Penjara Cinta Suami Tua

Penjara Cinta Suami Tua
bab 48 Memergoki Jo dan Kalila


__ADS_3

Keesokan harinya.


Siang hari setelah Alika pulang sekolah. Jovanka sengaja mengajak Alika pergi tapi tak mengajak Rallyn karena Rallyn ada keperluan pribadi bersama teman-temannya. Jo memang tak pernah melarang Rallyn untuk pergi bersama teman-temannya karena dia tidak ingin mengekang Rallyn dalam pernikahan mereka.


Jo membawa Alika ke sebuah tempat dimana sudah ada Kalila yang sudah menunggunya dan Alika. Alika terus berjalan beriringan dengan sang ayah tanpa bertanya mereka mau ke mana dan ingin bertemu siapa, gadis kecil itu hanya merasakan kebahagiaan karena diajak jalan-jalan olahraga papanya itu.


"Sayang. Papa mau ngajak kamu bertemu dengan seseorang tapi kamu jangan bilang sama mama kalau kita menemui orang itu ya," ucap Jo saat tiba di kafe tempat mereka akan bertemu dengan Kalila.


"Memangnya kenapa, Pa? Kenapa gak boleh bilang sama mama?" tanya gadis kecil itu dengan polosnya.


Sambil terus berjalan Alika terus bertanya pada sang ayah mengapa dirinya tidak boleh bilang pada mamanya. Diusianya saat ini, memang dia mempunyai rasa penasaran dan rasa ingin tahu yang lebih besar.


"Nanti kalau kamu udah besar, kamu akan mengerti," sahut Jo yang tak ingin memperpanjang rasa penasaran Alika.


Di sebuah kursi yang terdapat di sudut ruangan kafe itu. Kalila duduk sambil melambaikan tangannya pada Jo, dia tersenyum manis pada sang mantan suami untuk menarik perhatian Jo lagi.


"Kamu datang juga. Aku tahu kamu masih mencintai aku, kamu pikir mudah untuk menyingkirkan aku, Rallyn," batin Kalila dengan senyum penuh kemenangan.


"Sayang, itu orangnya udah nungguin kita. Ayo kita ke sana!" ucap Jo sembari mengarahkan jari telunjuknya pada Kalila yang saat itu sedang melambaikan tangannya padanya.


Alika pun mengangguk pelan lalu berjalan ke arah perempuan yang tidak dia kenal itu. Jo melangkah dengan tangannya yang terus menggenggam tangan Alika agar putrinya itu tidak terpisah darinya.

__ADS_1


Setibanya di dekat Kalila. Jo langsung duduk du kursi yang berhadapan dengan mantan istrinya itu, tak lupa dia juga mendudukkan Alika di kursi yang ada di sampingnya. Kalila tersenyum gembira melihat Jo dan Alika sudah tiba.


Tanpa basa-basi Kalila berdiri lalu berjalan mendekati Alika dan langsung memeluk Alika dengan erat. Kalila mencium kening, pipi, hidung dan dagu Alika sampai berkali-kali, dirinya baru tahu ternyata anak yang dia lahirkan tumbuh menjadi anak gadis kecil yang cantik.


Kalila menangis, menyesali dirinya yang dulu meninggalkan Jo hanya karena saat itu Jo hampir mengalami kebangkrutan. Kini dia ingin kembali saat keadaan sudah berubah, saat Jo sudah menikah lagi dengan perempuan lain tapi bukan Kalila namanya kalau dia tidak berjuang mendapatkan apa yang dia inginkan. Sebelum dia berhasil, dia akan terus berusaha mengambil hati Jo lagi dari perempuan yang sekarang sudah menjadi istri dari mantan suaminya itu.


"Tante siapa, kenapa, Tante menangis?" tanya Alika.


"Sayang, tante ini adalah teman papa yang terpisah jauh dari anaknya. Tante ini rindu sekali sama anaknya makanya dia menangis saat bertemu kamu," jelas Jo.


"Ashka kenapa kamu gak–"


"Kalila, ini anak aku yang aku ceritakan. Mamanya gak bisa ikut ke sini karena ada acara," ucap Jo memotong perkataan Kalila.


"Oh gitu. Memangnya anak, Tante tinggal dimana? Kenapa, Tante tidak tinggal bersama anak, Tante?" tanya Alika dengan polosnya.


"Tante harus kerja makanya tinggal jauh dengan anak tante," sahut Kalila sembari mengusap air matanya dengan tangannya.


"Aku juga pernah tinggal jauh dari mamaku karena mama harus bekerja tapi sekarang udah nggak lagi. Sekarang mama sudah berhenti bekerja, aku senang banget karena bisa sama-sama mama terus," ucap Alika penuh kegembiraan.


"Harusnya aku yang sekarang kamu ceritakan, bukan perempuan itu," batin Kalila.

__ADS_1


"Ya udah, Sayang sekarang kita makan," ucap Jo sembari menyendok makanan yang baru disntar oleh pelayan kafe itu.


"Ayo kita makan," ucap Kalila sembari meraih piring makan Alika dari Jo.


"Biar tante yang menguapi kamu," ucap Kalila pada Alika.


Jo hanya diam dan membiarkan Kalila menyuapi Alika. Dia terus menatap Kalila yang terlihat begitu menyayangi Alika, sebuah senyum yang entah apa artinya terukir lebar di bibir Jo.


Jo merasa getaran cinta untuk Kalila kembali hadir seiring kebersamaan mereka hari ini. Tak bisa dipungkiri olehnya, Kalila adalah perempuan pertama yang dicintainya tidak mudah baginya untuk melupakan Kalila dan masa-masa indah yang pernah mereka lewati meski itu sudah sangat lama.


Dari pintu masuk kafe itu. Rallyn dan teman-temannya berjalan memasuki kafe itu, mereka nampak gembira dengan kebersamaan mereka. Kalila tertawa kecil mendengar perkataan teman-temannya yang entah apa itu.


Saat mereka mencari meja yang kosong tiba-tiba Rallyn melihat Jo sedang bersama dengan Kalila. Tatapan Rallyn terus tertuju pada Jo yang terlibat sedang bercanda bersama mantan istrinya itu.


Ada rasa cemburu yang amat sangat di dalam hatinya. Dia mengepalkan tangannya dengan sangat erat dan butiran bening pun mulai meluncur dari sudut matanya


Rallyn merasa sakit sekaligus kecewa pada Jo yang diam-diam membawa Alika bertemu dengan ibu kandungnya. Sebenarnya dia tahu bahwa Kalila berhak untuk menemui Alika tapi seharusnya bukan seperti ini caranya.


"Lyn, perempuan yang bersama Pak Ashka itu siapa?" tanya Alice sembari terus menatap pemandangan tak sedap untuk Rallyn itu.


"Dia mantan istrinya Jo," sahut Rallyn dengan suara bergetar karena menahan amarah.

__ADS_1


"Kurang ajar tuh laki. Awas ya, aku hajar dia," ucap Julia yang ikut emosi.


Bersambung


__ADS_2