Penjara Cinta Suami Tua

Penjara Cinta Suami Tua
bab 77


__ADS_3

"Kamu mau beli siomaynya?" tanya Jo sembari menyentuh punggung tangan Rallyn yang hinggap di pundaknya.


"Eum. Iya, tapi untuk ke sana jalannya menanjak, aku tidak kuat jika harus mendorongmu. Makan siomaynya nanti saja di tempat lain," sahut Rallyn.


"Aku nunggu kamu di sini. Beli sana! Jangan lupa belikan aku juga ya," ucap Jo sembari merogoh dompetnya dari saku celananya.


"Ya udah. Aku beli dulu ya, tapi yakin, kamu gak apa-apa di sini? Aku takutnya nanti kamu terjatuh atau kenapa-kenapa," ucap Rallyn lagi.


"Nggak. Pergilah! Ini dompetku." Jo memberikan dompetnya pada Rallyn.


"Belinya pakai uang aku saja," sambung Jo.


"Uangku masih ada," ucap Rallyn sembari mengambil dompet itu dari tangan Jo lalu meletakkannya di pangkuan Jo.


"Pegang saja. Siomay di sini harganya gak mahal-mahal banget, uang anu juga cukup," ucap Rallyn lagi sembari menggenggam tangan Jo lalu meletakkannya di atas dompet milik suaminya itu.


"Aku pergi sebentar. Tunggu ya." Rallyn langsung pergi dari tempat itu dan langsung menghampiri abang tukang siomay yang berjualan di pinggir taman itu.


Sebenernya Rallyn tidak ada niatan untuk membeli siomay itu. Tadi dia hanya asal bicara untuk menjawab pertanyaan Jo karena tak mungkin dia mengatakan bahwa di sana ada Kalila juga. Dirinya tak ingin mengatakan sesuatu yang menjelekkan Kalila karena takut Jo akan membencinya.


Sementara itu, di tempat tadi Rallyn meninggalkan Jo. Jovanka masih terdiam di sana menghadap Kalila yang sedang bermesraan di sana. Dia yang tak dapat melihat sekitarnya hanya bisa diam dan tak mengeluarkan ekspresi apa pun meski Kalila bermesraan dengan laki-laki lain.


Saat hendak pergi dari sana. Kalila baru sadar bahwa ada Jo juga di sana. "Ashka," ucap Kalila saat melihat Jo.


"Siapa itu?" tanya Tomy yang saat itu sedang melingkarkan tangannya di pinggang Kalila.


Ya, Tomy lah orang yang menjadi selingkuhan Kalila. Pemuda tampan yang pernah ditemuinya di salah satu clube malam di kota tersebut. Kalila memang sudah berhubungan dengan Tomy sejak beberapa minggu belakangan ini.

__ADS_1


"Dia ATMku," sahut Kalila sembari terus berjalan menghampiri Jo.


Karena tak tahu Jo mengalami kebutaan, Tomy langsung melepaskan tangannya dan berjalan sedikit berjarak dengan Kalila. Mendengar perkataan Kalila, dirinya sudah mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Kalila.


"Dia buta, kamu tidak perlu menjauh seperti itu," ucap Kalila sambil terus berjalan.


Tiba di dekat Jo. Kalila langsung memanggil, Jo dan langsung meraba punggung hingga dada Jo. "Sayang, kamu sedang apa di sini?" tanyanya.


"Kalila? Ini kamu, kamu di sini?" ucap Jo yang tak percaya bahwa ternyata Kalila ada di sana.


"Ya. Kamu sama siapa di sini?"


"Aku sama Rallyn. Sekarang dia sedang pergi, katanya mau beli siomay," jelas Jo.


Kalila berjalan ke depan Jo lalu mengambil dompet Jo yang terletak di pangkuan Jo. Dengan perlahan dan sangat hati-hati, dia membuka dompet itu di hadapan Jo dan menguras habis semua isi dompetnya. Sementara itu, Tomy hanya diam sembari memerhatikan Kalila yang sedang mencuri dari pacarnya sendiri.


"Iya. Terima kasih sudah mengartikan aku," ucap Jo yang mengira Kalila tak ingin membuatnya bertengkar dengan Rallyn.


"Iya. Dalam kondisi kamu sekarang ini, aku tidak ingin menambah masalah dalam hidup kamu. Cepat sembuh ya, Sayang, sebenarnya aku ingin sekali merawatmu, tapi itu tidak mungkin 'kan?" Kalila berucap dengan gaya manja agar terdengar dirinya benar-benar ingin merawat Jo.


Setelah itu, dia mencium pipi Jo lalu langsung pergi sebelum Rallyn tiba di sana. Bukan tak ingin bertengkar dengan Rallyn, dirinya takut Rallyn tahu bahwa dirinya lah yang sering menggasak dompet Jo sampai habis selama laki-laki itu mengalami kebutaan.


Kalila dan Tomy kembali berjalan sembari bergandengan. Mereka terlihat begitu mesra hingga membuat para jomblo di sana merasa iri pada mereka. Sementara itu, Jo masih terdiam dan menunggu Rallyn dengan setia karena mau pergi pun, dia tidak bisa.


Tak lama, Rallyn tiba di sana dengan membawa dua boxs kecil yang berisi siomay yang baru dia beli. "Maaf membuat kamu menunggu lama, Mas," ucap Rallyn.


Rallyn segera membuka siomay itu dan langsung menyuapi Jo. Sengaja dia mengutamakan Jo sebelum dirinya. Cinta dan kasih sayangnya terlalu tulus hingga sudah seperti ini pun, Rallyn masih memerhatikan suami cacatnya itu.

__ADS_1


"Kamu dulu saja yang makan," ucap Jo.


"Kita makan barengan. Sekali kamu dan sekali lagi aku, gak apa-apa 'kan kamu satu sendok berdua denganku?"


"Tentu tidak. Justru kamu yang masalah gak join sendok sama aku? Aku harap kamu dapat memaafkan aku. Aku janji hanya ada kamu saja dalam hidup aku," ucap Jo.


"Mas ... aku sudah memaafkan kamu. Kamu cepat sembuh ya, biar kita bisa seperti dulu lagi. Bahagia berdua tanpa adanya orang ketiga," ucap Rallyn sembari terus menyuapi Jo.


"Setelah ini hanya ada kamu. Aku janji, aku sedang berusaha melupakan Kalila," ucap Jo lagi.


Rallyn tersenyum. Dia meraih tangan Jo lalu mengusapnya. "Cepat sembuh ya, Mas."


"Besok, kamu ke kantor ya. Tolong urus semua pekerjaan aku di sana!" pinta Jo.


"Aku gak bisa, Mas." Rallyn terus menolak karena dirinya menang tak berminat untuk menjadi seorang pemimpin perusahaan.


"Tolong. Demi aku," ucap Jo memohon.


"Ya sudah, tapi kamu yang bimbing aku ya," sahut Rallyn yang akhirnya mengiyakan perkataan Jo.


"Kamu mau, 'kan memulai kehidupan baru lagi? Kita bangun lagi hubungan yang sudah aku nodai ini. Aku menyesal karena sudah membuat kamu terluka," ucap Jo sembari menggenggam tangan Rallyn sembari diusap-usap dengan menggunakan ibu jarinya.


"Kamu serus, Mas. Kamu tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi?" tanya Rallyn yang hanya dibalas oleh anggukan saja.


Di sana, di taman itu mereka berbicara berdua dari hati ke hati. Rallyn memang sudah menunggu penyesalan Jo yang seperti ini dan seperti yang dia harapkan, Jo meminta maaf padanya dan berjanji akan melupakan Kalila.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2