
Setelah mengemudi selama hampir setengah jam kini, mobil yang dikemudikan oleh Jo mulai memasuki jalanan sepi yang di kiri dan kanannya hanya ada pepohonan dan rerumputan yang menjulang tinggi.
"Mau dibawa kemana aku?" tanya Rallyn.
"Ikut aja nanti juga kamu tahu," ucap Jo dengan senyuman misterius.
"Lepaskan ikatan ini, tanganku kesakitan," ucap Rallyn sembari menggerak-gerakkan tangannya.
"Nanti kalau dilepaskan kamu bikin rusuh, aku gak mau mengalami kecelakaan," ucap Jo.
"Kalau kayak gini jatuhnya aku jadi kayak korban penculikan," gerutu Rallyn.
"Ya anggap saja kamu sedang diculik suami sendiri," ucap Jo lagi.
"Aku tuh heran deh sama kamu, katanya kamu itu suami aku tapi kenapa kamu menyiksa aku kayak gini? Sebenarnya aku mau dibawa kemana?"
"Diam, Istriku yang manis kalau kamu ngoceh terus nanti aku cium nih."
"Aaaaaa! Nyebelin banget sih kamu jadi suami. Dasar duda nyebelin, duda mesum," ucap Rallyn dengan nada kesal.
"Oh ya, Rallyn semalam kan kita baru bercocok tanam. Aku lihat kamu gak kesakitan dibagian bawah sana, memangnya udah gak sakit lagi? Semalam kamu sangat kesakitan pas aku masuk tapi sekarang ... apa mungkin sakitnya langsung hilang?" Jo terus saja menggoda Rallyn, entah mengapa dirinya menjadi suka banget membuat Rallyn marah dan kesal.
Rallyn tak berucap, ia baru ngeh dengan hal itu, mengapa dirinya tidak merasa kesakitan setidaknya walaupun tidak sakit pasti ada rasa-rasa yang aneh dibagian bunga telangnya tapi ia merasa biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa.
"Kita sampai," ucap Jo sembari memperlambat laju mobilnya hingga akhirnya mobilnya terhenti di pinggir sebuah danau.
Jo segera turun dari mobilnya lalu membuka pintu mobil yang satu lagi agar Rallyn bisa keluar!
"Aku akan membawa kamu ke suatu tempat!" Jo langsung memangku tubuh Rallyn tanpa meminta izin terlebih dahulu.
"Hey apa yang kamu lakukan? Aku bisa jalan sendiri," ucap Rallyn yang kini sedang dalam pangkuan Jo.
"Kabur gak nanti? Aku gak mau main kejar-kejaran," ucap Jo tanpa menurunkan tubuh Rallyn dari pangkuannya.
Jo terus berjalan santai menaiki jalan yang sedikit menanjak itu!
__ADS_1
"Gimana mau lari? Tangan aku terikat gini," ucap Rallyn.
"Yang terikat tantan kamu bukan kaki memangnya kamu lari pakai tangan," ucapan Jo.
"Jangan bunuh aku. Aku gak mau mati."
"Siapa yang mau membunuh kamu? Aku gak mau jadi duda lagi, gak mungkin aku membunuh istri sendiri," ucap Jo.
"Kita sampai," ucap Jo sembari menurunkan Rallyn di bawah pohon besar dan rindang itu.
"Wah, di sini indah sekali," gumam Rallyn sembari mengedarkan pandangannya ke sekeliling.
Di bawah pohon dengan beralaskan rerumputan yang hijau dan dihiasi bunga-bunga yang bermekaran di setiap sudut tempat itu membuat Rallyn begitu takjub dengan pesona keindahan tempat yang baru pertama ia datangi itu.
"Kamu suka?" tanya Jo sembari menatap Rallyn.
"Indah sekali," ucap Rallyn tanpa menatap wajah Jo sedikit pun.
"Bukain dong tali ini," sambung Rallyn.
"Apa?" tanya Rallyn sembari mengikuti arahan Jo untuk duduk di sampingnya.
Jo mengambil ponselnya lalu memutar video yang ia rekam semalam.
"Aku hanya ingin kamu tahu bahwa semalam tidak terjadi apa diantara kita. Aku tidak melakukan apa pun sama kamu yang ada kamu yang berusaha memper***a aku," jelas Jo.
"Mana ada," ketus Rallyn.
"Lihat video yang ku rekam ini," ucap Jo sembari memperlihatkan video yang sudah bejalan beberapa detik itu.
"Tidak mungkin," gumam Rallyn saat melihat dirinya yang menyerang Jo dalam video itu.
"Sering-sering aja kamu kayak gitu," ucap Jo.
"Aaaaa! Jangan melihatnya," ucap Rallyn sembari menutup wajah Jo dengan tangannya.
__ADS_1
"Kenapa? Semalam aku sudah melihat semuanya," ucap Jo sambil tertawa.
"Aku malu, aku malu. Gak mungkin kayak gini, kamu pasti sudah mengedit video ini," ucap Rallyn sembari terus menutup wajah Jo.
"Mana ada. Ini asli, kamu yang membuka pakaian kamu sendiri dan kamu yang sudah memaksa aku. Lihat sampai selesai, apa aku ada di sana atau tidak? Satu hal yang harus kamu tahu, semalam aku tidur di kamar tamu," jelas Jo.
"Udah! Udah, aku percaya sama kamu," ucap Rallyn karena tak kuasa menahan malu karena perbuatannya semalam.
Jo menjeda video itu lalu menggenggam ponselnya. "Kamu udah gak marah lagi kan?" tanya Jo dengan tatapan dalam.
Rallyn mengangguk pelan dengan sedikit senyuman di bibirnya.
"Aku buka ya ikatannya." Jo meraih tali yang mengikat tangan Rallyn lalu membukanya.
"Hapus videonya," ucap Rallyn.
"Jangan. Buat aku nonton pas mau tidur," ucap Jo.
"Nggak boleh. Hapus, pokoknya kamu gak boleh liat video itu," ucap Rallyn sembari berusaha merebut handphone itu dari tangan Jo!
"Gak boleh! Gak boleh!" Jo bangkit dari duduknya dan langsung berlari agar Rallyn tidak berhasil mendapatkan ponselnya!
"Awas kamu ya. Aku akan mengejar kamu sampai ke mana pun kamu berlari," ucap Rallyn sambil berlari mengejar Jo!
Mereka pun kejar-kejaran memperebutkan handphone milik Jo yang didalamnya ada rekaman Rallyn yang sedang beraksi tadi malam.
Saat sudah lelah, Rallyn terjatuh karena tersandung akar pohon itu.
"Aduh!" seru Rallyn yang saat itu sudah terduduk di atas rerumputan.
Jo menghentikan langkahnya karena mendengar teriakan Rallyn.
"Rallyn!" Jo langsung berlari menghampiri Rallyn karena khawatir terjadi sesuatu pada Rallyn!
Bersambung
__ADS_1