
"Hari ini apa boleh aku sekolah sama Mama?" tanya Alika.
"Boleh dong, Sayang," ucap Bu Reni.
"Hore," ucap Alika dengan gembira.
"Kalau gitu kamu mandi dulu sana sama Mbak Lela," ucap Bu Reni lagi.
"Oke deh." Alika langsung pergi masuk ke dalam kamarnya lagi untuk segera membersihkan diri.
Di kamar Jo dan Rallyn.
Saat Rallyn selesai mandi, dia baru sadar ternyata ada tanda merah di bagian dua gunung kembar miliknya.
"Eh, ini apa? Kok ada merah-merah," ucap Rallyn saat melihat dirinya dari pantulan cermin.
Jo tersenyum lalu berjalan menghampiri Rallyn! Jo berusaha membuka pakai dalam yang sudah dipakai oleh Rallyn itu!
"Heh kamu mau ngapain? Jangan!" ucap Rallyn sembari menepis tangan Jo.
"Aku hanya ingin melihatnya," ucap Jo.
"Gak boleh," ucap Rallyn.
"Kamu masih malu? Kita sudah menikah, kamu harus terbiasa aku buka-buka gini," ucap Jo.
Rallyn terdiam lalu sedetik kemudian mendorong dada Jo hingga laki-laki itu melangkah mudur!
"Jangan banyak alasan, buka-bukaan ada waktunya," ucap Rallyn.
"Sebenarnya merah-merah itu aku yang buat semalam," ucap Jo dengan sedikit tertawa.
"Apa? Jadi ini perbuatan semalam? Tapi kenapa tidak sakit?" tanya Rallyn yang memang tidak tahu apa-apa.
Jo tertawa karena ternyata Rallyn benar-benar polos hingga hal seperti itu saja belum tahu.
"Memang tidak sakit, saat aku menghisap nya, kamu akan merasakan kenikmatan yang luar biasa dan inilah hasilnya," jelas Jo sembari menempelkan jari telunjuknya di tanda merah yang terdapat di dada Rallyn.
"Dasar mesum, mana mungkin seperti itu?" ucap Rallyn tak percaya.
Jo menatap Rallyn dengan tatapan aneh lalu dia membuka tali bra Rallyn dengan tanpa seizin sang empunya lalu membuat tanda merah itu lagi di bagian samping.
"E_e_eh! Apa yang kamu lakukan? Ah, Jo lepaskan aku!" Rallyn memberontak sembari mencengkram rambut Jo yang sudah klimis itu.
"Lihatlah," ucap Jo setelah selesai dengan aksinya.
"Kamu ini apa-apaan sih kerjanya maksa-maksa orang," ucap Rallyn sembari merapikan pakaian dalamnya.
Jo kembali tersenyum sembari merapikan rambutnya lagi.
"Sepertinya kamu belum tahu banyak tentang hubungan percintaan orang dewasa. Usia kamu dua puluh tahun tapi persis seperti enam belas tahun yang belum mengerti percintaan," ucap Jo.
"Aku sudah tahu cinta tapi tidak tahu ternyata bisa seperti ini," ucap Rallyn.
"Dahlah nanti aku ajari kamu biar ngerti," ucap Jo.
"Iya ngajarin tapi ngajarinnya juga sambil dipraktikan," ketus Rallyn sembari memakai pakaiannya.
__ADS_1
"Aku kan gurumu suamimu," ucap Jo.
"Guruku adalah suamiku, judul novel online yang suka aku baca," ucap Rallyn lagi.
"Dalam novel biasanya ada adegan orang dewasa, memangnya kamu tidak pernah baca?"
"Baca tapi gak pernah sampai selesai," ucap Rallyn.
"Kenapa?" tanya Jo.
"Karena kamu sudah mengenalkan aku pada adegan dewasa itu."
"Ketagihan gak?" tanya Jo dengan senyum jahil.
"Biasa aja," ucap Rallyn yang kini sudah merias wajahnya dengan make_up seadanya.
Jo mendekati Rallyn lalu meraba pundaknya!
"Jangan, nanti lipstick aku luntur," ucap Rallyn.
"Kamu mencintai aku?" tanya Jo.
"Menurut kamu?" bukannya menjawab, Rallyn malah bertanya balik.
"Aku tidak bisa membaca isi hati kamu," sahut Jo.
"Kalau aku tidak mencintai kamu, tidak mungkin aku mau kamu sentuh," ucap Rallyn.
Jo membungkuk dan menopang dagunya dengan pundak Rallyn! Tangannya menggenggam tangan Rallyn.
"Terima kasih, aku janji akan menjadi suami yang baik untuk kamu," ucap Jo sembari menatap mereka dari pantulan cermin yang ada di depan mereka.
********
Di kediaman Davina.
Sekitar pukul sembilan pagi Kalila datang ke rumah Davina. Mereka memang sudah bersahabat lama dan hal itu membuat mereka tetap menjalin hubungan persahabatan meski sudah bertahun-tahun tak bertemu.
"Kalila, ngapain pagi-pagi udah ke sini?" ucap Davina.
"Aku mau tanya anak aku siapa namanya?" tanya Kalila.
"Namanya Alika, memangnya kenapa?" tanya Davina.
"Oh Alika. Aku mau minta rujuk sama Ashka," ucap Kalila.
"Hah, nyingkirin Rallyn aja belum berhasil udah muncul lagi saingan baru," batin Davina.
"Vi! Vi kamu kenapa kok diam?" tanya Kalila.
"Oh nggak. Nggak apa-apa kok," ucap Davina gelagapan.
"Kamu yakin mau rujuk sama Ashka?" tanya Davina lagi.
"Iya, dia udah kaya lagi 'kan jadi aku bisa hidup enak lagi dengan hartanya," ucap Kalila.
"Kayaknya Kalila bisa aku gunakan untuk menyingkirkan Rallyn dan setelah Rallyn kalah baru aku yang akan menyingkirkan Kalila," ucap Davina di dalam hatinya.
__ADS_1
"Ashka udah nikah lagi. Yakin masih mau balik sama Ashka?" ucap Davina.
"Apa? Udah nikah lagi, masa sih?" ucap Kalila.
"Iya tapi istrinya masih ABG kamu pasti bisa menyingkirkan anak itu dengan caramu," ucap Davina dengan senyuman penuh arti.
"ABG ya. Masih labil kayaknya gak akan sulit-sulit banget menyingkirkan anak itu," ucap Kalila.
"Semoga berhasil lagipula aku yakin kamu pasti berhasil, Ashka 'kan pasti masih mencintai kamu," ucap Davina.
"Pastinya, dulu dia cinta banget sama aku," ucap Kalila penuh percaya diri.
********
Di kantor Jo.
"Pak, Rallyn kenapa jarang ke kantor sih?" ucap Alice pada Arka.
"Dia sibuk sama bos," jelas Arka.
"Kalau dia sudah tidak dipekerjakan lagi di sini seharusnya cari orang buat gantiin posisi Rallyn, kita capek tahu kerja banyak-banyak," ucap Julia.
"Kalian sabar dulu nanti siang Rallyn ke sini nanti kita bicarakan baik-baik sama dia maunya dia bagaimana, sebenarnya saya sudah pernah bicara tentang ini tapi Rallyn kukuh tetap mau kerja di posisinya," jelas Arka.
"Sedang apa kalian? Jam kerja malah ngobrol," ucap Jo yang kebetulan lewat di sana.
Seketika Alice dan Julia menunduk saat melihat Jo berjalan menghampiri mereka.
"Maaf, Pak kami hanya membicarakan masalah pekerjaan," ucap Arka.
"Ada masalah apa?" tanya Jo.
"Mereka lelah setiap hari kerja double, mereka minta pengganti Rallyn," jelas Arka lagi.
"Cari pengganti Rallyn," titah Jo tanpa pikir panjang.
********
Di sekolah Alika.
Kegiatan di sekolah itu baru selesai, Alika sudah keluar dari kelasnya dan bersiap untuk pulang.
"Mama, kita pulang naik apa? Mama gak bawa mobil," ucap Alika pada Rallyn.
"Sudah ada taksi online yang menunggu kita. Ayo pulang," ucap Rallyn sembari menggandeng tangan Alika.
"Bisakah kita makan siang dulu sama papa?" tanya Alika setelah berada di dalam mobil.
"Tapi sekarang baru jam berapa, masih lama menuju jam makan siang," ucap Rallyn sembari menatap jam di tangannya.
"Kita tunggu di kantor papa, aku janji aku gak akan nakal," ucap Alika.
"Ya udah kita main di kantor Papa dulu," ucap Rallyn karena tak mau membuat Alika sedih.
Mobil yang ditumpangi oleh mereka pun terus melaju menuju kantor Ashka!
Setibanya di depan perkantoran itu, baru turun dari mobil, Rallyn sudah mendapatkan pemandangan yang tidak sedap, dia melihat Jo sedang dipeluk oleh seorang perempuan yang tidak ia kenal.
__ADS_1
"Jo," batin Rallyn dengan tatapan nanar tertuju pada Jo dan perempuan itu.
Bersambung