Penjara Cinta Suami Tua

Penjara Cinta Suami Tua
bab 34 tidak perduli


__ADS_3

"Rallyn, kamu udah selesai makan bareng teman-teman kamu?" tanya Jo sembari berdiri dan menghampiri Rallyn.


"Belum, aku melupakan sesuatu di meja kerjanya Alice," ucap Rallyn.


"Istri macam apa kamu? Suami ditinggal di kantor sementara kamu asyik bersenang-senang bersama teman-teman kamu," ucap Davina.


"Kamu sendiri perempuan macam apa? Sudah tahu Jo sudah menikah tapi masih aja mepet-mepet mencoba mendekatinya. Gak malu, jadi perempuan kok kayak gak ada harga dirinya?" ucap Rallyn.


Rallyn memang tipe orang yang blak-blakan, dia tidak pernah menyimpan sesuatu dalam hati tapi ia akan menyampaikan apa yang ingin ia katakan langsung pada orangnya.


"Kurangajar kamu ya. Masih kecil pedas banget mulut kamu," ucap Davina.


"Udah-udah. Davina tolong kamu pergi dari sini dan jangan pernah kembali lagi," ucap Jo pada Davina.


"Ashka, kamu mengusir aku?" ucap Davina.


"Iya," tegas Jo.


"Perempuan ini masih ABG kamu sadar gak sih kalau dia hanya akan memanfaatkan uangmu saja," ucap Davina.


"Sssst, diam kamu!" Rallyn menempelkan jari telunjuknya di bibirnya sembari terus menatap Davina.


"Pelan-pelan bicaranya nanti orang-orang tahu," sambung Rallyn.


"Kamu dengar sendiri, Ashka! Bahkan terang-terangan dia seolah mengakui bahwa dirinya memang hanya ingin memanfaatkan kamu," ucap Davina lagi pada Jo.


Rallyn tersenyum kecut lalu melangkah pergi meninggalkan mereka berdua!


"Rallyn! Kamu mau kemana?" tanya Jo.


"Aku mau mengambil handphone aku yang tertinggal di meja kerja Alice, kamu makan aja sama simpanan kamu itu!" Davina terus berjalan meski sambil berbicara menyahuti pertanyaan Jo.


Jo terdiam sembari terus menatap kepergian Rallyn, dirinya heran mengapa Rallyn sama sekali tidak marah padanya bahwa terlihat tidak cemburu saat melihat Davina dekat-dekat dengannya.


Rallyn mungkin belum mencintai dirinya tapi setidaknya ada sedikit emosi karena ada perempuan lain yang mencoba menggodanya, pikir Jo.


"Ashka," ucap Davina sembari memeluk Jo dari belakang.


Rallyn melihat kejadian itu dari kejauhan, dia mengeratkan rahangnya dan mengepalkan tangannya, ada rasa marah saat melihat Jo dipeluk oleh perempuan lain.


"Astaga, Rallyn apa ini?" batin Rallyn sembari berusaha membelakangi mereka.


"Ini cemburu? Tidak mungkin, aku kan belum mencintai dia," batin Rallyn lagi.


Rallyn kembali berbalik badan dan mengatakan Jo yang sedang bersama dengan perempuan itu.


"Perempuan itu siapa sih? Tidak mungkin dia mantan istrinya Jo. Jo bilang mantan istrinya tidak pernah muncul sejak lima tahun lalu terus siapa perempuan itu? Dia seperti sudah kenal lama dengan Jo dan keluarganya," batin Rallyn lagi sambil terus menata ke arah Jo dan Davina.


"Davina, lepaskan aku." Jo melepaskan tangan Davina yang melingkar di perutnya! "Pergi kamu dari sini!" sambungnya.

__ADS_1


Jo langsung pergi ke luar dari kantornya dan berjalan menuju restoran tempat Rallyn dan teman-temannya makan!


Ia tahu Rallyn pasti ke sana untuk menyusul teman-temannya.


Di dalam kantor.


Karena Jo sudah pergi, Rallyn berjalan santai melewati Davina! Dia terlihat asyik menatap layar ponselnya dan sedikit pun tidak menghiraukan Davina yang sedang merapikan rantang makanannya.


Tiba-tiba Davina menarik tangan Rallyn hingga ponselnya terjatuh ke lantai!


"Dengar ya Rallyn. Ashka itu milik aku, hanya aku yang boleh memiliki Ashka setelah istrinya," ucap Davina dengan nada sedikit tinggi.


Rallyn menatap Davina dengan tatapan tajam lalu beberapa detik kemudian ia segera mengambil kembali ponselnya dari lantai.


Untung saja ponselnya itu tidak retak apalagi sampai rusak karena terbanting olehnya tadi.


"Kalau dia hanya milik kamu lalu kenapa dia menikahi aku? Jadi perempuan jangan goblok dong. Dia tidak mencintai kamu, pergi dan buang jauh-jauh cinta kamu itu," ucap Rallyn lalu segera pergi setelah selesai dengan kata-katanya.


Sementara itu Davina merasa kesal karena ternyata Rallyn jauh dari yang dia pikirkan.


Di tempat lain yang masih termasuk wilayah kantor itu. Dari kejauhan Arka memperhatikan Rallyn dan Davina.


Sebuah senyuman terukir di bibirnya saat tahu ternyata Rallyn tidak gampang terpengaruh selain itu juga Rallyn termasuk dalam golongan wanita tegas yang tidak takut melontarkan isi hatinya pada perempuan yang mencoba merebut suaminya.


Arka tahu Rallyn belum pernah mengakui bahwa dirinya sudah mencintai Jo tapi sikap dan kata-katanya terhadap Davina menunjukkan bahwa Rallyn cemburu melihat Davina dekat dengan Jo.


Di restoran tempat Rallyn makan bersama teman-temannya.


Rallyn baru tiba di sana dan langsung berjalan menghampiri teman-temannya!


"Wah pesanannya sudah tiba," ucap Rallyn sembari menatap mejanya.


"Kamu lama sekali," ucap Alice.


"Maaf tadi ada sedikit kendala," ucap Rallyn.


"Rallyn, aku ikutan makan sama kalian ya," ucap Jo yang baru muncul dari arah toilet.


"Kamu di sini?" tanya Rallyn.


"Seperti yang kamu lihat. Aku di sini dan aku belum makan," ucap Jo.


"Masa kita makan sama bos? Bisa-bisa aku makan sama piring-piringnya karena gugup," ucap Julia.


"Kenapa gak sama mejanya sekalian?" bisik Alice.


"Bukannya tadi kamu sudah makan disuapi perempuan itu?" ucap Rallyn.


"Kamu cemburu ya?" Jo malah bertanya balik.

__ADS_1


"Nggak. Siapa yang cemburu," sahut Rallyn sembari memalingkan pandangannya.


"Sudah aku bilang dia, bukan siapa-siapa, jangan cemburu."


"Ih siapa juga yang cemburu. Dahlah ayo makan!" Rallyn langsung duduk di kursi tempatnya duduk sedangkan Jo masih berdiri di tempat semula.


"Ayo makan kenapa kalian jadi terdiam? Tidak seperti biasanya," ucap Rallyn.


*******


"Hhhh! Kenapa sih tuh cewek kayak gak ada cemburu-cemburunya? Apa jangan-jangan dia memang benar hanya ingin memanfaatkannya Ashka saja?" ucap Davina dengan nada kesal.


Saat itu Davina hendak menyebrang jalan karena mobilnya terparkir di sebrang jalan sana. Karena berjalan sambil menggerutu dan tak melihat-lihat kondisi jalanan tiba-tiba ia melihat sebuah mobil melaju ke arahnya.


"Aaaaa!" teriak Davina sembari menutup matanya.


Untunglah mobil itu mengerem tepat waktu hingga tidak terjadi kecelakaan di sana.


Si pemilik mobil langsung turun dari mobilnya lalu menghampiri Davina yang masih menutup matanya!


"Kalau jalan lihat-lihat dong! Kamu sudah bosan hidup!" maki si pengendara itu terhadap Davina.


Perlahan Davina melepaskan tangannya dan mulai membuka matanya.


"Kalila," ucap Davina terkejut.


Ternyata Kalila lah yang hampir saja menabraknya.


"Davina, kamu ngapain jalan sambil melamun?" ucap Kalila ~ mantan istri Jo.


"Aku sedikit pusing tadi. Kamu dari mana aja selama ini? Ashka sudah kaya lagi tuh, perusahaannya sudah maju pesat," jelas Davina.


"Serius kamu? Selama ini aku tinggal di luar negeri bersama orang tuaku," ucap Kalila.


"Lama ya kita gak ketemu," ucap Davina lagi.


"Kamu serius Ashka udah kaya lagi?" tanya Kalila.


"Ya iyalah masa aku bohong."


"Anak aku dan Ashka masih hidup gak?"


Tin!


Tin!


Tin! Saat mereka asyik mengobrol terdengar suara klakson mobil lain yang hendak melewati jalan itu, mereka baru sadar kalau mobil Kalila parkir di tengah jalan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2