
Pagi hari, Rallyn terbangun dari tidurnya dan tak melihat sangat suami di sampingnya, dia menatap jam ternyata sudah jam setengah enam pagi. Rupanya dirinya terlambat bangun tidur.
Rallyn menurunkan selimutnya yang menutupi seluruh tubuhnya! "
Astaga aku tidak pakai pakaian semalaman," batin Rallyn sembari menutup lagi tubuhnya dengan selimut itu.
Rallyn berusaha duduk tapi sedikit kesusahan karena merasakan perih dan seperti bengkak di bagian bawahnya!
"Aduh," lirih Rallyn, "kayaknya ini perbuatan Jo semalam," sambungnya lagi.
Setelah berhasil duduk, dia terdiam sembari meredakan rasa perih, sakit dan aneh dibawah sana.
"Hai, sudah bangun ternyata," ucap Jo yang baru keluar dari kamar mandi.
Rallyn menoleh menatap sang suami yang masih belum mengenakan pakaian itu.
"Kamu udah mandi, kenapa gak bangunin aku? Jadi kesiangan deh," ucap Rallyn.
Jo mengencangkan handuk yang melilit di pinggangnya lalu berjalan menghampiri Rallyn!
"Baru setengah enam, memangnya kamu mau kemana?" tanya Jo.
"Mau kemana? Ya mau melakukan aktivitas sehari-hari lah, apa lagi," ucap Rallyn.
"Sudah ada yang menggantikan posisi kamu di kantor jadi, kalau mau ke kantor kerjaan kamu cuma nemenin aku kerja," ucap Jo.
"Aku tahu itu. Alice menelpon ku dan memberitahu ku," ucap Rallyn sembari menurunkan kakinya dari atas tempat tidur dan mulai berdiri!
"Semalam udah aku jelajahi semuanya, jangan malu. Masih aja ditutup-tutupi," ucap Jo yang merasa risih karena Rallyn menutup tubuhnya dengan selimut hingga Rallyn sendiri merasa kesulitan untuk berjalan.
"Bukan malu, aneh aja gitu. Masa jalan tanpa busana," ucap Rallyn mencoba menyangkal perkataan Jo padahal sebenarnya dirinya memang merasa malu.
"Aaah." Rallyn meringis karena merasakan ngilu saat berjalan.
"Baru satu ronde semalam udah kayak gini gimana kalau aku minta dia atau tiga ronde," ucap Jo tapi tetap membiarkan Rallyn berjalan sendiri.
__ADS_1
"Diamlah." Rallyn mendorong dada Jo pelan.
Jo tersenyum tipis lalu tanpa bicara langsung memangku tubuh Rallyn dan mengantarkannya ke dalam kamar mandi!
"Eh, aku bisa sendiri kok," ucap Rallyn.
"Aku tahu tapi aku risih jalan kamu kayak bebek," ucap Jo.
"Dasar lalaki pikasebeleun. Ini kan gara-gara ulah kamu semalam," batin Rallyn sembari mengalungkan tangannya di leher Jo.
"Maaf ya, gara-gara aku, kamu jadi kesakitan," ucap Jo sambil terus berjalan.
"Udah tahu aku pasti kesakitan masih aja melakukan itu," ucap Rallyn.
"Gimana lagi, emang harusnya gitu. Lama-lama juga gak sakit biar cepat hilang rasa sakitnya kita harus sering-sering melakukannya," ucap Jo.
"Mana ada. Satu bulan gak boleh melakukannya lagi. Dimulai dari hari ini," ucap Rallyn.
"Hm, ya sudahlah aku pasrah daripada gak dapat jatah selamanya," ucap Jo lemas.
Jo menurunkan Rallyn setelah tiba di dalam kamar mandi lalu membantunya untuk membuka selimut yang melilit di sekujur tubuh Rallyn.
"Gak mau cuma isin," ucap Rallyn.
"Isin ... apa itu? Baru dengar," ucap Jo.
Rallyn tersenyum lalu berjongkok di sana.
"Pergilah, jangan pikirkan perkataan ku tadi," ucap Rallyn.
Bukannya pergi, Jo malah ikut menurunkan tubuhnya dan kini dia berjongkok dihadapan Rallyn.
"Ngapain ngikutin aku? Pergi sana!"
Jo tersenyum karena tahu sebenarnya Rallyn malu padanya.
__ADS_1
"Aku mau melihat kamu mandi," ucap Jo lalu mengedipkan sebelah matanya.
Rallyn yang berjongkok dengan menutupi dadanya itu pun hanya bisa diam dan tak berani berpindah tempat.
"Ayo mandi sana!" ucap Jo lagi.
"Pergi dulu, aku mau mandi sendiri aja," ucap Rallyn.
"Tuh kamu malu sama aku," ucap Jo dengan senyuman jahil.
"Pan tadi teh abdi tos nyarios, abdi isin," batin Rallyn kesal.
Rallyn memang suka berbicara bahasa Sunda meski tidak setiap hari dan setiap saat, hanya saat dirinya sedang kesal dan marah baru dirinya akan berbicara bahasa Sunda karena tahu Jo tidak mengerti dan tidak akan tahu apa yang sedang dirinya ucapkan.
"Malu?" tanya Jo lagi.
"Iya, aku malu. Sekarang kamu bisa pergi dan biarkan aku mandi sendiri," ucap Rallyn.
Jo tertawa kecil lalu mendekati Rallyn!
"Mau ngapain kamu? Aku gak mau lagi," ucap Rallyn.
"Gak ngapa-ngapain, aku cuma ingin melihat wajah kamu yang sedang merasa malu. Wajah kamu merah banget kayak kepiting rebus," ucap Jo yang malah menggoda Rallyn.
"Suamiku, Mas Jovanka yang baik yang perhatian dan yang ganteng sedunia tolong pergi dari sini, aku mau mandi dulu," ucap Rallyn dengan suara lembut.
"Serius kamu panggil aku dengan sebutan, Mas?" tanya Jo.
"Iya masa aku bercanda, apa mau dipanggil Aa?" ucap Rallyn.
"Apa itu Aa?" Jo menatap Rallyn.
"Nanti aku jelasin, pergi sana!"
"Baiklah, istriku tercinta. Selamat mandi kalau nanti gak bisa jalan lagi, panggil aku ya." Jo beranjak dari sana dan pergi meninggal Rallyn!
__ADS_1
"Gusti pasihan abdi kesabaran pikeun nyanghareupan anjeuna," gumam Rallyn lalu mulai melakukan ritual mandinya.
Bersambung