya sedari tadi.

__ADS_1


"Kita gak ada waktu lagi cepat jalankan mesinnya.


"Baik Tuan.


"Kalian berdua lakukan tugas yang saya perintahkan tadi.


"Baik Tuan.


Rico yang langsung mengenakan pakaian anti peluru sekaligus memakai helm ia pun dengan segera langsung mengendarai sebuah motor besar berwarna hitam dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Sedangkan Maikel yang berhasil menjalankan tugasnya dengan memblokir semua aset jalan yang tujuannya mengarah kearah jalan tersangka.


📞 "Rico sasaran sudah sampai ke jebakan kita. Kamu lihat mobil panjang berwarna hitam yang berada tak jauh dari lokasi kamu berada saat ini?"


,📞 "Mana?" tanyanya sambil melihat kanan mau pun kiri.


📞" Jangan menengok kebelakang jika kamu menengok kamu akan ketahuan, tunggu 10 menit lagi maka kamu akan tahu sasaran sudah semakin dekat kearah kamu?"


📞" Baguslah cepat jalankan kendaraan kamu sekarang!.


📞 Baiklah. Ingat tetap jaga dan perhatikan gerak-gerik ku jika ada orang yang membuntuti ku segera beritahu aku.


📞" Baiklah soal itu kamu tenang saja aku bakal mengawasi mu,"balas Maikel yang kemudian ia pun menutup telfonnya. Sedangkan Rico ia melajukan laju kendaraanya lagi.


Jalan yang terlihat sangat sepi tanpa adanya kendaraan yang berlalu lalang dan saling terbas menerabas membuat supir dari kendaraan yang berplat...... merasa terheran dan sedikit mulai merasakan kecurigaan. Ditempat yang sama Rico pun berhasil menggikuti laju kendaraannya tersebut dan tepat kendaraan yang dinaikinya sudah berada dibelakang kendaraan berplat....tersebut.


Rico pun akhirnya mengeluarkan benda berbentuk bulat loncong dan berwarna hitam yang ia keluarkan dari dalam tas ransel yang ia kenakannya. Tak lama ia pun melemparkan beberapa benda tersebut tepat diatas Mobil Box putih yang melaju dihadapannya tersebut.


Merasa ada yang ganjal setelah sang supir mendengar suara yang terdengar yang cukup keras. Sang supir kemudian menghantam Motor yang digunakan Rico yang dimana pada saat itu Rico yang hendak akan melarikan diri dengan berniat mau menerobos disamping Mobil box yang melaju dengan kecepatan agak tinggi tersebut.

__ADS_1


Akibat hantaman tak terduga itu, Rico yang tadinya hanya fokus pada laju kendaraannya, kini ia terpelanting ke samping bersama dengan kendaraannya. Tanpa menunggu sang supir yang berhasil membuatnya hampir celaka, ia lantas langsung keluar dan menghampiri Rico.


"Kamu?Siapa kamu berani sekali kamu melempar sesuatu di kendaraanku? Apa barang yang barusan kamu lempar tadi?" tegasnya dengan mencengkram leher Rico yang kemudian ia langsung menarik masker hitam yang dikenakan Rico, dan sepontan orang itu pun terkejut setelah mengetahui siapa orang yang ia lihat saat ini.


"Kamu? Kamu anak buah Alex apa yang kamu lakukan apa kamu telah merencanakan sesuatu?" tegasnya yang tanpa berkata ia langsung memukul Rico dan tepat mengenai sudut bibir Rico.


"Berani sekali kamu memukulku? Rasakan ini!"timpal Rico yang kemudian membalas pukulannya dan tepat mengenai wajah pelaku.


"Rico cepat pergilah dari lokasi itu sekarang juga. Peledak yang kamu lemparkan tinggal menunggu waktu 15 menit, peledak itu akan meledak. Jadi cepat pergilah abaikan lawan kamu jika kamu masih inggin hidup,"tegas Rangga bicara lewat alat perekam suara yang terpasang di kuping kanan Rico sendiri.


"Sial. Baiklah aku akan segera pergi meninggalkan tempat ini,"balasnya yang kemudian ia memberi pukulan lagi pada pelaku.


Tidak meragukan pertanyaan yang diucapkan pada laki-laki dihadapannya. Sasaran yang sudah merasa marah, sasaran pun akhirnya nenyodorkan sebuah senjata tepat dihadapan Rico. Dan dalam hitungan menit jika Rico berani melawan, maka nyawa Rico dipastikan mungkin tidak akan selamat.


"Berani sekali kamu melangkahkan kakimu selangkah saja, maka jangan salahkan aku kalau aku akan buat kamu akan merasakan peluru panas ini yang akan mengenai tubuhmu,"tegas Pelaku dengan menunjukkan wajah geramnya.


"Jika aku akan meladeni laki-laki ini, mungkin aku juga akan jadi salah satu korban selanjutnya. Dan Alex, kemana dia sekarang, kenapa aku tidak melihat jet pribadi akan tanda-tanda akan datangnya?"batin Rico pada dirinya sendiri.


Mulut dan tubuhnya yang seketika terkunci tidak mampu untuk ia langkahkan kakinya untuk melangkah, kecemasan yang tiba-tiba menyerangnya membuat keringat pun keluar dari dalam tubuhnya.


Tidak tahu harus berbuat apa dan nyawanya yang sudah berada diujung tanduk membuatnya hanya bisa terdiam tanpa melakukan pemberontakan maupun perlawanan karena ia sadar senjata yang digunakan pelaku adalah Pistol jika selangkah aja ia mendekat maka dipastikan nyawa Rico mungkin tidak akan selamat.


Dan tinggal sedetik orang itu mau menekan, penekan tekanan pistol. Seseorang pun tiba-tiba tersungkur jatuh tidak berdaya setelah mendapat tembakan tak terduga yang tepat mengenai kepalanya sasaran.


Terkejut dengan apa yang ia lihat dihadapannya, Rico pun sepontan menolehkan pandangan kekanan mau pun ke kiri dan mencari siapa seseorang yang sudah menembak laki-laki ini dan ternyata orang itu yang tak lain adalah Alex yang hanya mengendalikan tembakan dengan hanya jarak 3 meter dari atas Gedung bertingkat dan ketinggiannya tidak terlalu tinggi.


"Cepat pergilah dari lokasi itu sekarang juga. Kamu hanya butuh waktu 8 menit untuk berhasil keluar dari wilayah yang masuk zona merah jadi cepat pergilah." Tegasnya lewat alat perekam.


"Baiklah aku akan pergi sekarang."

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2