Penjara Cinta Suami Tua

Penjara Cinta Suami Tua
bab 51 kejujuran Jo


__ADS_3

Satu minggu setelah kejadian hari itu, Rallyn masih berpura-pura tidak mengetahui perbuatan Jo, dirinya masih menunggu kejujuran suaminya itu. Bukan dirinya merasa bahwa dirinya kuat dan mampu melewati semua kemungkinan terburuknya tapi dirinya mencoba berpikir positif L, mungkin suaminya tidak ingin membuatnya cemburu. Karena itulah Jo tidak mengatakan bahwa dirinya akan mengajak Alika bertemu dengan Kalila.


Siang ini Rallyn berencana datang ke kantor Jo untuk mengajaknya makan siang bersama. Setelah Alika pulang sekolah dirinya akan langsung pergi menemui Jo.


Di sekolah Alika.


Seperti biasa, Rallyn akan duduk menunggu Alika di kursi taman yang tidak jauh dari kelas Alika. Dia memang tidak suka berkumpul dengan para, ibu-ibu lainnya karena obrolan mereka tidak pernah nyambung.


Rallyn yang masih termasuk anak ABG itu belum mengerti dengan obrolan ibu-ibu yang biasanya menceritakan tentang keseharian mereka dan harga bahan pokok. Rallyn lebih suka menyendiri dengan ditemani oleh ponsel canggihnya.


"Duh ibu sambung yang malang. Lagi nunggu Alika ya?" tanya Kalila yang tiba-tiba datang ke sekolah Alika.


Rallyn yang sedang fokus pada layar ponselnya pun mengalihkan pandangannya menatap Kalila. "Kalila?" ucap Rallyn penuh tanya.


"Aku datang untuk menjemput anakku. Kamu pulang saja sana!" titah Kalila.


"Dia pergi dari rumah bersamaku dan akan pulang bersamaku lagi. Lebih baik kamu yang pergi," ucap Rallyn.


"Alika itu anakku. Kamu tidak ada hak atas dia," sungut Kalila.


"Kamu mengakuinya sebagai anak? Lalu di mana kamu selama lima tahun ke belakang? Kalau kamu memang ibunya Alika, kenapa kamu baru hadir setelah usianya lima tahun?" tanya Rallyn.


Kalila terdiam. Dia tak mempunyai jawaban atas apa yang ditanyakan oleh Rallyn, tidak mungkin dirinya mengatakan bahwa dirinya ingin kembali karena Jo sudah kaya lagi.


"Aahka dan Alika adalah milikku. Kamu tidak berhak ada di posisi sekarang ini," ucap Kalila.


"Jangan menguji kesabaranku. Pergilah atau aku akan memaksa kamu pergi," ucap Rallyn dengan sedikit mengeraskan suaranya.


"Aku tidak mau. Aku ibunya Alika dan aku akan membawanya pulang." Bukannya pergi, Kalila malah duduk di kursi yang tadi diduduki oleh Rallyn.


Rallyn yang sudah kesal, mengepakkan tangannya lalu dengan sekuat tenaga dia menarik Kalila dan membawanya keluar dari area taman sekolah itu. Rallyn bukanlah perempuan lemah yang terima apa yang orang lain lakukan padanya, Rallyn yang manja pada orang tuanya tidak membuatnya lemah terhadap orang lain.


"Aw! Aduh. Rallyn apa yang kamu lakukan? Aduh dasar kampungan!" seru Kalila yang saat itu masih dalam cengkraman Rallyn.

__ADS_1


"Pergi atau aku buat kamu menyesal," ucap Rallyn sembari melepaskan cengkeramannya dari Kalila.


"Awas kamu ya. Aku akan merebut Ashka darimu dan kamu akan dibuang begitu saja layaknya sampah!" seru Kalila lalu pergi dari sana.


Ibu-ibu lain yang melihat kejadian itu pun langsung menghampiri Rallyn dan berusaha menenangkan Rallyn. Mendengar perkataan Kalila, membuat mereka tahu bahwa Kalila bukanlah orang baik-baik.


"Rallyn, kamu gak apa-apa?" ucap salah satu ibu yang sudah mengenal Rallyn.


"Tidak, Bu. Saya tidak apa-apa, maaf mengganggu kalian," sahut Rallyn.


"Perempuan seperti dia memang harus dikasari. Berani-beraninya dia bilang mau merebut suami orang," ucap ibu yang lain.


Rallyn hanya tersenyum tipis mendengar dan mendapat dukungan dari mereka. Kebanyakan perempuan memang membenci sesama perempuan yang jahat yang namanya biasa disebut pelakor.


Para ibu-ibu bahkan bisa menyerang si pelakor meski mereka tidak mengenal korban dan si pelakor itu sendiri. Biasanya mereka ikut marah kalau mendengar ada orang yang suaminya diambil pelakor.


*******


Waktu terus berjalan dengan semestinya. Setelah mengantarkan Alika pulang ke rumah, Rallyn langsung berpamitan pada Bu Reni dan Bu Ningrum hendak pergi menemui Jo di kantor.


"Lyn, tumben ke sini?" tanya Alice yang melihat Rallyn berjalan memasuki kantor itu.


"Hai. Udah pada mau istirahat ya?" tanya Rallyn sembari melihat jam di tangannya.


"Iya, nih. Mau ikut makan siang?" tanya Julia pada Rallyn.


"Nanti dulu, deh. Aku mau ketemu Jo," sahut Rallyn.


"Pepet terus, jangan biarkan mantan istrinya masuk lagi ke kehidupan Pak Ashka. Kita dukung kamu sepenuhnya," ucap Alice.


"Apaan, sih kamu. Biasa aja kali, aku duluan ya," ucap Rallyn lalu melangkahkan kakinya menuju arah ruangan sang suami berada. Sementara itu Alice dan Julia langsung berjalan menuju kantin.


Setibanya di depan pintu ruangan Jo. Rallyn langsung membuka pintu itu tanpa mengetuknya terlebih dahulu. Alangkah terkejutnya dia saat melihat Kalila yang bergelayut manja dalam pangkuan Jo.

__ADS_1


"Mas," gumam Rallyn dengan tatapan yang terus tertuju pada Jo dan Kalila.


Air matanya keluar deras dari pelupuknya, Rallyn tak dapat menahan kesedihannya saat melihat suaminya sedang memanjakan perempuan lain. Sesak yang beberapa hari lalu dia rasakan kembali hadir mrnghujam hatinya. Sakit itu kembali dirasakannya kala melihat pemandangan yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya.


"Rallyn." Jo langsung menyingkirkan Kalila dari pangkuannya lalu berjalan dengan sedikit berlari menghampiri Rallyn.


"Aku mau pulang ke rumah orang tuaku," ucap Rallyn sebelum Jo mengucapkan sesuatu padanya.


Rallyn seger berlari meninggalkan ruangan itu. Dirinya tak bisa bertahan lebih lama lagi dalam kondisi seperti itu.


"Rallyn, tunggu!" seru Jo sembari mengejar Rallyn.


"Ashka, udahlah. Biarkan dia pergi," ucap Kalila sembari menahan tangan Jo.


"Lepaskan aku Kalila." Jo melepaskannya pegangan Kalila dari tangannya lalu kembali mengejar Rallyn.


Kalila membiarkan Jo pergi, dia menatap ke arah Jo dan Rallyn, sebuah senyuman penuh kemenangan pun terukir di bibirnya. Kalila merasa dirinya sudah menang karena berhasil membuat Rallyn mengetahui aksinya dengan Jo hingga membuat Rallyn marah.


"Sampai kapan kamu akan bertahan, Rallyn? Ashka sudah bilang sama aku kalau dia masih mencintai aku. Siap-siap aja untuk hengkang dari rumah mewah yang seharusnya aku yang menempatinya," batin Kalila dengan senyuman licik.


"Rallyn tunggu aku." Jo berhasil menyusul Rallyn dan langsung menarik tangannya agar Rallyn menghentikan langkahnya.


"Apa lagi hah! Aku tidak bisa begini. Pulangkan saja aku pada orang tuaku," ucap Rallyn yang sudah menangis deras.


"Tidak akan. Aku mencintai kamu, sampai kapan pun aku tidak akan mengembalikan kamu pada ayah dan ibumu," sahut Jo sambil terus menahan tangan Rallyn agar tak bisa lari darinya.


"Kalau gitu jauhi Kalila," pinta Rallyn.


"Tidak bisa. Aku juga mencintainya," ucap Jo dengan jujur.


Mendengar pernyataan Jo yang pertama berhasil membuat Rallyn sedikit ada harapan tapi mendengar pengakuan kedua, Rallyn merasa sudah tidak ada lagi yang harus dipertahankan. Keputusan Rallyn untuk pergi sudah bulat, dirinya tak ingin hidup dalam cinta yang bercabang dua.


"Ceraikan aku. Aku kalah dalam hubungan ini tapi aku tidak menyesal karena aku ada dalam jalan yang benar," ucap Rallyn lalu mebarik tangannya dengan keras hingga terlepas dari genggaman Jo.

__ADS_1


Rallyn langsung menyetop taksi yang kebetulan lewat di sana dan langsung menaiki taksi itu setelah berhenti di depannya. Rallyn langsung meminta sopir taksi itu melaju meski Jo berusaha menghentikannya untuk pergi.


Bersambung


__ADS_2