
"Rallyn!" Jo langsung membantu Rallyn untuk berdiri.
"Ada yang sakit atau luka?" tanya Jo lagi.
Rallyn hanya terdiam dan sedetik kemudian ia mengambil ponsel Jo dari saku jas nya! "Dapat!" Rallyn langsung berlari menjauh dari Jo.
Rallyn sengaja pura-pura terjatuh agar Jo menghampirinya dan dirinya tidak perlu capek-capek mengejar Jo yang larinya tidak mungkin bisa ia kejar itu.
"Hey, kamu curang!" Jo kembali berlari mengejar Rallyn!
Rallyn yang tidak bisa berlari kencang itu pun dapat disusul oleh Jo, Jo meraih tangan Rallyn dan menahannya.
Rallyn berhenti tiba-tiba yang akhirnya mereka saling bertabrakan satu sama lain dan mereka pun terjatuh berguling-guling di atas rerumputan itu karena Jo kehilangan keseimbangan saat terhantam tubuh Rallyn.
"Aaaaa!" teriak Rallyn karena tekejut.
Di tempat yang sedikit miring itu mereka terus berguling ke tempat yang lebih datar, Jo terus memeluk Rallyn sampai akhirnya mereka berhenti berguling saat sudah berada di dataran rendah.
Mereka berhenti berguling tepat di bawah rerumputan yang tumbuh tinggi dengan posisi Rallyn menindih tubuh Jo.
Mereka saling bertatapan dalam waktu beberapa detik setelah itu Rallyn mengingat ponsel Jo yang masih aman dalam genggamannya.
Rallyn segera menyalakan ponsel itu tapi tidak berpindah tempat dari atas tubuh Jo sedangkan Jo tak ada niatan untuk protes karena menurutnya itu adalah keberuntungannya.
"Iih, handphonenya pakai kata sandi," ucap Rallyn kesal.
Jo hanya tersenyum, tangan kanannya berbuat nakal dan terus asyik menempel dibagian pinggul Rallyn.
"Kata sandinya apa? Aku mau menghapus videonya," ucap Rallyn lagi.
"Cium dulu di sini," ucap Jo sembari menempelkan jari telunjuk tangan kirinya di bibirnya.
"Gak mau," ucap Rallyn lalu memukul dada Jo!
"Ya udah kalau gak mau," ucap Jo.
"Katakan apa kata sandinya!"
"Kabulkan dulu permintaan aku lagipula aku sudah berbaik hati karena semalam tidak melakukan sesuatu yang bisa membuat kamu hamil," ucap Jo lagi.
Rallyn mengerucutkan bibirnya lalu mencium bibir Jo sekilas.
__ADS_1
"Bukan ciuman yang seperti itu, aku maunya yang seperti semalam. Kamu masih ingat kan gimana caranya?"
"Dasar mesum. Barusan udah, ayo cepat katakan apa kata sandinya."
"Coba kamu ketik nama kamu," ucap Jo sembari meletakkan tangannya di pinggang Rallyn.
Rallyn baru ngeh dengan posisi dirinya saat ini, ia langsung bergerak turun dari atas tubuhnya Jo saat sadar dan merasakan tangan Jo di pinggangnya!
"Kenapa pindah? Aku suka kamu di sini," ucap Jo.
"Ih kamu cari kesempatan mulu," ucap Rallyn yang sekarang sudah duduk di samping Jo.
Jo tersenyum lalu ikut duduk di sana.
"Kata sandinya nama aku," ucap Rallyn.
"Handphone nya udah kebuka itu artinya kata sandinya nama kamu," ucap Jo.
Rallyn langsung membuka galeri dalam ponsel Jo dan langsung mencari video itu.
"Kenapa banyak sekali fotoku di sini?" ucap Rallyn.
"Aku mencurinya saat kamu lengah. Aku memotret kamu saat aku sedang memperhatikan kamu," jelas Jo.
Setelah menemukan video itu, Rallyn pun langsung menghapus video itu tapi tidak dengan foto-foto yang ia temukan.
"Ini, sudah aku hapus," ucap Rallyn sembari memberikan ponsel itu pada Jo.
"Aku memang suka sedikit jahil tapi untuk melakukan sesuatu yang tidak kamu perbolehkan, aku tidak akan melakukannya hanya saja saat sedang berdua dengan kamu apa lagi di dalam kamar aku sering merasakan sesuatu yang aneh, tangan ini selalu ingin merayap ke tempat-tempat yang tidak seharusnya. Maaf ya," ucap Jo setelah mengambil ponselnya dari tangan Rallyn.
"Seharusnya aku yang minta maaf karena belum bisa menjadi istri yang baik," ucap Rallyn.
"Kamu sudah cukup baik untuk aku. Kamu bisa membuat Alika bahagia dan selalu berhasil membuat orang-orang di rumahku bahagia termasuk aku," ucap Jo.
Rallyn tersenyum lalu mendorong tubuh Jo yang terus mendekat padanya! "Hati-hati," ucapnya.
"Aku boleh bertanya?" ucap Jo.
"Tanya saja," ucap Rallyn.
"Setelah semua yang kita lalui selama ini, apa kamu masih ingin pergi dariku? Apa kamu tetap tidak ingin mempertahankan pernikahan ini?" tanya Jo.
__ADS_1
Rallyn terdiam lalu menundukkan kepalanya.
"Kalau kamu tetap tidak mau mempertahankan pernikahan kita, aku bisa mengabulkan permintaan kamu. Aku tidak mungkin memaksakan kehendak ku, jujur aku sudah mencintai kamu tapi kalau cintaku ini menyiksamu, aku tidak mau. Aku tidak mau membuat cintaku menyiksa orang yang aku sayangi," ucap Jo panjang lebar.
"Aku sedang berusaha mencintai kamu, tidak usah pikirkan ucapan ku yang selalu minta pisah. Aku sadar ternyata aku salah dengan meminta perpisahan. Maafkan aku yang belum bisa memberikan hak kamu sebagai suami," ucap Rallyn.
"Tidak. Aku sudah mendapatkan hak aku sebagai suami meski belum sepenuhnya, aku akan menunggu sampai kamu siap. Aku tahu perawan pasti punya rasa ketakutan yang berlebihan untuk melakukan itu," ucap Jo dengan sedikit tertawa.
"Kamu terlalu nakal untuk ukuran suami kalem. Di luarnya aja kalem ternyata aslinya tidak," ucap Rallyn yang mulai tersenyum.
"Sekarang kita pacaran dulu ya. Kamu mau kan pacaran sama aku?"
"Dih, udah sah menikah kok baru nembak." Rallyn tertawa sembari menjadikan bahu Jo sebagai penopang kepalanya.
Jo tersenyum lalu melingkarkan tangannya di bahu Rallyn.
"Mulai sekarang kita pacaran sambil membina rumah tangga. Kamu tahu kan orang pacaran seperti apa?" tanya Jo.
"Aku belum pernah pacaran sebelumnya tapi aku tahu bagaimana berpacaran," ucap Rallyn.
"Boleh mencium, boleh meraba, boleh meremas tapi tidak boleh masuk gawang," ucap Jo dengan tatapan mata jahil.
"Apa maksudnya? Orang pacaran cuma boleh pegangan tangan," ucap Rallyn.
"Itu pacaran sebelum menikah, kita kan pacaran setelah menikah jadi, peraturannya beda karena dalam nafkah pun berbeda jika sebelum menikah kebutuhan si cewek tidak ditanggung sepenuhnya oleh si laki-laki sedangkan setelah menikah kebutuhan si cewek sepenuhnya menjadi tanggungjawab si laki-laki," ucapan Jo lagi.
"Kalau gitu kamu yang untung dong," ucap Rallyn.
"Ya nggak gitu juga. Sebenarnya sama-sama menguntungkan, kamu enak aku puas," ucap Jo lagi.
Rallyn terdiam lagi kali ini ia tetap menatap Jo dengan tatapan penuh arti.
"Sekarang gini aja, aku tidak akan sampai pada tempat yang kamu larang. Area mana saja yang gak boleh aku datangi?" tanya Jo.
"Di sini, sini dan ini," ucap Rallyn sembari menunjuk bibir, dada dan area bawahnya.
"Kalau itu sama aja aku gak bisa bersenang-senang. Apa gunanya bernegosiasi," ucap Jo.
"Terus kamu mau nya apa?"
"Yang atas aja deh sama yang tengah itu juga karena udah terlanjur aja. Semalam aku udah bermain di sana meski sebenarnya udah melihat keindahan di bawah sana," ucap Jo.
__ADS_1
"Aaaa! Udah-udah jangan bahas itu lagi." Rallyn merasa malu karena Jo ternyata sudah melihat seluruh harta berharga miliknya.
Bersambung