Penjara Cinta Suami Tua

Penjara Cinta Suami Tua
bab 39 kejahilan Jo


__ADS_3

"Mama sama Papa peluk-pelukan gak ngajak aku," ucap Alika yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan Jo.


Arka yang berusaha menghentikan Alika pun langsung memalingkan wajahnya saat melihat bosnya berpelukan di dalam ruangan itu.


"Alika." Rallyn dan Jo langsung melepaskan pelukan mereka dan langsung menatap Alika yang saat itu masih berdiri di ambang pintu.


"Eum, saya permisi," ucap Arka yang merasa canggung, ia pun langsung pergi meninggalkan tempat itu.


"Alika Sayang, sini!" Rallyn melambaikan tangannya pada Alika dengan senyuman yang terukir lebar di bibirnya.


"Alika mau ikutan main peluk-pelukan?" ucap Jo.


"Papa sama Mama kalau di kantor gak pernah berantem ya gak kayak di rumah kerjaannya berdebat mulu kayak Tom and Jerry," ucap Alika sembari berjalan menghampiri mereka berdua.


"Papa sama Mama berantem juga cuma candaan, bukan berantem beneran," ucap Jo.


"Udah waktunya makan siang. Kita makan di luar yuk!" ajak Jo.


"Kita ke sini emang mau ngajakin Papa makan siang bareng," ucap Alika.


"Ya udah kita pergi sekarang." Rallyn mengambil tasnya yang ia letakkan di meja dan siap melangkah.


Jo menggendong Alika lalu ia mulai melangkah berdampingan dengan Rallyn dan dengan sengaja dia menepuk pinggul Rallyn hingga membuat Rallyn terkejut!


"Aduh," seru Rallyn sembari sedikit melompat.


"Mama kenapa?" tanya Alika yang penasaran dengan apa yang terjadi pada mamanya itu sementara Jo hanya tersenyum jahil.


"Nggak apa-apa, barusan kayak ada sesuatu yang mengganggu mama," ucap Rallyn gugup.


Mereka pun mulai melangkah lagi dan Rallyn membalas kelakuan Jo dengan mencubit lengan Jo!


"Aduh, sakit," ucap Jo.


"Barusan Mama sekarang Papa, pada kenapa sih?" ucap Alika yang semakin tidak mengerti dengan apa yang terjadi.


"Gak ada apa-apa. Papamu lebay," ucap Rallyn.


Mereka pun terus berjalan menuju mobil Jo diperkirakan dan setelah itu mereka langsung melakukan perjalanan menuju restoran favorit Alika!


*******


Di tempat lain.


"Hhhh! Aaah!" Kalila berteriak kesal karena ternyata Rallyn jauh dari apa yang ia bayangkan.


"Kenapa? Bete begitu?" tanya Davina yang sedari tadi memang mengikuti dan memantau gerak-gerik Kalila.


"Aku kesal sama istrinya Ashka. Berani-beraninya dia ngusir aku dihadapan orang banyak," ucap Kalila dengan nada tinggi.


"Baru pertama kali bertemu, kamu udah kalah," ucap Davina memanas-manasi Kalila.


"Siapa bilang? Tadi pas aku meluk dia, aku masih merasakan detak jantung Ashka yang berpacu lebih kencang dari biasanya. Aku tahu dia masih ada cinta untukku," ucap Kalila.


"Serius kamu?" tanya Davina penasaran.

__ADS_1


"Untuk apa aku berbohong sama kamu. Kamu tahu sendiri kan kalau aku tidak pernah berbohong sama kamu," ucap Kalila sembari menatap sahabatnya itu.


"Tadi keburu perempuan itu datang. Kami tidak sempat bicara tapi aku akan mencari waktu untuk bertemu dan bicara dengan Ashka," ucap Kalila penuh percaya diri.


"Aku dukung kamu sepenuhnya kalau perlu kamu singkirkan Rallyn dengan cara apa pun," ucap Davina.


"Aku pasti melakukan apa pun demi mendapatkan Ashka kembali," gumam Kalila.


*********


Di restoran.


Jo dan keluarga kecilnya sedang asyik makan bersama.


"Aku senang akhir-akhir ini mama sering di rumah dan sering ngajakin aku main," ucap Alika sembari mengunyah makanannya.


"Kalau kamu suka mama ada di samping kamu, kamu harus pintar, jangan nakal dan jangan susah makan," ucap Jo.


"Tidak harus pintar yang penting mau belajar. Orang yang tidak pintar pun akan menjadi pintar kalau rajin belajar," tambah Rallyn.


"Aku janji aku gak akan nakal dan akan menjadi anak yang baik," ucap Alika.


"Ya udah, lanjut makan habis itu kita pulang," ucap Rallyn.


"Papa?" ucap Alika.


"Papa kerja kalau Papa gak kerja kita mau jajan pakai apa?" ucap Rallyn lagi.


"Oh iya, sampai lupa. Nanti kamu kursus bawa mobil ya, masa ke mana-mana harus naik taksi," ucap Jo.


"Aku takut," ucap Rallyn.


"Apa sih, aku jadi lieur," ucap Rallyn.


"Lieur? Apa itu lieur?" Jo menatap Rallyn karena tak mengerti dengan apa yang Rallyn ucapkan.


"Lieur itu bahasa Sunda yang artinya adalah pusing," jelas Rallyn.


Rallyn yang terlahir dari kedua orang tuanya yang berasal dari suka bumi itu tentu saja tahu dan mengerti banyak bahasa Sunda meski dirinya tinggal di kota Jakarta.


Jo tertawa kecil sembari menatap Rallyn. "Kamu tuh gimana? Aku bukan orang Sunda jangan bicara bahasa Sunda denganku," ucap Jo.


"Iya, lain kali nggak lagi," sahut Rallyn.


"Pikasebeleun," gumam Rallyn.


"Apa itu?" tanya Jo.


"Nggak, bukan apa-apa," sahut Rallyn lagi.


Setelah selesai makan siang mereka pun langsung keluar dari restoran itu!


"Aku antar kalian pulang dulu habis itu baru aku ke kantor lagi," ucap Jo sembari membuka pintu mobilnya untuk Rallyn dan Alika.


"Ya, aku tidak bisa menolak kamu," ucap Rallyn lalu masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Jo pun langsung melajukan mobilnya menuju rumah orang tuanya!


********


Di kantor.


"Pak Arka," ucap Julia.


"Ada apa? Kayak ada yang aneh, sepertinya ada yang kamu inginkan dari saya," ucap Arka.


Julia nyengir kuda sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Tidak ada," ucap Julia.


"Saya tahu, pasti kamu mau dijajanin," ucap Arka.


"Kalau tahu kenapa harus tanya?" celetuk Alice.


"Udah gak salah lagi kalau kalian berdua udah manggil saya pasti ada sesuatu," ucap Arka.


"Pulang kerja beliin siomay di depan sana ya," ucap Alice.


"Kalian tuh siapa hah? Kerjanya minta jajan sama saya, minta sama pacar kalian sana," ucap Arka.


"Pak Arka kan baru dapat bonus lumayan, jangan pelit-pelit, Pak nanti rezekinya gak berkah," ucap Julia.


"Tahu aja saya baru dapat bonus. Dahlah, nanti pulang saya jajanin tapi jangan yang mahal-mahal," ucap Arka.


"Nggak, paling gak nyampe lima puluh ribu," ucap Alice.


*********


Setelah mengantarkan Rallyn dan Alika ke rumahnya kini Jo sedang dalam perjalanan menuju kantornya lagi.


Tanpa sengaja ia melihat mobil Davina berhenti di tengah jalan, ia pun langsung turun untuk melihat kondisi Davina, ia khawatir terjadi sesuatu pada perempuan itu.


"Davina! Kenapa?" tanya Jo.


"Gak tahu nih, tiba-tiba mobilnya mati di sini," ucap Davina.


"Udah telpon bengkel?" tanya Jo.


"Udah tapi mereka belum sampai juga."


"Coba aku cek." Jo membuka bagasi depan mobil Davina lalu memeriksa mesinnya.


"Ashka, lihat Rallyn itu kayak gak cinta sama kamu, kenapa sih kamu mau menikahi gadis belia? Kamu tuh gak pantas tahu gak sama dia," ucap Davina.


Jo hanya diam dan terus memeriksa mobil itu.


"Aku tuh cinta sama kamu udah dari dulu. Kenapa sih kamu gak menyadari cintaku ini?" ucap Davina lagi.


Jo tetap terdiam, dia berjalan lalu menyalakan mesin mobilnya!


"Udah nyala ya ni mobil. Aku duluan," ucap Jo setelah memastikan mesin mobil itu menyala dengan baik.

__ADS_1


"Ashka! Ashka tunggu dulu!" seru Davina sembari menatap kepergian Jo.


Bersambung


__ADS_2