Penjara Cinta Suami Tua

Penjara Cinta Suami Tua
bab 38 cemburu


__ADS_3

"Jo," batin Rallyn saat melihat seorang wanita tengah memeluk sang suami dengan begitu erat.


Rallyn terus menatap ke arah Jo dan Kalila dengan tangan yang terus menggenggam tangan Alika.


"Aduh, Mama kenapa megangin Alika kenceng banget? Tangan Alika sakit," ucap Alika yang tidak melihat kelakuan papanya di sana.


Rallyn segera melepaskan tangan Alika dari genggamannya! "Maaf, maaf, Sayang. Mama gak sengaja," ucap Rallyn.


Karena terbakar cemburu tanpa sadar Rallyn meremas jemari kecil Alika.


Di depan pintu masuk kantor Jo.


Kalila masih asyik memeluk tubun Jo dan Jo pun hanya berdiri mematung merasakan pelukan Kalila yang sudah lama tak pernah ia rasakan lagi.


"Ashka, aku kangen banget sama kamu," ucap Kalila.


Jo masih terdiam, ia baru sadar bahwa Rallyn tengah memperhatikannya di pinggir jalan sana.


Dengan cepat Jo melepaskan pelukan Kalila dan berjalan menghampiri Rallyn dan Alika!


"Rallyn, kamu di sini? Kenapa hanya berdiri di sini? Ayo masuk," ucap Jo sembari terus berjalan menghampiri Rallyn sementara Kalila masih berdiri di tempat semula sembari menatap Rallyn dan Alika.


"Papa, itu siapa yang sama papa?" tanya Alika yang kini sudah berada dalam pangkuan Jo.


"Dia ... dia rekan bisnis papa," ucap Jo setelah merasa kebingungan mau berkata apa.


"Ayo jalan, Istriku yang manis," ucap Jo pada Rallyn karena Rallyn hanya berdiri meski Jo sudah melangkah.


Dengan tanpa kata, Rallyn melangkah membuntuti Jo dari belakang!


"Ashka, ini pasti anak kita," ucap Kalila sembari berusaha meraih tubuh Alika.


Jo hanya diam dan membiarkan Kalila mengusap dan mencium Alika.


"Siapa lagi perempuan itu? Berani sekali dia memeluk Jo di hadapan umum," batin Rallyn.


"Aku kangen banget sama kamu, Ashka." Kalila kembali memeluk Jo dan juga Alika tanpa menghiraukan orang-orang disekitarnya.


"Kangen? Itu artinya mereka sebelumnya saling mengenal," batin Rallyn lagi.


"Kalila. Kalila lepaskan aku," ucap Jo sembari berusaha melepaskan tangan Kalila yang melingkar di tubuhnya.


"Kenapa, Ashka? Kamu tidak kangen juga sama aku?" ucap Kalila.


"Perkenalkan, ini Rallyn istri aku," ucap Jo sembari menggenggam tangan Rallyn.


Kalila tersenyum sinis lalu menatap Rallyn dari atas sampai bawah dengan tatapan merendahkannya.


"Yang benar saja kamu nikah sama anak dibawah umur," ucap Kalila dengan tanpa mengalihkan pandangannya dari Rallyn.

__ADS_1


"Aku mau kita kembali seperti dulu," ucap Kalila pada Jo.


"Maaf, kamu siapa?" tanya Rallyn dengan tanpa ekspresi apa pun.


"Perkenalkan, aku Kalila. Istrinya Ashka," ucap Kalila penuh percaya diri.


"Kalila, kamu apaan sih? Kita sudah selesai," ucap Jo.


"Oh istrinya Pak Ashka," ucap Rallyn dengan begitu santainya.


"Sayangnya di sini tidak ada orang yang bernama Ashka mungkin kamu salah orang. Silahkan pergi dari sini dan jangan pernah kembali lagi," ucap Rallyn dengan tegas.


"Kurang ajar kamu ya, ngusir-ngusir aku. Memang kamu siapa hah!" ucap Kalila yang tidak terima diusir begitu saja oleh Rallyn.


"Saya adalah Nyonya Jovanka Ashkara, saya punya hak mutlak untuk mengusir siapa saja yang tidak saya inginkan keberadaannya di sini, di kantor ini," jelas Rallyn.


"Ayo Rallyn, jangan ladeni dia," ucap Jo sembari menggandeng Rallyn.


Tak ingin ada keributan diantara Rallyn dan Kalila, Jo pun segera membawa Rallyn masuk ke dalam kantornya dan meninggalkan Kalila di sana!


"Awas kamu gadis ingusan. Kamu gak akan bertahan lama jadi istrinya Ashka, aku yang mengalami kesusahan bersama Ashka dan setelah dia kaya lagi, kamu yang menikmatinya. Enak saja kamu, lihat saja apa yang bisa aku lakukan untuk memberimu pelajaran," batin Kalila.


Di dalam kantor.


Rallyn masih mengunci mulutnya rapat-rapat, dia masih kesal pada Jo yang membiarkan perempuan itu memeluknya sebanyak dua kali.


"Pa, mungkin Mama sariawan makanya irit bicara," ucap Alika yang tidak mengerti apa-apa.


"Tidak, Sayang, Mama baik-baik saja," ucap Rallyn pada Alika.


"Kenapa Mama hanya diam saat Papa bertanya?" tanya Alika.


"Mama hanya ingin diam, Mama bosan ditanya terus sama Papa kamu," ucap Rallyn.


"Alika Sayang, kamu main sebentar ya sama Om Arka," ucap Jo sembari berlutut di hadapan Alika.


"Papa mau bicara berdua dengan Mama . Sebentar saja," sambung Jo.


"Oke deh lagipula aku juga udah kangen sama Om Arka," ucap Alika sembari berjalan menuju pintu keluar.


"Ka, tolong ajak Alika sebentar," ucap Jo setelah menemui Arka.


"Siap, Pak," sahut Arka.


Setelah itu Jo langsung masuk lagi ke dalam ruangannya dan tak lupa menutup pintunya.


"Kenapa hemm? Kamu cemburu?" tanya Jo sembari berjalan mendekati Rallyn.


"Nggak, kepedean banget kamu," sahut Rallyn dengan malas padahal sebenarnya ia memang cemburu.

__ADS_1


"Gak cemburu kok cemberut gitu," ucap Jo yang kini sudah duduk di samping Rallyn.


"Aku gak tahu dia datang dari mana. Tiba-tiba dia memeluk aku dan aku kaget 'lah mendapatkan perlakuan seperti itu darinya," jelas Jo.


"Aku tidak bertanya, ngapain harus menjelaskan," ucap Rallyn cuek.


"Aku hanya ingin kamu tahu kalau aku tidak ada apa-apa dengannya," ucap Jo lagi.


"Tidak ada apa-apa tapi dipeluk diam aja. Kalau tadi gak ada aku mungkin kalian udah jalan berdua melampiaskan kerinduan yang mungkin sudah lama terpendam," ucap Rallyn.


Jo terdiam, ia merasa heran mengapa Rallyn bisa tahu isi hatinya. Sebenarnya memang dirinya sangat merindukan Kalila bahkan ia sendiri tidak begitu yakin cinta untuk Kalila sudah benar-benar hilang atau belum di hatinya.


"Terdiam, itu artinya iya." Rallyn beranjak dari duduknya dan bersiap untuk pergi.


Jo bangkit dari duduknya dan langsung memeluk Rallyn dari belakang!


"Hey, mau kemana? Kamu cemburu, aku tahu kamu cemburu," ucap Jo.


Jo mengeratkan pelukannya dan mencium pipi Rallyn dari samping.


"Apaan sih, lepasin aku. Nanti ada yang masuk," ucap Rallyn sembari menggeliat.


"Dia mantan istriku dan kamu adalah istri aku sekarang. Hubungan aku dengannya sudah selesai sekarang hanya ada kamu dihatiku," ucap Jo tanpa melepaskan Rallyn.


"Aku tahu itu," ucap Rallyn.


"Kamu cemburu?" tanya Jo yang penasaran.


"Iya, aku cemburu. Memangnya salah ya kalau aku marah melihat suami aku dipeluk-peluk oleh perempuan lain?"


"Tidak, Sayang justru itu bagus karena aku aku menjadi tahu kalau kamu takut kehilangan aku," ucap Jo lagi.


"Lepasin aku," ucap Rallyn.


"Maafkan aku," ucap Jo.


"Maaf untuk apa?" tanya Rallyn.


"Karena sudah membuat kamu cemburu. Maafin aku dulu baru aku lepaskan kamu."


"Iya-iya, aku maafin kamu."


Jo tersenyum lalu melepaskan tangannya yang melingkar erat di perut Rallyn.


"Aku cinta kamu, meski Kalila datang lagi, aku tidak akan pernah melepaskan kamu dan aku tidak akan pernah berhenti mencintai kamu," ucap Jo yang berhasil membuat Rallyn tersenyum bahagia.


Rallyn memeluk Jo dalam waktu yang lama, ia baru sadar ternyata dirinya sudah mencintai duda nyebelin itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2