
Setelah selesai dengan urusannya di kamar mandi dan sudah selesai merias diri, Rallyn keluar dari kamarnya dan berjalan menuruni anak tangga dengan perlahan!
Jo yang melihat Rallyn sedang berjalan menuruni tangga pun langsung berlari menghampiri sang istri!
"Pelan-pelan," ucap Jo sembari meraih tangan Rallyn dan merangkul punggungnya!
Jo berjalan perlahan mengikuti langkah Rallyn yang begitu pelan!
"Apaan sih, aku bisa," ucap Rallyn.
"Aku tahu tapi aku takut kamu terjatuh," ucap Jo sambil terus memegangi Rallyn.
"Jangan berlebihan deh. Malu tuh sama Mama dan juga nenek," ucap Rallyn.
"Gak usah malu, mereka juga pernah muda pasti mereka memaklumi," ucap Jo lagi.
"Dah ah, lepasin!" Rallyn melepaskan tangan Jo yang merangkul punggungnya dan berjalan lebih cepat!
Sebenarnya tidak terlalu sakit, hanya sedikit kagok karena ternyata yang dibawah sana memang bengkak mungkin akibat terlalu banyaknya gesekan.
Jo membiarkan Rallyn berjalan sendiri tapi dirinya tetap menjaga keamanan kalau terjadi sesuatu pada Rallyn.
"Pagi, Nak," ucap Bu Reni pada Rallyn.
"Pagi, Ma, pagi Nek. Maaf ya hari ini aku kesiangan jadi, gak bantuin Mbak Lela bikin sarapan deh," ucap Rallyn sembari duduk di kursi makan nya!
"Gak apa-apa lagian itu bukan tugas kamu," ucap Bu Ningrum.
"Mama lagi sakit ya?" tanya Alika yang saat itu tengah memperhatikan wajah Rallyn.
"Nggak, kenapa bertanya seperti itu?" tanya Rallyn pada Alika.
"Mama terlihat sedikit pucat," ucap Alika lagi.
Rallyn menyentuh kedua belah pipinya dan juga keningnya, dirinya merasa dirinya baik-baik saja tapi kenapa Alika melihat wajahnya pucat.
"Mama, baik-baik saja, Sayang," ucap Rallyn.
"Mama emang lagi kurang enak badan. Hari ini Alika sekolah sama Eyang ya," ucap Jo.
"Aku memang mau sekolah sama Eyang," sahut Alika.
"Menikah udah berapa bulan baru melakukan kewajiban hari ini, pantas saja gak hamil-hamil," ucap Bu Ningrum.
__ADS_1
Jo dan Rallyn saling menatap, mereka keheranan mengapa neneknya tahu bahwa mereka baru melakukannya.
"M_maksud, nenek apa?" ucap Jo pura-pura tidak tahu.
"Nenek juga pernah muda. Jangan pura-pura gak tahu," ucap Bu Ningrum.
"Alika, makan yang banyak ya," ucap Rallyn pada Alika.
"Oh ya, nenek mau aku ambilkan lauk apa?" ucap Rallyn pada Bu Ningrum, sebisa mungkin Rallyn mengganti topik pembicaraan sebelumnya.
"Aku mau makan apa aja yang kamu ambilkan, pokoknya apa pun yang kamu berikan akan aku makan," ucap Jo sembari menatap Rallyn.
Rallyn tersenyum lalu mengisi piring makan Jo dengan nasi dan lauk pauknya!
Mereka pun mulai makan dalam keheningan, hanya ada suara denting sendok yang beradu dengan piring saja yang terdengar di sana.
*******
Di sebuah kamar hotel.
Kalila baru terbangun dari tidurnya, dia membuka matanya sedikit, penglihatannya nampak buram dan kepalanya pun terasa pusing dan sedikit sakit.
"Uuuh, dimana aku?" gumam Kalila sembari berusaha untuk duduk.
Tiba-tiba dirinya merasakan berat seperti ada yang menindih perutnya, dia pun membuka selimutnya dan melihat tangan seorang laki-laki yang menindih perutnya.
"Siapa kamu?" tanya Kalila.
Kalila melihat tubuhnya dan memeriksa pakaiannya yang ternyata masih utuh masih sama dengan yang ia pakai semalam.
"Siapa kamu? Kenapa kamu ada di sini bersama saya?" ucap Kalila panik.
"Saya Tomy. Kamu lupa semalam kita sudah bersenang-senang?" ucap Tomy.
"Apa!" Kalila terkejut sembari menatap Tomy yang saat itu bertelanjang dada.
Tomy tersenyum lalu segera beranjak dari tempat tidur itu!
"Tenang saja, semalam tidak terjadi sesuatu yang dapat membuat kamu hamil. Saya hanya bermain-main saja," ucap Tomy dengan begitu santainya.
Pemuda bernama Tomy yang biasa menjadi simpanan tante-tante itu tak sedikitpun merasa bersalah dengan apa yang dirinya lakukan terhadap Kalila semalam.
"Sial, apa yang sudah dia lakukan padaku?" batin Kalila sembari menatap tubuhnya sendiri.
__ADS_1
Kalila beranjak dari tempat tidur itu dan dia baru sadar kalau saat ini dirinya sedang berada di sebuah hotel.
"Sial ternyata ini di hotel," batin Kalila lagi.
Kalila langsung keluar dari kamar itu dan meninggalkan Tomy sendirian dengan tanpa meminta penjelasan dari laki-laki itu tentang apa dan kenapa Tomy membawanya ke hotel itu!
Baginya, tidak penting mengetahui apa yang terjadi toh dirinya sudah pernah menikah. Meski terjadi sesuatu pada mereka tak akan ada yang mempermasalahkan hal itu sekali pun laki-laki yang nantinya akan menjadi suaminya.
*********
Waktu terus berjalan, siang hari mulai datang dan teriknya matahari pun mulai membakar tubuh siapa saja yang berada di tempat terbukti.
Siang itu sekitar pukul empat belas, Jo baru selesai meeting di salah satu restoran ternama di kota itu.
"Ashka!" seru Kalila berusaha menghentikan langkah Jo.
Jo menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakangnya!
Tak ada kata yang dia lontarkan pada Kalila, hanya diam dan menatap perempuan itu menunggunya tiba di hadapannya.
"Ashka," ucap Kalila dengan suara lirih. Tanpa ragu perempuan itu langsung memeluk Jo dengan erat.
"Kalila, Kalila apa-apaan ini?" ucap Jo sembari berusaha melepaskan pelukan Kalila.
"Aku kangen sama kamu," ucap Kalila dengan tatapan yang terus tertuju pada netra Jo namun tetap mempertahankan pelukannya.
"Tidak ada apa-apa lagi diantara kita. Semua sudah udah," ucap Jo dingin.
"Aku masih merasakan detak jantungmu yang seperti dulu saat kamu memeluk aku, aku masih melihat pancaran cinta dari sorot matamu," ucap Kalila.
Jo memalingkan wajahnya menatap ke sembarang arah, "kamu salah, aku sudah tidak mencintai kamu," ucap Jo.
"Tatap aku, Ashka dan katakan kamu tidak mencintai aku," titah Kalila namun, tidak dituruti oleh Jo.
"Ashka, aku tahu kamu juga masih mencintai aku, aku dapat merasakan getaran cinta yang selalu kamu jaga untukku. Aku tahu kamu masih mencintai aku, mari kita mulai lagi hubungan percintaan yang sempat terhenti ini," ucap Kalila lagi.
"Tidak, Kalila. Pergilah dan lupakan semua tentang kita," ucap Ashka sembari melepas tangan Kalila yang masih saja melingkar di tubuhnya.
"Kenapa, Ashka? Aku mencintaimu dan kamu mencintaiku. Ayo kita perbaiki hubungan kita, aku tahu aku salah karena itulah aku datang untuk menebus semua kesalahanku dan memperbaiki diriku," ucap Kalila dengan tatapan penuh harap.
Perempuan yang pernah menanam luka di hati Jo itu memohon meminta agar mereka kembali.
"Kamu datang terlambat, aku sudah punya istri lagi dan aku mencintainya," ucap Jo dengan tatapan penuh arti.
__ADS_1
"Demi anak kita, Ashka. Aku mohon," ucap Kalila.
Bersambung