Penjara Cinta Suami Tua

Penjara Cinta Suami Tua
bab 42 bercocok tanam


__ADS_3

"Rallyn, aku mau cerita sama kamu," ucap Jo yang masih dalam posisi semula.


"Cerita apa?" tanya rallyn yang masih menggenggam tangan Jo.


"Kalila datang lagi setelah lima tahun pergi meninggalkan kami, dia menginginkan kembali seperti dulu," ucap Jo.


"Kalau masih cinta kenapa tidak coba diulang masa-masa itu. Aku tidak mau ada luka setelah kita benar-benar saling mencintai, sebelum terlambat kalau kamu mau kamu boleh balik sama dia dan pulangkan aku pada orang tuaku," ucap Rallyn tanpa ragu.


"Aku tidak bisa karena aku udah terlanjur cinta sama kamu, aku bilang gini karena aku takut kamu cemburu dan marah karena melihat aku dipeluk sama Kalila tadi siang," jelas Jo.


"Cemburu pasti, marah juga ada tapi aku tidak bisa apa-apa karena aku tidak bisa melarang orang untuk mendekati kamu. Istri mana sih yang gak cemburu suaminya dipeluk perempuan lain? Meski kita menikah karena tidak sengaja tapi yang namanya sudah terikat ijab qobul pasti ada rasa cinta dan sayang yang mulai tumbuh dihati kita," ucap Rallyn.


"Davina adalah sahabatnya Kalila, jujur dari dulu dia juga ngejar-ngejar aku tapi gak pernah aku tanggapi. Aku minta sama kamu untuk tidak cemburu pas Davina mendekati aku karena sedikit pun aku tidak mencintai dia," ucap Jo.


"Cobaan istri orang kaya berat ya. Aku harus bersaing dengan perempuan-perempuan cantik yang haus akan cintamu," ucap Rallyn.


"Dimata ku masih cantik kamu. Kamu tentang saja, aku tidak mencintai perempuan dari bentuk tubuhnya dan rupa wajahnya."


"Hmm tapi mantan istri kamu itu cantik banget," ucap Rallyn.


"Cantik, memang dia cantik tapi itu hanya masa lalu sekarang cuma ada kamu."


Rallyn tersenyum dengan mata yang terus tertuju pada wajah Jo.


"Boleh aku mencetak cucu sekarang?" tanya Jo.


Rallyn menatap ke arah bawah dan dia melihat sesuatu sudah menegang di sana.


"Cucu? Nenek jadi alasannya padahal sendirinya yang mau," ucap Rallyn.

__ADS_1


"Aku mohon." Jo mendekatkan wajahnya ke wajah Rallyn lalu mulai mencumbunya, perlahan dia merebahkan tubuh Rallyn hingga mereka kini terbaring di tempat tidur.


Tak ada penolakan dari Rallyn, gadis itu tak bisa menahan hak suaminya lagi karena tak ingin menjadi istri durhaka selain itu juga sentuhan yang diberikan sang suami membuatnya lupa diri dan hanya pasrah saja dengan keadaan.


Cinta yang sudah tumbuh di hatinya membuat dirinya tak melakukan penolakan atau pun melarang Jo mengambil hak nya. Setelah menikah, memang semua yang dimiliki istri adalah milik suaminya begitu pun sebaliknya semua yang ada pada suami adalah milik istri.


Waktu terus berjalan dalam heningnya malam pasangan suami istri itu nampak asyik bercinta hingga saat Jo tiba pada permainan utama, Rallyn memekik kesakitan, tangannya mencengkeram kedua bahu Jo dengan kencang hingga tak disadari kuku panjangnya telah menyebabkan luka di sana.


Sementara itu karena terlalu nikmat, Jo tak merasakan sakit akibat cengkraman sang istri yang ia rasakan saat ini adalah keindahan dan kenikmatan dalam bercinta, Jo terus saja bermain dan tak menghiraukan Rallyn yang sedari tadi sudah merintih kesakitan.


Setengah jam berlalu, Jo sudah selesai dengan permainannya. Dia turun dari atas tubuh Rallyn dengan keringat yang memgasahi seluruh tubuhnya! Rallyn yang merasa lemas itu tak bergerak sedikit pun, dia membiarkan Jo melakukan apa yang dia inginkan setelah selesai dengan aktivitas panas mereka.


"Terima kasih dan maaf," bisik Jo lalu menutup tubuh Rallyn dengan selimut.


Mereka berdua pun perlahan tertidur karena sama-sama merasakan lelah dan letih.


**********


Malam susah semakin larut tapi Davina dan Kalila masih asyik di tempat itu. Dengan bisingnya suara musik dan banyaknya muda-mudi yang nongkrong di tempat itu membuat Kalila dan Davina semakin betah saja di sana.


"La, kamu yakin gak mau sama tuh berondong?" tanya Davina sembari menatap seorang laki-laki tampan yang duduk di sebelah kursi mereka.


"Gila kali kamu, berondong mana ada duitnya? Yang ada kita yang modalin mereka," ucap Kalila sembari memegang gelas minumnya.


"Duit kamu kan banyak, bayar berondong buat senang-senang aja gak akan rugi kali," ucap Davina lagi.


"Ya, banyak tapi aku lagi gak mau main-main, aku mau fokus nyingkirin Rallyn dulu," timpal Kalila lagi.


"Oke, aku selalu mendukung kamu. Semoga berhasil," ucap Davina lalu menenggak minumannya.

__ADS_1


Dua perempuan yang sama-sama mengejar cinta Jovanka itu pun mulai mabuk karena sudah cukup banyak menenggak minuman beralkohol.


"Hai cantik, boleh gabung?" ucap seorang laki-laki yang tadi dimaksud berobat oleh Davina.


"Tentu saja," ucap Davina sedangkan Kalila sudah berada dalam pengaruh minuman itu hanya menatap laki-laki itu dengan tatapan aneh.


"Terima kasih." Laki-laki itu pun duduk di antara Davina dan Kalila.


"Mau minum?" ucapnya lagi.


"Tidak terima kasih," ucap Davina.


"Ashka," gumam Kalila yang mulai melihat wajah Jo dalam diri laki-laki itu.


Kalila meraba dada pemuda itu dan langsung menjatuhkan diri ke dalam pelukan laki-laki itu!


"Aku kangen sekali sama kamu," gumam Kalila kini tangannya terus merayap menyusuri tubuh laki-laki itu.


"Maaf ya, temanku sudah mabuk berat kayaknya," ucap Davina.


Davina berusaha melepaskan tangan Kalila yang terus saja memeluk laki-laki itu.


"Kamu mau bermain denganku? Dijamin layanan ku tidak akan mengecewakan," ucap laki-laki itu.


"Gigolo ternyata," ucap Davina.


"Pekerjaanku memuaskan kalian yang kesepian, untuk pelanggan baru, aku kasih gratis deh," ucap laki-laki itu dengan tangannya yang asyik mengelus rambut Kalila.


"Maaf, kami tidak butuh," ucap Davina sembari berusaha membawa Kalila keluar dari tempat itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2