Penjara Cinta Psikopat Kejam

Penjara Cinta Psikopat Kejam
Bab 42 " Sedikit revisi "


__ADS_3

Malam dengan cepat telah berganti pagi, biar pun ia tidak pernah dihargai oleh Suaminya sendiri, ia tetap berusaha berbakti dengan membuatkan sarapan untuknya biar pun pada kenyataannya perjuangannya mungkin sama sekali tidak akan pernah dihargai olehnya.


Membuatkan bekal nasi goreng yang ia taruh didalam Tupperware berwarna oranye yang sudah ia hias semenarik mungkin. Dan melihat Alex yang akan berangkat kerja ia pun terlebih dulu mencegahnya dan memberikan bekal ini untungnya.


"Ini aku buatkan bekal untukmu, jadi jika sekarang kamu tidak inggin sarapan disini setidaknya nanti kamu pergi kamu tidak akan telat sarapan jadi bawalah!"


"Apa anda pikir aku ini anak kecil! Disana banyak yang jual makanan jadi aku bisa sendiri untuk membelinya jadi anda tidak perlu repot-repot membuatkan ku bekal," bentaknya dengan menaruh kembali bekal itu diatas kerja, tanpa berpamitan mau pun berkata sepatah kata pun Alex langsung pergi dan tanpa memperdulikan Arabella yang terlihat sangatlah sedih akibat penolakannya itu.


"Sampai kapan kamu akan menganggap ku sebagai istrimu? Aku kira dengan kehadiran anak ini keperdulian mu akan bertambah tapi nyatanya semua berbeda dari kenyataannya?"


Hanya mampu memandang langkah suaminya yang mulai menjauh dari jangkauan matanya


__________________


"Darimana aja kamu? Apa kamu tidak lihat ini sudah larut malam sampai kapan kamu akan terus seperti ini, jika kamu masih menganggap ku sebagai Istri harusnya kamu bisa menghargai ku dan menghargai anak yang aku kandung ini!"


"Sebagai Istri. Apa kamu sadar bukannya pernikahan yang kita jalani saat ini hanya sebatas nikah Kontrak? Apa anda lupa! Memangnya apa aku harus melakukan semua ini termasuk menghargai mu. Ingatlah sekarang usia pernikahan kita baru memasuki dua bulan usia pernikahan kita jadi hanya membutuhkan waktu 3 bulan lebih lagi kita sudah akan berpisah, jadi anda jangan mimpi kalau aku akan memperlakukan anda layaknya seorang Istri karena itu hanya mimpi apa anda paham!" ucap sekaligus satu kata yang terucap dari mulut Alex, bagaikan tertusuk ombak Arabella yang mendengar perkataan itu ia hanya mengelus dada dan sekuat tenaga ia akan berusaha untuk menyembunyikan rasa sakit ini.

__ADS_1


"Sudahlah udah malam aku ngantuk ingin tidur!" ucapnya yang hendak akan pergi, tapi dengan sigap Arabella menariknya lagi sesaat ia sadar jika terdapat bekas lipstik yang masih tertempel dileher kanan Alex.


"Apa yang kamu lakukan aku ingin tidur apa kamu sudah budek?" bentaknya yang seketika langsung menghempaskan tangan Arabella dari cengkeramannya dan berlalu ia pun pergi tanpa memperdulikan Arabella.


"Bekas lipstik? Jadi kejadian kemaren masih tidak menyadarkan mu! Baiklah jika bagimu aku sudah tidak lagi kau anggap istri! Kenapa aku harus menganggap mu suami jika pada kenyataannya dirimu sama sekali tidak perduli denganku!"


Malam yang sunyi jika biasanya waktu malam adalah waktu yang tepat bagi sepasang Suami Istri untuk memuaskan Suaminya.


Beda dengan apa yang dilakukan Alex mau pun Arabella saat ini, Alex lebih memilih tidur sendiri diatas sofa tanpa mau mendampingi Arabella yang tidur diatas ranjang.


"Ini jam berapa kenapa disini tidak ada hidangan sekali pun kamu itu becus apa tidak sih jadi istri! Suami pulang kenapa anda malah lebih memilih bermain ponsel ketimbang masak untuk Suamimu?"


"Masak? Memangnya biarpun aku masak bahkan sampai beberapa menu sekali pun anda pernah memakannya? Tidak kan! Jadi untuk apa aku harus buang-buang waktu masak susah-susah jika seseorang yang aku masakin tidak pernah sekali pun meliriknya? Diluar sana masih banyak orang yang butuh makanan jadi untuk apa aku harus menghambur-hamburkan makanan jika anda sendiri tidak mau memakannya jadi sudahlah aku capek urus saja dirimu paham!"


"Apa maksudmu? Siapa yang mengajarimu berkata seperti itu!"


"Anda tidak perlu tau siapa yang mengajariku berani berkata seperti itu, tapi sadarlah apa suami seperti anda memang pantas dilayani jika menghargai seorang istri pun anda tidak becus!"

__ADS_1


Berlalu pergi masuk kedalam kamar dan langsung menguncinya dari dalam, amarah Alex seketika memuncak sadar istri yang tadinya ia kira hanya akan nurut dan mematuhi semua perintahnya kini semua itu hanya bersikap bayang-bayang, melawan bahkan sama sekali tidak menghargainya memuncak amarahnya dalam sekejab mata.


"Ingat Arabella kamu harus berani! Kamu harus berani jangan berfikir kamu perempuan kamu akan kalah melawan laki-laki seperti dia!"


Ponsel yang tiba-tiba berbunyi, mengalihkan pandangannya, segera memeriksakan nama yang tertera terkejut lantaran nama Bibik minah yang muncul, lantas ia mengangkatnya.


"Iya Bik ada apa? Apa yang membuat Bibik pagi-pagi gini menelfon-ku?"


"Maafkan saya nyonya! Bukan maksud saya ingin menganggu anda, saya hanya ingin mengabarkan tuan sakit bisakah nyonya kemari!"


"Kakek sakit? Tapi tidak parah kan?"


"Untuk jelasnya lebih baik nyonya kemari, keadaan kakek cukup memprihatinkan!"


"Baik Bik saya akan kesana sekarang!"


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2