Penjara Cinta Suami Tua

Penjara Cinta Suami Tua
bab 29 Kehebohan di pagi hari


__ADS_3

Pagi hari saat dirinya terbangun dari tidurnya, Rallyn merasakan pusing dan sedikit sakit dikepalanya. Ia meringis dan mulai bangkit dari tempat tidurnya!


"Aaaaaaaa!" Rallyn langsung berteriak saat melihat dirinya tak mengenakan pakaian sedikit pun, tubuhnya polos seperti dirinya saat dilahirkan.


Rallyn segera meraih selimut dan menutupi tubuhnya dengan selimut itu! Ia menangis karena merasa dirinya sudah dinodai oleh Jovanka.


Jo yang mendengar suara teriakan Rallyn pun langsung berlari menghampiri Rallyn yang masih berada do dalam kamar!


Dengan cepat Jo membuka kunci pintu itu dan langsung membuka pintunya!


"Rallyn," ucap Jo.


Rallyn langsung melempar Jo dengan bantal yang ada di tempat tidurnya!


"Brengsek! Kurang ajar! Kamu bilang kamu gak akan melakukan ini selama aku belum siap tapi apa yang kamu lakukan semalam padaku!" ucap Rallyn dengan sudah menangis deras.


"Rallyn, dengar dulu penjelasan aku. Ini tidak seperti yang kamu pikirkan," ucap Jo.


"Ada apa pagi-pagi sudah ribut-ribut?" tanya Bu Reni yang penasaran dengan apa yang terjadi di kamar Jo.


Rallyn dan Jo tak menyahut, mereka berdua sama-sama terdiam karena tidak tahu harus menjawab apa.


Bu Ningrum mengulum bibirnya saat melihat pakaian Rallyn berantakan di lantai, ia berpikir rencananya sudah berhasil.


"Rallyn, kamu kan istrinya Jo tidak usah marah kalau Jo mengambil haknya dari kamu," ucap Bu Ningrum sembari mengelus pundak Rallyn.


Rallyn yang berdiri membelakangi mereka itu hanya diam sambil terus menangis.


Bu Reni menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Bu Ningrum yang langsung mengarah ke sana, meski ia tahu sebenarnya Rallyn marah karena hal itu.


"Mama kenapa?" tanya Alika yang baru bangun tidur dan langsung masuk ke dalam kamar papanya.


"Mama ketakutan lihat kecoa. Alika mandi sama Eyang yuk," ucap Bu Reni sembari berjalan keluar dari kamar Jo.


"Rallyn, Nenek harap kamu jangan marah pada Ashka karena ini memang sudah kewajiban kalian sebagai sepasang suami istri," ucap Bu Ningrum lagi.


"Nenek udahlah, Nenek keluar aja dulu ya lagian Rallyn berteriak bukan karena itu tapi tadi dia melihat kecoa," ucap Jo.

__ADS_1


"Sejak kapan di rumah ini ada kecoa?" tanya Bu Ningrum.


"Mungkin karena Mbak Lela kurang bersih nyapu kamar ini," ucap Jo.


"Hah ya sudah kalau begitu Nenek pikir kalian berantem," ucap Bu Ningrum sembari berjalan keluar dari kamar Jo!


Setelah semua orang keluar dari kamarnya, Jo langsung menutup pintunya dan mengambil ponselnya!


"Jangan menangis, semua sudah terjadi dan semua yang hilang tidak akan kembali lagi," ucap Jo sembari menatap Rallyn yang masih menangis.


Merasa mempunyai bukti bahwa dirinya tak bersalah, sifat jahil Jo pun langsung datang menghampiri dan langsung menggoda Rallyn agar gadis itu marah lagi padanya.


"Dasar munafik, pembohong, kamu jahat, jahat!" ucap Rallyn sembari memukuli Jo dengan tangannya.


"Aku memang jahat, aku sudah mengingkari janjiku. Pukul terus kalau itu bisa membuat kamu bahagia dan bisa membuat keperawanan kamu balik lagi," ucap Jo seolah semalam memang terjadi sesuatu pada mereka.


Rallyn terus memukuli Jo sampai tangannya terasa sakit dan dirinya pun mulai lelah hingga akhirnya Rallyn mendorong tubuh Jo hingga terhempas ke atas tempat tidur!


"Capek?" tanya Jo yang sama sekali tak dihiraukan oleh Rallyn.


"Haaaa!" Rallyn kembali menangis deras sampai mengeluarkan suara.


"Hey-hey, diam nanti mereka pikir aku melakukan kekerasan sama kamu," ucap Jo.


"Aaaa! Kamu emang laki-laki kurang ajar. Aku mau pulang hari ini juga, aku mau kamu kembalikan aku pada orang tuaku," ucap Rallyn.


"Yah, kalau itu mau kamu, aku tidak bisa menahan kamu lagi lagipula semalam aku sudah mendapatkan kamu jadi aku gak rugi kalau pun harus mengembalikan kamu pada orang tuamu," ucap Jo.


"Mandi dulu sana baru aku antar kamu pulang, gak baik keluar rumah dengan keadaan tubuh yang kotor," ucap Jo lagi sembari berjalan keluar dari kamarnya!


Jo tak kuasa, menahan tawanya melihat ekspedisi wajah Rallyn yang sedang marah padanya tapi ia tetap berakting demi melancarkan rencananya.


Setengah jam berlalu, kini Rallyn sudah sudah siap untuk pergi dari rumah itu.


"Alika, hari ini sekolah sama Eyang dulu ya karena Mama lagi gak enak badan," ucap Jo pada Alika sementara Rallyn sejak dari tadi hanya diam dan belum menyapa siapa pun yang ada di dalam rumah itu.


"Iya, Pa. Papa ajak Mama ke dokter ya biar cepat sembuh," ucap Alika.

__ADS_1


"Iya, Sayang kalau gitu Papa pergi sekarang ya," ucap Jo lagi.


Setelah berpamitan Rallyn dan Jo pun langsung pergi meninggalkan rumah!


Selama perjalanan tidak ada sedikit pun obrolan diantara keduanya. Rallyn hanya diam dengan tanpa menoleh pada Jo sedikit pun.


Jo yang memang sedang mengerjai Rallyn, tidak ada niatan untuk memberi tahu semuanya pada Rallyn tentang yang sebenarnya terjadi tadi malam, ia malah sengaja membuat Rallyn semakin marah padanya.


"Ini bukan jalan pulang ke rumahku," ketus Rallyn saat Jo melewati saja belokan jalan yang mengarah ke rumahnya.


"Aku tidak berniat membawa kamu pulang ke rumah orang tuamu," ucap Jo.


"Apa!" Rallyn sedikit berteriak.


"Aku mau bawa kamu ke suatu tempat," sambung Jo.


"Aku tidak mau, turunin aku di sini!" ucap Rallyn sembari memberontak.


"Rallyn, apa yang kamu lakukan? Kita bisa mengalami kecelakaan," ucap Jo.


"Aku tidak perduli," ucap Rallyn sembari mengacaukan stir!


Jo menghentikan mobilnya sekaligus lalu membuka dasinya! Ia mengikat tangan kedua tangan Rallyn agar tidak mengganggunya lagi!


"Apa-apaan sih kamu. Jovanka apa yang kamu lakukan? Lepaskan aku," ucap Rallyn.


"Aku mau menculik kamu memang kamu pikir apa lagi? Semalam tidak cukup jadi aku mau lagi," ucap Jo dengan tenang.


"Aaaa! Tolong! Tolong!" teriak Rallyn.


"Kalau kamu berteriak lagi, aku lakban nih mulut kamu," ucap Jo dengan sedikit membentak Rallyn.


Rallyn langsung terdiam karena takut, dia mulai menangis lagi dengan kepalanya yang tertunduk ke bawah.


"Maaf, Rallyn aku sudah mengerjai kamu. Gimana lagi? Aku suka melihat kamu marah," batin Jo dalam hatinya ia tertawa melihat Rallyn yang saat ini mungkin sedang sangat ketakutan


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2