Penjara Cinta Suami Tua

Penjara Cinta Suami Tua
bab 45 perdebatan kecil antara Arka dan Jo


__ADS_3

Jo menatap Kalila dengan harapan dalam, tak bisa dipungkiri dirinya memang masih menyimpan rasa untuk Kalila tapi semua sudah terlambat karena dirinya sudah terlanjur jatuh cinta pada Rallyn dan sudah sangat menyayangi Rallyn.


"Aku kangen sekali sama kamu, sama semua yang sering kita lakukan dulu. Oh ya, apa boleh aku bertemu dengan anak kita? Siapa namanya anak yang aku lahirkan itu?" tanya Kalila sembari memainkan tangannya di dada Jo.


"Namanya Alika, dia sudah sangat menyayangi Rallyn begitu juga sebaliknya," sahut Jo.


"Aku tahu itu, kamu sengaja mengenalkan Rallyn sebagai mamanya, karena itulah Alika sangat menyayangi Rallyn," ucap Kalila.


"Semua terjadi karena kamu tidak pernah memperdulikan kami."


"Aku tahu aku yang salah tapi seharusnya kamu pikirkan perasaan aku. Aku yang mengandungnya dan aku yang sudah melahirkan anak kita, aku sudah bertaruh nyawa demi melahirkan anak kita tapi orang lain yang mendapatkan kasih sayangnya." Kalila mulai menangis, dirinya merasakan kesedihan yang mendalam karena tak mendapatkan kasih sayang dari Alika.


"Hentikan air matamu itu, Kalila. Tidak ada gunanya kamu menangisi semua yang terjadi. Aku harus pergi karena aku harus melanjutkan pekerjaanku," ucap Jo.


"Tolong pertemukan aku dengan Alika, aku ingin sekali memeluknya," ucap Kalila sambil terus menangis.


"Aku mohon, Ashka."


"Akan aku pertemukan kalian berdua tapi tidak sekarang. Besok Rallyn akan membawa Alika menemui dirimu."


"Aku tidak mau ada perempuan itu. Dia tidak menyukaiku yang ada nanti dia menurutku yang tidak-tidak," ucap Kalila.

__ADS_1


"Kalila, aku akan bawa Alika bertemu dengan kamu tapi aku tidak bisa janji kapan kita bisa bertemu lagi, aku takut Rallyn tahu kalau kita bertemu," ucap Jo.


"Hubungi aku kalau kamu sudah ada waktu untuk mempertemukan aku dengan anak kita. Aku masih memakai nomor handphone yang lama," ucap Kalila dengan sedikit senyuman.


Jo tersenyum tipis lalu segera pergi meninggalkan Kalila di tempat itu!


Kalila tersenyum tipis sembari menatap kepergian Jo, dirinya tahu air matanya tidak pernah gagal dalam mencuri perhatian mantan suaminya itu.


"Tidak terlalu sulit bagiku untuk mendapatkan kamu, Ashka," gumam Kalila.


Tak lama Davina pun menghampiri Kalila yang masih menatap jalan itu padahal Jo sudah pergi dengan mobilnya.


"Hey, happy banget. Gimana, berhasil?" tanya Davina setelah menepuk pundak Kalila.


"Ya, semoga saja," timpal Davina.


"Lakukan tugasmu dengan baik, Kal karena setelah kamu berhasil menyingkirkan Rallyn, aku akan menyingkirkan kamu," batin Davina. Sebuah senyuman licik terukir di bibirnya.


"Aku pasti bisa mendapatkan Ashka kembali, aku masih bisa merasakan getaran cinta untukku," gumam Kalila.


*******

__ADS_1


Di kantor Jo.


"Ingat, sudah ada Rallyn," ucap Arka.


Saat melihat Jo duduk di kursi kerjanya dengan tatapan kosong dan dengan bibir yang terus mengukir senyuman, Arka tahu bahwa bosnya itu sedang memikirkan Kalila, dirinya tahu bahwa tadi setelah selesai meeting bosnya itu bertemu dengan mantan istrinya.


"Apa, sih, kamu? Ganggu aja," ucap Jo.


"Saya tahu tadi, Anda bertemu dengan Kalila. Lupakan dia karena sudah ada Rallyn," ucap Arka.


Lama bekerja di perusahaan itu dan sudah lama dekat dengan Jo, Arka sudah tahu banyak tentang sifat Jo karena selain menjadi asisten dalam bidang pekerjaan, Arka juga adalah satu-satunya teman tempat Jo curhat.


"Saya tahu, lagipula Rallyn tidak akan pernah saya lepaskan. Saya hanya mengingat masa indah bersama Kalila saja," sahut Jo.


"Jangan, sebaiknya jangan karena itu hanya akan membuat hati, Anda bercabang," jelas Arka.


"Arka, sudahlah lagipula kamu jangan terlalu mengatur saya tentang ini. Saya tahu apa yang saya lakukan ini," ucap Jo.


"Saya hanya mengingatkan, jangan sampai ada penyesalan diakhir nanti. Rallyn adalah gadis yang baik, yang jauh berbeda dari gadis-gadis pada umumnya dan lagi dia dan Alika sudah sangat dekat seharusnya, Anda tahu sulitnya mencari ibu sambung yang bisa menyayangi anak tirinya dengan setulus hati," ucap Arka panjang lebar.


Jo terdiam, tak ada kata yang bisa dia ucapkan untuk menjawab semua perkataan Arka karena memang yang Arka katakan adalah benar adanya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2