Penjara Cinta Suami Tua

Penjara Cinta Suami Tua
bab 59 pertemuan Rallyn dan Kalila


__ADS_3

Kalila pergi dari ruangan Jo dengan rasa kesal. Biasanya dia tidak pernah menerima perintah dari siapa pun tapi kali ini dia harus sedikit mengalah agar dirinya bisa mendapatkan Jo seutuhnya.


Di depan kantor itu. Kalila melihat Rallyn yang masih duduk di tangga, dia tersenyum lalu menghampiri Rallyn dan teman-temannya.


"Oh, rupanya kamu sudah di sini. Pantas Ashka menyuruhku cepat-cepat pergi tahunnya kamu udah di sini," ucap Kalila sembari menuruni anak tangga.


Rallyn dan dua temannya menoleh ke belakang dan langsung berditi saat melihat Kalila di belakang mereka. Alice dan Julia terlihat kesal melihat ular sawah itu yang seakan memberitahu Rallyn bahwa dirinya baru bertemu dengan Jo.


"Mending kamu pergi aja dari kehidupan Ashka sebelum ditendang secara paksa oleh Ashka dan keluarganya," ucap Kalila lagi sambil menatap Rallyn dengan tatapan penuh misteri.


"Heh ular sawah! Lo sadar gak sih lo itu siapa? Ngaca, dong masa nyuruh pergi sama istri sah! Harusnya lo yang pergi," ucap Julia dengan suara lantang.


"Dasar ular sawah menjijikkan. Udah meninggalkan sekarang ngemis minta balikan. Gak jijik lo, ludah yang sudah dibuang malah dijilat lagi," ucap Alice.


"Kurang ajar ya kalian. Berani sama saya," ucap Kalila sembari mendorong Alice.


Alice dan Julia yang tak terima dikasari oleh Kalila pun mencoba menyerang Kalila balik.


"Udah, udah. Jangan ribut sama perempuan ini. Kalian kenapa meladeni perempuan ini? Lebih baik kalian makan siang," ucap Rallyn sembari berusaha melerai Alice dan Julia yang sedang kompak mengacak-acak penampilan Kalila.


"Aaaa! Aaaaa! Kalian apa-apaan, sih? Jadi berantakan penampilan saya," ucap Kalila dengan meninggikan suaranya.


"Ada apa ini?" tanya Jo yang mendengar suara teriakan Kalila.


Mereka semua menoleh menatap Jo yang berdiri di anak tangga paling atas. Kalila langsung berjalan menghampiri Jo lalu langsung mengeluarkan air mata buaya.

__ADS_1


"Ashka, aku sakit. Istri kamu ini brutal banget masa dia menyerang aku," ucap Kalila sembari memperlihatkan tangannya yang sebenarnya tidak kenapa-kenapa.


"Heh! Heh! Dasar ular sawah. Siapa yang menyerang siapa yang lo salahkan?" seru Julia.


"Rallyn, lain kali jangan kasar pada Kalila," ucap Jo sembari berjalan mendekati Kalila.


Rallyn mengulas senyum tipis pada suaminya itu lalu merapikan dasinya yang terlihat miring. "Mas. Suamiku Sayang, lain kali sebelum mempercayai ucapan mantan istrimu, cek dulu kebenarannya. Di sana ada CCTV silahkan lihat bagaimana kejadian tadi. Kamu ini seorang CEO jadi jangan terlalu bodoh hanya karena urusan hati," ucap Rallyn lalu pergi meninggalkan Jo dan semua orang yang ada di sana.


Jo terdiam. Dia menatap kepergian Rallyn sedangkan Alice dan Julia pergi mengejar Rallyn yang berjalan memasuki kantor. Kalila mendekati Jo lalu menyandarkan kepalanya di dada Jo.


"Aku minta kamu pergi sekarang juga. Aku bilang jangan sampai kamu ketemu sama Rallyn malah kalian bertengkar di sini," ucap Jo pada Kalila.


"Dia yang mulai duluan, dia gak suka aku ketemu sama kamu," ucap Kalila berbohong.


Kalila tak berucap lagi. Dia langsung pergi meninggalkan Jo sementara Jo langsung masuk ke dalam kantornya untuk segera menemui Rallyn. Dia merasa bersalah atas ucapannya tadi terhadap Rallyn.


"Rallyn! Aku mau makan siang bersama kamu," ucap Jo yang berdiri agak jauh dari Rallyn.


"Aku datang ke sini memang untuk makan siang bersama kamu, Mas tapi kayaknya selera makan aku udah hilang," sahut Rallyn.


"Rallyn, maafkan aku," ucap Jo sembari mendekati Rallyn.


"Maaf untuk apa? Aku sudah bosan mendengar maaf palsu dari mulutmu," ucap Rallyn lagi.


"Saya permisi," ucap Arka yang sedang duduk bersama Rallyn.

__ADS_1


"Kita juga permisi, deh," ucap Alice dan Julia yang sedang bersama Rallyn di sana.


"Pak Arka! Pak Arka mau makan siang ya?" tanya Rallyn pada Arka.


"Iya," sahut Arka.


"Ya udah saya ikut. Kita makan di tempat yang waktu itu kita makan bareng," ucap Rallyn sembari beranjak dari tempat duduknya.


"Rallyn. Rallyn tapi aku mau–"


"Udah deh, Mas jangan halangi kebahagiaan aku. Kamu urus saja tuh selingkuhan kamu yang pintar mengadu itu," ucap Rallyn sembari berjalan mendekati Arka.


"T_tapi, Rallyn. Saya ... Pak Ashka ...." Arka tak berani menuruti permintaan Rallyn karena dia menghargai perasaan Jo.


"Ayo, Pak Arka. Gak apa-apa kita kenang kebersamaan kita yang singkat itu," ucap Rallyn sembari menarik tangan Arka dan membawanya keluar dari tempat itu.


Jo menatap kepergian mereka tapi beberapa detik kemudian dia segera menyusul Rallyn. Dia cemburu melihat Rallyn memegang tangan Arka sampai sebegitu lamanya. Alice dan Julia juga menatap Rallyn, mereka merasa aneh dengan sikap Rallyn yang tiba-tiba seperti tidak memedulikan Jo.


"Apa yang terjadi pada anak itu? Tadi dia nangis sesenggukan sekarang kayaknya dia gak peduli tuh sama Pak Ashka," ucap Alice.


"Mungkin dia mulai menjalankan apa yang tadi aku katakan," sahut Julia.


Bersambung


__ADS_1


__ADS_2