Penjara Cinta Suami Tua

Penjara Cinta Suami Tua
bab 8 kehebohan di kantor


__ADS_3

Rallyn membuka matanya lebar-lebar saat melihat sosok Jo yang masuk ke dalam ruangan itu.


"Dia? Gak mungkin dia pemilik perusahaan ini," batin Rallyn. "Lagipula namanya adalah Jo ... Jo siapa sih yang pasti pemilik perusahaan ini namanya Pak Ashka bukan Jo," sambung Rallyn masih dalam hatinya.


"Selamat pagi semuanya perkenalkan saya adalah Jovanka Ashkara selalu pemilik perusahaan ini. Untuk karyawan baru selamat bergabung di perusahaan kami semoga betah dan saling menguntungkan," ucap Jo.


"Saya ingin mengundurkan diri dari sini," ucap Rallyn tanpa pikir panjang.


Perkataan Rallyn mengejutkan semua orang di sana termasuk Alice.


"Rallyn, kamu yakin? Bekerja di sini adalah impian kamu dan impian semua orang tentunya," ucap Alice.


"Kamu tidak bisa mengundurkan diri begitu saja. Dalam surat kontrak yang sudah kamu tandatangani tertulis bahwa kamu tidak boleh mengundurkan diri sebelum enam bulan bekerja jika kamu tetap ingin mengundurkan diri kamu harus mengganti rugi sebesar dua kali lipat uang yang sudah kami keluarkan untuk menggaji kamu dan semua kebutuhan yang sudah dikeluarkan untuk kamu," ucap asistennya Jo.


"Kamu sengaja kan ingin menjebak aku agar aku tidak bisa jauh dari kamu? Hah kenapa dunia ini sangat sempit bisa-bisanya kamu adalah pemilik perusahaan ini," oceh Rallyn pada Jo.


Semua orang yang ada di dalam ruangan itu menatap Rallyn dengan tatapan tak percaya. Bagaimana bisa seorang karyawan biasa memaki sang pemilik perusahaan.


Jo masih terdiam dan membiarkan gadis itu mengeluarkan semua uneg-unegnya.


"Rallyn! Kamu sadar gak sih sedang bicara sama siapa? Dia itu bos kita," ucap seorang karyawan lama di sana.


"Aku tidak perduli!" Rallyn berjalan hendak keluar dari ruangan itu tapi langkahnya dihentikan oleh Jo.


"Apa? Kenapa kamu menarik tanganku? Kamu ke sini untuk berkenalan kan, kita sudah kenal jadi aku rasa kita tidak perlu berkenalan lagi," ucap Rallyn sembari berusaha menarik tangannya yang saat itu sedang dalam genggaman Jo.


"Selain itu aku mau bicara yang lainnya juga jadi, kamu tidak boleh pergi dari sini," ucap Jo pada Rallyn.

__ADS_1


"Maaf semuanya sepertinya terjadi keributan kecil tak terduga," ucap asistennya Jo.


"Maaf, Pak teman saya sudah membuat keributan. Saya tidak tahu masalahnya apa tapi saya janji Rallyn tidak akan membuat masalah lagi," ucap Alice setelah mengumpulkan keberaniannya.


"Saya ingin mengenalkan seseorang pada kalian semua," ucap Jo.


Semua orang di sana pun langsung menyimak perkataan Jo sedangkan Rallyn hanya berdiri dengan rasa kesal yang melanda hatinya.


"Perkenalkan dia adalah Rallyn Raihan. Dia adalah istri saya," ucap Jo.


Semua orang terkejut termasuk Rallyn. Untuk sesaat hanya ada keheningan di ruangan itu tapi setelah satu detik kemudian Rallyn menarik tangannya dan keluar dari ruangan itu dengan rasa marah bercampur sedih!


"Apa? J_jadi yang dimaksud oleh Rallyn, si duda tua itu adalah Pak Ashka," batin Alice.


"Rallyn! Rallyn tunggu!" ucap asistennya Jo sembari berusaha mengejar Rallyn.


Arka mengangguk meski dirinya sendiri masih merasakan kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi pagi itu.


"Ya semuanya! Pertemuan hari ini selesai silahkan bekerja di tempat masing-masing," ucap Arka.


"Pak! Kapan mereka menikah? Tiba-tiba ngenalin istri aja padahal saya sudah lama mengincar Pak Ashka," ucap salah satu karyawan perempuan yang memang sudah dekat dengan Arka.


"Jangan tanya saya karena saya tidak tahu," ucap Arka.


Di halaman kantor itu. Rallyn berdiri sembari memandang jalan raya yang terdapat di depannya.


"Kamu kenapa menangis? Bukankah bagus kalau mereka tahu kamu adalah istriku, mereka tidak akan berbuat sesuatu padamu dan tidak akan ada yang berani me nyuruh-nyuruh kamu," ucap Jo pada Rallyn.

__ADS_1


"Kenapa sih kamu gak ceraikan aku aja? Kita tuh tidak pantas menjadi pasangan suami istri. Aku baru berusia dua puluh sedangkan kamu hampir empat puluh, aku tuh cocoknya jadi anak kamu tahu gak?" ucap Rallyn.


"Itu menurut kamu beda dengan pandangan aku. Kamu sudah dewasa cobalah berpikir dengan kepala tenang, pernikahan bukanlah sesuatu hal untuk dipermainkan. Cobalah mengerti itu," ucap Jo.


"Tapi aku tidak mau menikah, aku masih ingin menghabiskan waktu bersama teman-temanku bukan bersama suami atau anak-anak," ucap Rallyn.


"Siapa yang akan mengurung kamu dalam penjara rumah tangga hah? Aku tidak pernah mengatakan kalau kamu harus selalu ada di rumah dan mengurus anak aku dan semua kebutuhan aku, aku hanya minta agar kamu berusaha untuk menerima pernikahan ini. Kamu pikir aku tidak stres dengan pernikahan ini? Aku juga sama, aku syok karena tiba-tiba harus menikah dengan orang yang tidak aku kenali, aku juga tidak bisa menerima kenyataan ini tapi apa salahnya kita sama-sama mencoba menumbuhkan cinta diantara kita. Apa salahnya kita sama-sama memulai hidup baru dan menciptakan kisah baru. Aku tahu kamu tidak mencintai aku karena aku juga tidak mencintai kamu, ayo kita berjuang bersama demi kehidupan yang lebih baik lagi, aku mohon berikan kesempatan untuk aku, untuk kamu untuk kita sama-sama mempertahankan pernikahan yang tiba-tiba ini," ucap Jo panjang lebar.


Rallyn hanya diam dan hanya menundukkan kepalanya. Yang dikatakan oleh Jo menang benar mereka sama-sama tidak saling mengenal apa lagi saling mencintai. Bukan salahnya dan bukan salah Jo juga atas pernikahan yang terjadi pada mereka.


Karena rasa tidak terima dengan keadaannya sekarang, ia malah terus menyalahkan Jo padahal ia sendiri tahu kalau semua terjadi karena kecelakaan dan sama sekali tidak ada unsur kesengajaan.


"Maafkan aku," lirih Rallyn.


"Tidak usah minta maaf. Kamu tidak bersalah," ucap Jo.


"Sekarang aku harus apa? Mereka semua sudah tahu bahwa aku ini adalah istri kamu padahal aku tidak ingin mereka tahu," ucap Rallyn.


"Terserah apa mau kamu. Kalau kamu masih ingin bekerja di sini, kamu bisa menggantikan posisi Arka tapi kalau tidak terserah kamu maunya gimana."


"Aku mau kehidupan yang seperti biasa, aku tidak mau menggantikan posisi Arka, aku mau menjadi karyawan biasa saja," ucap Rallyn.


"Di posisi sekarang?" ucap Jo.


"Ya," sahut Rallyn singkat.


"Aku tidak akan memaksa dan tidak akan mengatur hidup kamu meski di sini aku adalah bos kamu dan di rumah aku adalah suami kamu. Kamu bebas melakukan apa yang kamu mau bersama teman-temanmu tapi aku minta agar kamu menerima pernikahan kita," ucap Jo.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2