Penjara Cinta Suami Tua

Penjara Cinta Suami Tua
bab 7 akan dikenalkan dengan bos utama


__ADS_3

Hari sudah mulai malam, saat itu jam sudah menunjukkan pukul dua puluh lewat dua puluh lima menit namun, Rallyn belum juga pulang ke rumahnya. Sepertinya gadis itu enggan pulang ke rumahnya karena tak mau bertemu dengan Jovanka.


"Mana Rallyn ini, jam segini belum pulang juga," ucap Bu Herlina.


"Anak itu keterlaluan padahal tadi Ayah udah menelponnya," ucap Pak Hardi.


"Coba telpon lagi, Yah," ucap Bu Herlina.


Pak Hardi mengangguk pelan lalu meraih ponselnya dari atas meja! Baru Pak Hardi akan menelpon, Rallyn tiba di rumahnya dengan tanpa mengucapkan salam terlebih dahulu.


"Rallyn, Ibu pikir kamu gak akan pulang," ucap Bu Herlina.


"Pulang lah, Bu. Gak mungkin aku gak pulang," ucap Rallyn sembari menghampiri kedua orang tuanya.


Rallyn mencium punggung tangan kedua orang tuanya secara bergantian lalu ia langsung masuk ke dalam kamarnya!


"Rallyn, kamu udah makan?" tanya Pak Hardi.


"Udah. Tadi aku makan bareng Alice," sahut Rallyn.


"Suami kamu belum makan," ucap Bu Herlina.


Rallyn menghentikan langkahnya lalu membalikkan tubuhnya untuk menatap Bu Herlina dan Pak Hardi!


"Bukan aku yang nyuruh dia gak makan. Kenapa Ibu melapor padaku?" ucap Rallyn sembari kembali melanjutkan langkahnya memasuki kamarnya!


"Sudah, Bu tidak apa-apa. Saya memang sudah makan tadi pas mau pulang," ucap Jo.


"Maaf ya," ucap Pak Hardi.


Jo hanya tersenyum menanggapi perkataan Pak Hardi. Ia sadar betul kalau saat ini Rallyn belum bisa menerima keadaannya.


"Kalau gitu kamu istirahat sana," ucap Bu Herlina.


"Iya, Bu tapi nanti saja. Saya masih belum mengantuk dan lagi saya masih ada sedikit pekerjaan yang harus saya selesaikan," ucap Jo.


"Ya sudah kalau begitu Ayah sama Ibu istirahat duluan kalau tiba-tiba kamu lapar, di belakang ada makan. Kamu cari aja sendiri atau minta Rallyn untuk mengambil makanan untuk kamu," jelas Bu Herlina.


"Iya, Bu. Terima kasih," ucap Jo tentunya dengan senyuman ramah yang selalu membingkai di wajahnya.


Bu Herlina dan Pak Hardi pun langsung memasuki kamarnya! Mereka akan segera beristirahat setelah seharian penuh mengerjakan aktivitasnya sementara itu, Jovanka membuka laptopnya dan mengecek beberapa pekerjaan yang belum sempat ia selesaikan tadi siangsiang.


Waktu berjalan sebagai mana mestinya, tak terasa malam pun semakin larut. Jo menatap jam di dinding sudah menunjukkan pukul dua puluh tiga lewat lima belas menit, ia menutup laptopnya lalu mulai berjalan memasuki kamar Rallyn!


Ditatapnya Rallyn yang sudah tertidur lelap di atas tempat tidurnya dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya terkecuali bagian wajah dan kepalanya.

__ADS_1


"Dia sudah tidur," gumam Jo.


Dengan perlahan ia menutup pintu dan berjalan ke arah sofa tempat ia tidur!


"Selamat malam istri kecilku, selamat malam dunia," ucap Jo setelah dirinya terbaring di atas sofa itu. Dia pun mulai terlelap menyusul Rallyn ke alam mimpi.


–––––– ––––––


Pagi mulai menyapa, azan subuh pun sudah terdengar berkumandang dari masjid terdekat. Rallyn mengerjapkan matanya dan mulai membuka matanya perlahan.


Dia merentangkan tubuhnya untuk menghilangkan rasa pegalnya setelah semalaman tertidur!


"Hah!" Rallyn terkejut saat melihat sosok Jo yang terbaring di sofa yang ada di sudut kamarnya itu.


"Ish si duda nyebelin itu ternyata tidur di situ, aku pikir dia tidur di ruang tamu," batin Rallyn.


Mulai membiasakan diri dengan kehadirannya Jo Rallyn pun segera beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan memasuki kamar mandi! Tak lupa sebelum masuk ke dalam kamar mandi, ia mengambil pakaian yang akan ia pakai dahulu.


Mengetahui Rallyn sudah masuk ke dalam kamar mandinya, Jo langsung terbangun dan berjalan keluar dari kamar itu untuk memberikan waktu Rallyn berdandan!


"Selamat pagi, Bu," ucap Jo yang melihat Bu Herlina sedang memasak di dapur.


Bu Herlina menoleh ke arah Jo lalu tersenyum tipis. "Ada yang sedang kamu cari?" tanya Bu Herlina.


"Boleh saya numpang ke kamar mandi. Di dalam ada Rallyn," ucap Jo.


"Ayah kemana?"


"Sudah pergi ke masjid," sahut Bu Herlina.


Dua jam berlalu sejak orang-orang rumah itu terbangun, kini mereka semua sudah duduk di kursi makan untuk sarapan bersama, mereka hanya tinggal menunggu Rallyn saja.


Tak lama Rallyn pun tiba di ruang makan, semua mata tertuju pada Rallyn saat itu.


"Rallyn, kamu cantik sekali. Tumben kamu berdandan," ucap Bu Herlina.


"Hari ini aku dan karyawan lainnya yang masih baru akan dikenalkan dengan pemilik perusahaan," ucap Rallyn.


Jo tersenyum mendengar itu. "Berarti kamu belum pernah bertemu dengan bos utama kamu?" tanyanya.


"Ya kalau baru mau dikenalkan itu artinya belum pernah bertemu sebelumnya," sahut Rallyn.


"Kalau gitu sarapan yang banyak biar tambah semangat," ucap Pak Hardi.


Rallyn tersenyum lalu mulai menyentuh makanannya.

__ADS_1


*******


Di kantor tempat Rallyn bekerja.


Alice dan beberapa karyawan lainnya sudah tiba di kantor.


"Wah udah gak sabar aku pengen ketemu sama Pak Ashka," ucap salah satu karyawan di sana.


"Bagaimana wajahnya Pak Ashka itu?" tanya temannya Alice.


"Dia tampan sekali, kulitnya putih dan memiliki postur tubuh yang tinggi dan atletis," jelas karyawan itu.


"Jadi penasaran banget aku," ucap Alice yang juga belum pernah bertemu dengan Bos utama mereka.


"Hai semuanya, selamat pagi," ucap Rallyn saat tiba di kantor.


Gadis itu berjalan menghampiri teman-temannya dengan senyuman yang terus terlukis di wajahnya!


"Rallyn, cantik sekali kamu," ucap Alice.


"Iya dong, kan mau kenalan sama bos besar jadi, harus tampil maksimal kali aja diangkat jadi istrinya," ucap Rallyn.


"Kamu ini gimana? Bagaimana dengan si duda anak satu itu?" ucap Alice.


"Aduh kamu tuh kenapa jadi ngomongin dia sih? Merusak kebahagiaan aku saja," ucap Rallyn.


"Siapa tuh si duda anak satu?" ucap teman mereka dengan nada mengolok-olok.


"Ada deh, kalian gak usah tahu," ucap Rallyn.


"Ya udah yuk! Kita ke ruang kerja bentar lagi jam kerja dimulai," ucap Alice.


"Let's go," ucap Rallyn semangat.


Setelah mereka semua duduk di tempatnya masing-masing tiba-tiba asisten CEO di sana memanggil mereka dan meminta mereka berkumpul di ruang rapat. Dengan penuh semangat mereka pun segera menuju ruangan yang dimaksud!


Setibanya di ruangan itu mereka langsung duduk di kursi masing-masing dan langsung menyimak perkataan atasan mereka.


"Sebentar lagi Pak Ashka akan tiba, untuk karyawan baru, Alice dan Rallyn kalian siap ya, rapikan pakaian kalian karena Pak Ashka tidak suka dengan karyawannya yang tidak disiplin dengan penampilannya," jelas atasan mereka.


Tok!


Tok!


Seseorang mengetuk pintu lalu perlahan pintu itu pun mulai terbuka dan menampakkan sosok seseorang. Semua orang yang ada di dalam ruangan itu menetap ke arah pintu dan menatap orang yang baru hendak masuk ke dalam ruangan itu.

__ADS_1


Bersanbun


__ADS_2