
"Hai semuanya," ucap Rallyn pada teman-teman kantornya.
"Hai, Lyn baru diomongin udah nongol aja," ucap Alice.
"Kirain gak masuk kantor lagi, kamu. Abis digenjot ya sama Pak Bos?" ucap Julia sambil tersenyum penuh arti.
"His, sembarangan kamu. Mana ada, duda itu gak nakal kok," ucap Rallyn.
"Kita mau makan siang nih," ucap Alice.
"Ya udah kalau gitu kita makan siang bareng," ucap Rallyn dengan gembira.
"Mana bisa, suami kamu gimana?" ucap Julia.
"Bisa dong, Pak Jo biar makan siang barang Pak Arka aja," ucap Rallyn.
"Yakin nih dia gak bakal marah?" ucap Alice.
"Nggak, kalau dia marah biar aku yang tanggungjawab," ucap Rallyn.
Karena rindu, mereka pun langsung pergi dari kantornya menuju restoran yang terdapat di sebrang jalan depan kantor mereka!
"Rallyn!" seru Jo sambil berjalan menghampiri tiga perempuan itu.
Tiga perempuan itu langsung menghentikan langkahnya karena mendengar suara Jo yang memanggil Rallyn.
"Tuh kan dia pasti marah karena kita bawa istri bos keluyuran," ucap Julia.
"Ada apa?" tanya Rallyn.
"Kamu mau pergi sama mereka ya?" tanya Jo.
"Iya, kenapa?" ucap Rallyn lagi.
"Pegang ini." Jo memberikan sebuah kartu ATM dan kartu kredit miliknya. "Nomor pin nya sudah aku kirim lewat chat," sambung Jo.
Rallyn menatap dua kartu itu dan mengembalikannya lagi pada Jo.
"Uang yang kemarin aja masih utuh dan baru mau aku pakai sekarang, simpan aja sama kamu," ucap Rallyn.
"Kamu tuh jadi perempuan irit banget. Belanja sana! Ajak teman-teman kamu bersenang-senang," ucap Jo.
"Iya, nanti hari minggu aja. Aku pasti akan menghabiskan uang kamu dalam ATM itu," ucap Rallyn lagi.
"Hati-hati jalannya jangan sampai kamu lecet karena terjatuh," ucap Jo lagi.
"Iya lagipula tadi aku udah terjatuh," ucap Rallyn sembari berjalan pergi meninggalkan Jo.
"Kalian berdua, jagain istri saya ya!" seru Jo pada kedua teman Rallyn.
"Siap, Pak bos tenang saja," ucap Julia.
"Uuh senengnya punya suami macam Pak Ashka," ucap Alice.
"Biasa aja," ucap Rallyn.
"Emang kamu dikasih duit berapa sampai uangnya belum habis?" tanya Julia penasaran.
__ADS_1
"Iya, aku juga penasaran. Bos ngasih uang jajan berapa sama istrinya," ucap Alice sembari terus berjalan.
"Gak tahu, gak aku hitung tapi jumlahnya banyak," ucap Rallyn.
"Serius kamu?" ucap Julia.
"Sepuluh kali lipat dari gaji kita kayaknya atau mungkin lebih," ucap Rallyn.
"Wah asyik dong hari ini kita ditraktir," ucap Julia lagi.
"Tenang aja, kalian boleh makan sepuasnya," jelas Rallyn.
Di dalam kantor Jo.
"Permisi, Pak," ucap Arka pada Jo.
"Ada apa?" tanya Jo.
"Anda datang terlambat hari ini karena itu kita kehilangan kontrak kerja sama dengan perusahaan Pak Andrew," jelas Arka.
"Saya tahu, maaf," ucap Jo.
Arka menghela napasnya panjang lalu membuangnya kasar.
"Bulan madunya udah selesai kan? Besok ada pertemuan kedua dengan Pak Andrew," jelas Arka.
"Hah, tadi kamu bilang kita sudah kehilangan Pak Andrew," ucap Jo.
"Saya mengatur ulang jadwal pertempuran kita," jelas Arka.
"Yakin ya, gak ada cerita kesiangan lagi gara-gara kecapekan pas malamnya," ucap Arka.
"Iya, kamu pikir saya ngapain kecapekan pas malam hari?"
"Pengantin baru kan? Gadis muda lagi dan udah lima tahun menduda pasti udah lapar banget tuh," ucap Arka.
"Sembarangan kamu. Gadis itu tidak mengizinkan saya untuk mengambil hak saya kalau ada pakaian dalam yang ada gemboknya mungkin dia sudah membelinya dan memakainya," ucap Jo.
Arka tertawa kecil lalu beberapa detik kemudian kembali bersikap profesional.
"Gadis, mungkin masih takut. Sabar aja," ucap Arka dengan sambil menahan tawanya.
"Jangan ketawa. Senang ya liat saya tersiksa," ucap Jo sembari memukul dada Arka dengan berkas yang ada di mejanya.
Karena sudah bekerja lama sebagai asisten Jo, Arka sudah tidak canggung lagi untuk melontarkan kalimat candaan pada bosnya itu dan Jo pun tidak menganggap Arka lebih rendah darinya karena itulah saat sedang senggang mereka terlihat seperti sahabat.
"Udah jam berapa ini, kamu udah makan belum?" ucap Jo.
"Belum, kalau gitu saya ke kantin dulu deh. Isi perut biar gak ngeblank pas kerja nanti," ucap Arka.
"Pergi sana saya juga mau makan di kantin," ucap Jo.
"Dimana Rallyn?" tanya Arka yang baru saja mengurungkan niatnya untuk melangkah pergi.
"Makan sama teman-temannya," jelas Jo.
"Tapi, kenapa gitu?"
__ADS_1
"Udahlah, jangan bawel ayo kita pergi!" Jo beranjak dari duduknya dan langsung berjalan ke luar dari ruangannya!
Di halaman kantor Jo.
Davina baru tiba di sana dengan membawa rantang kecil berisi makanan yang ia masak khusus untuk Jovanka.
Perempuan yang mengaku teman dari mantan istri Jovanka itu berjalan dengan anggun memasuki area kantor Jo!
"Permisi, Pak apa Ashka ada di tempatnya?" tanya Davina pada seorang satpam yang bertugas menjaga keamanan di kantor tersebut.
"Ada, Mbak masuk saja," ucap satpam itu.
Davina pun langsung masuk ke dalam dan kebetulan sekali mereka bertemu saat Jo sedang berjalan menuju kantin di kantornya itu.
"Hai Ashka!" Davina langsung berjalan sembari menebar senyuman mempesona.
"Davina, sedang apa kamu di sini?" tanya Jo.
"Calon istri kedua tuh," ucap Arka lalu segera meninggalkan bosnya di sana.
"Arka! Arka!" seru Jo namun dengan suara pelan.
"Sial tuh anak, bukannya menjauhkan Davina malah ngatain calon istri kedua," batin Jo.
"Ashka, kamu pasti belum makan. Ini aku bawain makanan untuk kamu makan siang," ucap Davina.
"Terima kasih, Davina tapi aku belum mau makan," ucap Jo.
"Hey jangan bilang begitu nanti kalau kamu sakit aku bisa khawatir," ucap Davina lagi.
"Davina, tolong. Aku takut istri aku melihat kamu kayak gini," ucap Jo lagi.
"Memang itu yang aku mau," batin Davina sembari menggelendoti Jo.
"Davina lepaskan aku, menjauh dariku!" Jo berusaha melepaskan tangan Davina yang merayap di dadanya.
Davina tersenyum lalu menarik Jo ke kursi yang ada di sana!
"Makan dulu, aku yakin istri kamu gak akan marah karena yang aku lakukan ini adalah hal yang baik untuk kamu," ucap Davina.
Dengan penuh percaya diri Davina membuka rantang berisi makanan itu dan mulai menyendok makanan itu.
"Makan dulu, Ashka," ucap Davina sembari menyodorkan sendok berisi makanan ke mulut Jo.
"Sudah aku bilang aku tidak mau," ucap Jo.
"Ayo, Ashka jangan kayak anak kecil," ucap Davina lagi sembari terus menyodorkan sendok itu ke mulut Jo.
"Jo," ucap Rallyn yang tiba-tiba ada di sana.
Rallyn menatap Jo dan Davina dengan mulut yang terbungkam.
"R_Rallyn," ucap Jo yang terkejut saat melihat Rallyn di sana.
Sementara itu Davina tersenyum penuh kemenangan, ia berpikir bahwa saat itu adalah awal dari kehancuran rumah tangga Jo dan Rallyn.
Bersambung
__ADS_1