Penjara Cinta Suami Tua

Penjara Cinta Suami Tua
bab 61


__ADS_3

Sore hari sekitar pukul tujuh belas waktu setempat. Rallyn pulang ke rumah orang tuanya dengan tanpa membawa apa pun, dia datang hanya membawa diri saja sedangkan pakaiannya masih dia tinggalkan di rumah Jo. Dengan memasang raut wajah biasa saja, seolah sedang tidak ada masalah. Rallyn berjalan memasuki rumah orang tuanya.


"Assalamualaikum!" serunya sembari menerobos masuk ke dalam rumah.


"Waalaikumsalam," sahut Bu Herlina yang sedang menyapu ruangan utama rumahnya.


Rallyn segera mencium punggung tangan sang ibu lalu duduk di kursi ruang keluarga. Dia tak menanyakan ayahnya karena tahu di jam segitu, ayahnya pasti belum pulang bekerja.


"Kamu datang sendiri, Nak?" tanya Bu Herlina sembari menghempaskan bolongnya ke kursi di samping Rallyn.


"Iya, Bu. Jo sibuk," sahutnya mencoba menyembunyikan keburukan suaminya itu.


"Tapi dia sehat, 'kan? Keluarganya bagaimana, anaknya bagaimana?" tanya Bu Herlina lagi.


"Mereka semua baik-baik saja, Bu."


"Kamu sudah makan belum? Kalau belum makanlah dulu sana! Ibu baru selesai masak untuk makan malam," jelas Bu Herlina.


"Udah, Bu. Tadi aku makan sama Jo," sahut Rallyn berbohong padahal dia makan bersama dengan Arka itu pun tidak sampai selesai.


Rallyn sengaja tidak memberi tahu keluarganya terlebih dahulu tentang masalah yang sedang dihadapinya. Dirinya masih berharap Jo memilihnya dan melanjutkan hubungan pernikahan mereka.


Dia tak bisa membohongi dirinya sendiri bahwasanya dalam lubuk hatinya yang paling dalam, dirinya masih sangat mencintai suaminya. Dirinya tidak bisa melupakan kenangan indah bersama Jo meski masa indah itu baru dilaluinya beberapa bulan saja. Cintanya yang sudah tumbuh subur terasa sulit untuk mematikan cinta untuk Jo yang sudah terlanjur tumbuh di dalam hatinya itu.


"Menginap lah di sini. Sudah lama kamu tidak tidur di rumah, ibu kangen sama kamu," ucap Bu Herlina.


"Aku memang mau menginap di sini untuk beberapa hari, Bu. Jo mau pergi ke luar kota dan aku gak betah di rumah mertua kalau gak ada dia," jelas Rallyn berbohong.

__ADS_1


"Katanya tadi kamu makan sama Jo, kenapa sekarang dia pergi ke luar kota?" tanya Bu Herlina penuh rasa curiga.


"Perginya baru tadi, Bu. Setelah kami makan siang," jelas Rallyn kembali berbohong.


Untuk menutupi semua keburukan suaminya. Rallyn berani berbohong pada ibunya sendiri padahal sebelumnya dia tidak pernah berbohong pada siapa pun apa lagi terhadap orang tuanya.


Rallyn tak ingin orang tuanya tahu tentang kelakuan Jo yang sebentarnya, dia tidak ingin orang tuanya sedih karena penderitaan yang dia dapat dari suaminya dan lagi menurutnya itu adalah aib yang tidak baik jika orang lain mengetahuinya.


*******


Di kediaman Jo.


Jo badu tiba setelah seharian galau akibat dua perempuan yang dicintainya. Dia berjalan langsung masuk ke dalam kamarnya bahkan Alika yang sedang asyik bermain bersama Lela, tidak disapanya sedikit pun.


Bu Reni dan Bu Ningrum hanya menatap Jo dengan tatapan acuh-cuek. Mereka sudah tahu bahwa Rallyn tidak akan pulang ke rumah mereka karena sebelum pergi Rallyn sudah meminta izin pada mereka bahwa Rallyn akan menginap di rumah orang tuanya.


Bu Reni ingin tahu apa yang akan dilakukan oleh Jo setelah tahu Rallyn tidak akan pulang ke rumah. Dia tahu, Rallyn pasti meminta izin pada Jo sebelum dia pulang ke rumah orang tuanya.


Sekitar pukul dua puluh. Alika merengek pada Bu Reni dan Bu Ningrum meminta diantarkan pada Rallyn yang dia sendiri tidak tahu di mana keberadaannya. Alika terus menangis sembari mengucapkan kata bahwa dia ingin sama mamanya.


Jo keluar dari kamarnya karena mendengar tangisan Alika. Dia berjalan menghampiri Alika lalu segera menggendongnya.


"Kamu kenapa, Sayang?" tanya Jo sembari mencoba menenangkan Alika.


"Aku mau sama mama. Aku mau mama, di mana mama kenapa belum pulang juga?" ucap Alika sambil terus menangis.


"Sayang. Mama sedang ada urusan di luar, kamu tidur sama papa saja ya," ucap Jo sembari mengusap rambut panjang milik Alika.

__ADS_1


"Gak mau! Gak mau! Aku mau mama, aku mau sama mama." Tangis Alika semakin pecah saat Jo malah mengajaknya tidur sementara dirinya ingin tidur bersama sang ibu.


Bu Reni dan Bu Ningrum sudah mencoba membujuk Alika untuk tidur bersama mereka tapi gadis berusia lima tahun itu tetap tidak mau. Alika kukuh ingin tidur bersama Rallyn karena memang sekarang dia biasa tidur bersama Rallyn.


"Jangan nangis, Sayang. Besok kita ketemu sama mama, ya. Papa janji, besok kita cari mama dan ajak mama pulang setelah ketemu," ucap Jo terus merayu Alika agar terdiam dan menghentikan tangisannya.


*******


Di kediaman orang tua Rallyn.


Rallyn merebahkan tubuhnya di tempat tidurnya. Dia berbaring dengan posisi menyamping menghadapi ke kanan di mana ada meja yang di atasnya ada foto Jo dengan dirinya.


Tak terasa air matanya menetes dari sudut matanya. Dia begitu berharap Jo akan datang, akan tetapi malam sudah menyapa Jo belum juga datang untuk menjemputnya.


Dia mulai gelisah karena takut Jo benar-benar memilih Kalila. Sesungguhnya dirinya masih sangat mencintai Jo dan sebenarnya dirinya tidak ingin berpisah dari Jo atau mungkin sampai bercerai dengan Jo.


"Kamu tidak datang. Apa kamu memang benar-benar tidak menginginkan aku lagi," batin Rallyn.


*******


Di kamar Jo.


Malam semakin larut. Setelah Alika tidur karena kelelahan menangis, Jo langsung masuk ke dalam kamarnya tapi dia tidak langsung tertidur. Dia berdiri di balkon kamarnya dengan pikiran yang bercampur aduk.


Dirinya tak dapat tidur sebelum melihat wajah Rallyn. Selama ini setelah dirinya menikah dengan Rallyn, wajah Rallyn selalu menjadi pengantar tidurnya dan wajah Rallyn juga penyambut dirinya saat pertama membuka matanya dipagi hari.


"Aargh! Rallyn. Rallyn sebenarnya apa yang kamu lakukan sehingga kamu membuat aku gelisah seperti ini!" teriak Jo. Dia kesal karena terus kepikiran dengan Rallyn, dirinya tidak bisa tidur karena rindu pada istri yang sudah dia sakiti itu.

__ADS_1


Bersambung



__ADS_2