
Rallyn menggerakkan tangannya handak meraih pegangan pintu untuk membuka pintu itu, akan tetapi dirinya terlalu cemburu hingga tak sanggup untuk menemui Jo di dalam ruangan itu. Rallyn menarik tangannya lagi lalu membalikkan tubuhnya membelakangi pintu itu. Dia menangis karena terbakar api cemburu, cintanya terlalu besar terhadap Jo hingga membuat dirinya tak bisa melihat suaminya bermesraan dengan Kalila di dalam sana.
Rallyn berlari ke luar dari kantor itu. Dirinya mengurungkan niatnya untuk melabrak Jo dan Kalila di sana. Arka yang khawatir terjadi sesuatu pada Rallyn pun, segera berlari menyusul Rallyn. Alice dan Julia melihat Rallyn berlari dengan diikuti oleh Arka, mereka langsung mengejar Rallyn dan Arka karena takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada Rallyn.
Dalam pikiran kedua gadis itu adalah. Arka menyatakan cintanya pada Rallyn sehingga membuat Rallyn ketakutan. Konyol memang ... tapi itulah yang dipikirkan mereka berdua. Mereka tahu bahwa Arka menyukai Rallyn, karena itulah pikiran mereka menuju ke arah sana.
Di depan gedung perkantoran itu. Rallyn duduk di tangga yang menuju arah jalan raya, dia menangis deras, bayangkan suaminya yang sedang memanjakan Kalila terus saja melintas di pikirannya.
"Rallyn, kamu bilang kalau kamu akan melakukan tugas kamu. Ayo, Rallyn! Kamu pasti bisa melewati ini semua," ucap Arka yang ikut duduk di samping Rallyn.
"Saya gak bisa, Pak. Rasanya sakit sekali," ucap Rallyn sembari terus menangis.
"Kalila itu perempuan matre. Dia datang hanya untuk memanfaatkan harta Pak Ashka saja. Kamu harus bisa menyelamatkan perusahaan ini dari kebangkrutan, hanya kamu satu-satunya harapan untuk menyelamatkan perusahaan ini," jelas Arka.
"Kenapa saya? Siapa saya? Kalau pun perusahaan ini bangkrut, tidak akan berpengaruh apa pun terhadap saya."
"Saat ini Pak Ashka sangat mencintai kamu. Dia tidak akan melepaskan kamu sampai kapan pun juga, kalau boleh aku saranin. Sebaiknya kamu berusaha untuk mendapatkan hati Pak Ashka sepenuhnya, kamu buat dia melupakan Kalila selamanya," ucap Arka lagi.
"Aku setuju. Ular sawah itu harus dihempaskan ke dalam lumpuh yang sangat dalam agar dia tidak bisa kembali lagi," ucap Julia yang main nyamber seperti arus listrik.
Arka dan Rallyn menoleh ke belakang dan mereka langsung mendapati Alice dan Julia yang berdiri di belakang mereka. Alice dan Julia ikut duduk di sana. Mereka menatap Rallyn yang kebanjiran oleh air mata.
"Lyn, jadi kamu tahu kalau ular sawah itu datang ke sini?" tanya Julia.
"Aku melihat mereka bermesraan," sahut Rallyn.
"Kamu yang sabar ya. Kenapa, sih kamu tetap bertahan? Laki-laki seperti itu tidak pantas untuk dipertahankan," ucap Alice.
"Aku ingin pergi tapi Jo tidak mau menceraikan aku," ucap Rallyn.
__ADS_1
"Nggak-nggak. Kamu ngapain nyaranin yang gak jelas?" ucap Julia pada Alice.
"Di sini, kamulah pemiliknya, kamu istri sahnya Pak Ashka. Menurut aku, kamu yang harus mengusir ular sawah itu dengan cara apa pun juga. Dengan cara bersih atau pun kotor," ucap Julia lagi.
"Kalian tenangkan Rallyn deh. Saya ada urusan," ucap Arka sembari beranjak dari duduknya.
"Rallyn, saya mendukung kamu sepenuhnya. Pikirkan lagi tentang saranku tadi," ucap Arka sebelum akhirnya pergi.
Rallyn hanya diam, air matanya masih saja mengalir di pipinya. Alice berpindah tempat duduk menjadi di samping kiri Rallyn sedangkan Julia di samping kanannya. Julia dan Alice merangkul Rallyn hingga kini mereka berdua memeluk Rallyn.
"Sabar. Setahun aku, kamu ini perempuan hebat. Kamu tidak pernah menyerah untuk meraih apa yang kamu inginkan, kalau kamu menginginkan Pak, aku yakin kamu bisa dan kalau kamu ingin pergi darinya, aku yakin kamu juga pasti bisa. Semangat memperjuangkan kebahagiaan," ucap Alice yang sudah lama kenal dengan Rallyn.
Alice dan Rallyn memang sudah bersahabat sejak mereka sekolah SD. Mereka tinggal di wilayah yang sama, sekolah yang sama dan tumbuh bersama. Hingga kini mereka masih bersahabat baik, mereka selalu saling menguatkan satu sama lain dalam keadaan apa pun dan kondisi bagaimana pun.
"Jangan lembek hanya karena suami selingkuh. Selama dia belum menikah dengan ular sawah itu, kamu masih punya peluang besar untuk mendapatkan suami kamu seutuhnya," ucap Julia.
"Gimana caranya? Kalila itu mantan istrinya Jo dan lagi dia lebih segalanya dari aku. Lihat saja, dia cantik dari segi penampilan pun aku kalah jauh darinya," jelas Rallyn.
"Maksud, kamu apa? Kalau ngasih saran yang jelas biar bisa dimengerti," ucap Alice sedangkan Rallyn hanya menangis.
"Rallyn ini jarang sekali berdandan. Menurut aku, kamu harus mulai merawat wajahmu dan mulai memakai pakaian yang modis seperti yang dipakai oleh Kalila. Maksud aku jangan yang terlalu terbuka juga ya karena takutnya kamu kelihatan seperti ja**ng, pakai gaun pendek selutut atau dress yang ukurannya selutut atau sedikit dibawah lutut. Tunjukkan perhatian kamu pada suamimu tapi jangan bicara terlalu banyak sama dia agar dia merasa kehilangan kamu dan kalau kamu melihat dia bersama ular sawah itu jangan perlihatkan kecemburuan kamu. Bersikap lah seolah-olah kamu tidak cemburu dan kalau bisa mulai berteman dengan laki-laki tapi ingat jangan sampai jatuh cinta karena ini hanya misi untuk mendapatkan suami kamu lagi," jelas Julia panjang lebar.
*******
Di dalam kantor.
Tok!
Tok!
__ADS_1
Arka mengetuk pintu ruangan Jo lalu langsung masuk ke dalamnya tanpa dipersilakan oleh si pemilik ruangan. Dia berjalan mendekati Kalila dan Jo yang masih asyik berduaan di dalam ruangan itu.
"Ini, kantor. Tempat perusahaan, jangan digunakan untuk tempat mesum nanti sialnya semua orang kebagian kalau perusahaan ini bangkrut, saya yang disalahkan karena gak becus mengurus semuanya padahal bosnya yang gak punya akhlak," ucap Arka dengan suara lanang.
"Jangan kurang ajar kamu ya, sama bos sendiri," ucap Kalila.
"Lebih baik saya seperti ini dari pada kalian bermaksiat di sini. Kalian bukan mukhrim ya, jangan macam-macam di sini kalau mau berbuat dosa di tempat lain saja sana!" tegas Arka yang sudah muak dengan kelakuan mereka.
"Arka, kamu apaan, sih? Kita gak ngapa-ngapain," jelas Jo.
"Kamu pikir saya tidak punya mata?" Arka langsung pergi meninggalkan Jo dan Kalila di sana karena takut terjadi keributan yang lebih besar dari ini.
"Kalila, tolong kamu pergi dari sini. Sebentar lagi Rallyn pasti datang," ucap Jo pada Kalila setelah Arka pergi.
"Tapi aku masih mau sama kamu. Aku ingin berduaan sama kamu," ucap Kalila.
"Tolonglah Kalila. Aku juga harus membagi waktu untuk Rallyn juga, dia itu istriku," jelas Jo.
"Kalau kamu cinta sama aku kenapa kamu tidak menceraikan Rallyn saja."
"Aku cinta sama dia. Sekarang kamu cuma pacar aku jadi kamu tidak berhak menyuruh-nyuruh aku seperti ini."
"Kamu bilang kamu cinta sama aku tapi kenapa kamu juga masih cinta sama dia?" Kalila mulai kesal karena Jo mengaku bahwa dia juga mencintai Rallyn.
"Aku juga cinta sama Rallyn. Udahlah kalau kamu cinta sama aku, kamu jangan banyak permintaan. Kamu sendiri yang sudah berjanji kalau kamu tidak akan banyak menuntut aku," ucap Jo lagi.
"Sialan ternyata Ashka sudah benar-benar mencintai dia," batin Kalila. Dia kesal karena Jo mengusirnya dari sana hanya karena Rallyn akan datang untuk menemui Jo.
Bersambung
__ADS_1