Penjara Cinta Suami Tua

Penjara Cinta Suami Tua
bab 60 kecemburuan Jo


__ADS_3

Setibanya di restoran yang ada di depan kantor Jo. Rallyn dan Arka langsung duduk di meja yang kosong, mereka segera memilih makanan yang ingin mereka pesan.


Dari pintu masuk, Jo masih berdiri sambil menatap ke arah Rallyn dan Arka. Dia melihat Rallyn begitu bahagia saat bersama asistennya itu, berbeda dengan saat bersamanya. Akhir-akhir ini Rallyn sudah tak tersenyum lagi padanya bahkan perempuan itu sudah tak memedulikan dirinya lagi.


"Tawa itu yang selalu menghiasi kebersamaan kita tapi kenapa sekarang tawa itu menjadi milik Arka," batin Jo dengan tatapan yang terus tertuju pada mereka.


Jo merasa begitu cemburu pada Arka padahal dia tahu Arka tidak mungkin bermain api dengan istrinya itu. Arka adalah sahabatnya yang tidak mungkin mengkhianati dirinya.


"Makan," ucap Arka pada Rallyn.


"Pak Arka juga makan," ucap Rallyn sembari mendorong makanan Arka ke dekat Arka.


"Sadar gak, sih Pak Ashka lagi liatin kita?" tanya Arka yang sebenarnya sedari tadi mengetahui bahwa Jo memerhatikan mereka.


"Aku tahu. Biarkan saja dia, kalau dia beneran cinta sama aku, dia akan cemburu. Aku butuh bukti atas cinta yang dia ucapkan," ucap Rallyn dengan suara pelan.


"Tapi gimana kalau nanti saya dipecat dari kantor?" ucap Arka yang juga memelankan suaranya.


"Gak akan. Lagipula kalau dia berani memecat Pak Arka, aku yang akan bertindak nanti. Tolong bantu aku untuk mengetahui bagaimana perasaan Jo yang sebenarnya. Dia tidak mau menceraikan aku tapi dia juga tidak mau melepaskan Kalila, cinta macam apa yang kayak gitu. Aku takutnya dia cuma memanfaatkan aku untuk mengurus anaknya dan juga keluarganya," jelas Rallyn masih dengan nada pelan.


"Mereka lagi ngobrolin apa? Serius banget," batin Jo sembari mengenalkan tangannya.


Jo mulai kepanasan, dia cemburu melihat kebersamaan Rallyn dengan Arka. Cintanya pada Rallyn memang tulus, dia benar-benar sudah mencintai perempuan yang dia nikahi karena terpaksa itu karena itulah dia sangat-sangat cemburu melihat mereka bersama.


"Mmm. Pelan-pelan makannya," ucap Arka yang melihat makanan Rallyn terjatuh dan mengenai tangan Rallyn.

__ADS_1


Dia langsung mengambil tissue lalu mengelap makan yang berceceran di punggung tangan Rallyn dengan tissue itu. Arka meraih tangan Rallyn dan mengusapnya dengan lembut mengunakan tissue itu. Sementara itu, Rallyn hanya diam dan membiarkan Arka melakukannya.


"Kurang ajar kamu ya! Ngapain kamu megang-megang tangan istri saya!" seru Jo sembari berjalan dengan langkah cepat menghampiri Arka dan Rallyn.


Mendengar suara bosnya. Arka langsung terkejut dan segera melepaskan tangan Rallyn. Rallyn bersikap biasa saja seolah tak terjadi apa-apa.


"Pak, Anda salah paham. Ini tidak seperti yang Anda bayangkan," ucap Arka.


Semua pengunjung di sana menatap ke arah mereka. Arka merasa malu karena dirinya yang memang tengah makan bersama istri orang.


Jo menatap Arka dengan tatapan tajam. Dia begitu marah pada asisten sekaligus sahabatnya itu karena sudah berani menyentuh tangan Rallyn.


"Kamu kenapa, sih? Datang-datang langsung marah-marah. Ini tempat umum, kamu gak malu dilihatin banyak orang?" ucap RallynRallyn dengan nada ketus.


"Lyn, aku gak bisa liat kamu sama Arka," ucap Jo sembari menggenggam kedua tangan Rallyn.


Jo hanya diam. Dia merasakan tamparan keras dari ucapan Rallyn padanya, dirinya sadar bahwa dirinya sudah menyakiti Rallyn dan kini dirinya merasakan kecemburuan yang mungkin dirasakan oleh Rallyn.


"Marahmu tidak beralasan. Jangan pernah melarang aku untuk bersama dengan siapa pun yang aku nyaman bersamanya. Tidak ada cinta lagi diantara kita, tidak ada kebahagiaan lagi dalam rumah tangga kita. Ceraikan aku secepatnya karena aku sudah ada laki-laki lagi yang akan kujadikan pengganti kamu," ucap Rallyn sembari pergi meninggalkan Jo dan Arka di sana.


Jo menatap Arka dengan tatapan tajam. "Awas kamu ya kalau bermain di belakang saya," ucap Jo sembari menunjuk wajah Arka.


"Cemburu? Jangan ngomel sama saya. Kejar tuh sebelum beneran lari ke hati laki-laki lain," ucapan Arka lalu meninggalkan tempat itu.


Jo juga langsung pergi untuk menyusul Rallyn. Cemburunya begitu besar sehingga dirinya tak menghiraukan pengunjung lain yang memerhatikan dirinya. Dia tak perduli meski mungkin mereka berpikir buruk tentang dirinya.

__ADS_1


"Rallyn!" teriak Jo sembari mengejar Rallyn yang sudah berjalan lumayan jauh dari restoran itu.


Rallyn tak menghiraukan Jo. Dia terus berjalan cepat menuju jalan raya, ada sedikit harapan dalam hati Rallyn saat tahu ternyata Jo cemburu saat melihatmu dirinya bersama dengan laki-laki lain. Tak bisa dipungkiri bahwa dirinya sangatlah mencintai Jo, dirinya selalu berharap bahwa hanya dirinya seorang yang dicintai oleh laki-laki yang dicintainya itu.


Rallyn terus berjalan dengan senyum yang terus terukir di bibirnya, dia bahagia saat Jo terus berteriak memanggilnya. Sementara itu di belakangnya, Jo terus berusaha untuk menyusulnya. Hingga setelah beberapa menit, akhirnya Jo dapat mensejajarkan langkahnya dengan Rallyn.


"Rallyn, ayo ikut aku!" Jo meraih tangan Rallyn lalu menariknya agar mengikuti langkahnya.


"Apaan, sih. Aku bilang aku udah gak mau sama kamu," ucap Rallyn sembari berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Jo.


"Mengertilah, Rallyn. Aku cemburu melihat kamu sama Arka."


"Kamu mau dingertiin tapi gak mau mengertikan aku. Kamu tahu gak, Jovanka? Aku sakit melihat kamu sama Kalila, aku sakit mendengar kamu mencintai perempuan itu tapi kamu gak usah khawatir karena sekarang aku udah gak perduli lagi dengan hubungan kamu dengan perempuan itu. Aku kalah, aku mengalah. Pergilah dan kejar perempuan yang sangat kamu cintai itu," ucap Rallyn lalu kembali berjalan.


"Oke, aku salah. Aku memang salah tapi kumohon jangan pergi, aku gak bisa tanpa kamu," ucap Jo sembari terus menahan langkah Rallyn.


Rallyn menghentikan langkahnya lagi lalu dia menatap wajah Jo dengan tatapan dalam. "Kalau kamu memang cinta sama aku, tidak mungkin kamu mencintai Kalila juga. Aku tidak mau hidup dalam cinta yang bercabang, aku hanya ingin aku yang ada di dalam sini," ucap Rallyn sembari menunjuk dada Jo.


"Cinta yang sesungguhnya hanya ada satu, bukan dua. Sekarang aku kasih kamu waktu untuk memantapkan hatimu, pilih aku atau Kalila. Sekarang mungkin aku sudah terlanjur benci sama kamu tapi kalau ada sedikit saja usaha kamu untuk kembali padaku, InsyaAllah aku akan berusaha menerima semua yang sudah berlalu. Aku akan bertahan dalam rumah tangga yang sudah ternoda ini," ucap Rallyn dengan nada bicaranya yang datar.


"Aku tahu kamu tidak akan melepaskan Kalila. Aku mau pulang hari ini juga ke rumah orang tuaku jika kamu berubah pikiran, kamu boleh jemput aku tapi kalau tetap ingin mempertahankan Kalila, aku pastikan surat gugatan cerai akan tiba di rumah orang tua kamu dia minggu dari hari ini. Sebelum waktu itu tiba, pergunakan waktu itu untuk berpikir, pilih aku atau dia," sambung Rallyn setelah beberapa menit hanya ada keheningan diantara mereka.


Tak lama sebuah taksi lewat di sana dan Rallyn pun langsung menyetop taksi itu dan langsung masuk ke dalamnya setelah taksi itu berhenti di depannya. Rallyn segera menyuruh sopir itu melajukan mobilnya karena dirinya sudah tak mau bicara lagi dengan Jo.


Bersambung

__ADS_1



__ADS_2