Penjara Cinta Psikopat Kejam

Penjara Cinta Psikopat Kejam
Bab 69 " Firasat Apakah itu ."


__ADS_3

Malam yang bersamaan dengan udara sejuk lan sunyi telah menambah suasana malam hari ini, begitu juga disalah satu tempat para tahanan lapas yang dimana seseorang terlihat pada tergeletak tertidur dengan nyenyak nya. Mereka semua terlihat nyenyak dalam tidurnya bak seperti sedang bermimpi indah dalam tidur malamnya.


Salah satu tahanan yang berposisi dipojok utara dirinya mulai merasakan tidur yang tak mengenakkan. Tubuhnya ia gerakkan layaknya sedang mimpi buruk, sembari mengucapkan salah satu nama tambah sangat meyakinkan jika pria itu memang sedang bermimpi buruk.


Kedua matanya mulai terbuka dengan lebar, tatapan melotot ia tunjukkan pada salah seorang pria yang telah membangunkannya, dirinya lalu bangkit Seseorang itu lalu memberikan air pada pria yang sedang bermimpi yang tak lain ialah Alex sendiri.


"Kamu kenapa? Apa lagi-lagi anda sedang bermimpi buruk?"tanya tahanan yang lain.


"Iya aku sedang bermimpi dan rasanya aku tidak ingin lagi tidur?"


"Sudahlah mimpi hanyalah bunga tidur jadi cepat sholat lah, ini pukul setengah dua belas malam waktu yang tepat untuk sholat tahajud jadi cepat wudhu dan tenangkan pikiran kamu?"

__ADS_1


"Baiklah aku akan wudhu sekali lagi terima kasih!"


Membasuh wajah, melakukan wudhu yang biasa orang-orang lakukan pada umumnya. Memasuki salah satu tempat suci yang disediakan untuk melakukan ibadah sholat. Setelah melakukan sholat dua rakaat tersebut dirinya mulai memohon ampun, setelah menjalankan ibadah sholat tahajud tersebut.


"Hamba memohon padamu Tuhan. Hamba hanya mampu meminta perlindungan padamu untuk selalu menjaga dimana pun dan kapanpun istri dan calon anak hamba berada. Jauhkan mereka dari mara bahaya yang kapan saja mampu mengancamnya. Selamatkan, lindungi mereka dalam dekapanmu hamba mohon! Hamba mohon."


Dari belakang Angga yang tak sengaja melihat pemandangan ini hatinya mulai luluh. Tak menyangka jika penjahat sesadis bahkan mendapatkan sebutan sebagai penjahat berhati iblis mampu bertobat dengan secepat ini, melihatnya mulai bertobat menuju kejalan yang benar hatinya mulai angkuh.


"Angga kamu sudah sejak lama ada disitu?"


"Aku sudah lumayan cukup lama. Aku tidak menyangka kamu akan secepat ini berubah? Jika Arabella tau tentang perubahan kamu ini aku rasa dia akan sangat bahagia?"

__ADS_1


"Tapi nyatanya tidak semudah itu mendapatkan pintu maaf darinya? Sadar kesalahanku sudah terlalu kejam aku akui aku memang pantas untuk mendapatkan balasan seperti ini. Aku tidak menyesal berada disini aku cukup bahagia dan lega akhirnya aku mampu menanggung semuanya?"


"Apapun pendapat dan keputusan mu aku mendukungmu, oh iya selain itu ada yang lain ingin aku tanyakan kamu kenapa? Apa tadi kamu habis mimpi buruk?"


"Iya tadi aku memang habis mimpi buruk, memang setiap mimpi banyak yang mengatakan hanyalah bunga tidur tapi entah kenapa aku merasa jika mimpiku tadi seperti sangatlah nyata aku tidak mau mengalami kejadian itu semua aku berharap mimpi itu memanglah hanya bunga tidur?"


"Memangnya apa mimpi kamu itu?"


"Aku bermimpi Arabella pergi meninggalkan aku, aku mengingat jelas disalah satu bangunan tinggi dalam bayangan itu seperti ada seseorang yang jatuh dari ketinggian bangunan itu, memang mimpi hanyalah bunga tidur tapi terkadang mimpi juga mampu jadi kenyataan?"


"Iya yang kamu katakan memang sangatlah benar dan sebagai penjagaan memang sudah benar kamu menyerahkan semuanya pada Tuhan. Dan aku mendukung sama keputusan kamu itu?"

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2