Penjara Cinta Suami Tua

Penjara Cinta Suami Tua
bab 67


__ADS_3

Keesokan harinya.


Di kamar Rallyn dan Jo.


"Kamu yakin gak mau pulang hari ini bersamaku?" tanya Jo pada Rallyn yang saat itu sedang asyik menyisir rambutnya.


Rallyn menghentikan pergerakan tangannya lalu meletakkan sisir itu di atas meja. Dia beranjak dari duduknya lalu menghampiri Jo. Sebuah senyuman tipis terukir di bibirnya, dia merapikan jas yang dikenakan Jo dengan sentuhan lembut.


"Aku tidak percaya sama kamu. Aku gak mau pulang sebelum kamu membuktikan ucapanmu," ucap Rallyn.


"Aku sudah mengatakan yang sejujurnya. Aku memilih kamu," ucap Jo sembari meraih tangan Rallyn lalu menggenggamnya.


"Kepercayaan aku untukmu sudah ternoda. Aku gak tahu sampai kapan aku akan berhenti mencurigai dirimu. Pergilah, berikan aku waktu untuk berpikir," ucap Rallyn.


"Baiklah, aku akan pergi, tapi aku akan kembali untuk menjemput kamu," ucap Jo.


Rallyn tersenyum lalu menggandeng tangan sang suami. "Ayo sarapan!" ajaknya lalu mulai melangkah.


********


Di rumah Bu Reni.


"Nek, katanya papa lagi jemput mama. Kenapa sampai sekarang belum pulang juga?" tanya Alika pada Bu Reni.


"Mungkin mama, kamu masih sibuk. Kita doakan saja semoga nanti siang mama kamu pulang," jelas Bu Reni dengan suara lembut.


"Alika, kamu sekolah dudu. Semoga saat kamu pulang nanti, mama kamu sudah ada di sini," tambah Bu Ningrum.


"Siap, Nek," ucap Alika semangat.


"Hari ini, kamu mau sekolah sama Mbak Lela atau sama Eyang?" tanya Bu Reni pada Alika.


"Sama Eyang," sahut Alika.


"Kalau gitu, cepat sarapan!" titah Bu Ningrum. Mereka pun mulai sarapan dalam diam.


*******


Di kantor Jo.


Jo baru tiba di kantornya dan ternyata di sana dirinya sudah ditunggu oleh Kalila. Perempuan itu duduk di kursi yang ada di depan kantor karena Arka melarangnya masuk ke dalam kantor itu.


Bukan tanpa sebab, Arka melarang Kalila masuk. Di dalam ruangan Jo ada sebuah brankas yang biasa Jo gunakan untuk penyimpanan uang dan beberapa berkas penting. Arka khawatir Kalila akan membobol brankas itu karena bisa saja Jo belum mengubah nomor pin pada brankas itu.


Kalila langsung bangkit dari duduknya dan langsung berjalan menghampiri Jo. Dia langsung mengadu perihal perlakuan Arka padanya, dengan nada manja, Kalila merengek meminta Jo untuk menegur Arka.


"Sayang, karyawan kamu gimana, sih? Masa gak membolehkan aku masuk ke dalam kantor kamu," ucap Kalila sembari menggelayut manja di pundak Jo.


"Kalila, untuk sementara kamu jangan temui aku dulu. Aku sedang sibuk dan pusing dengan pekerjaan," jelas Jo sembari melepaskan tangan Kalila dari pundaknya.

__ADS_1


Bukannya menepati janjinya pada Rallyn. Jo malah meminta agar Kalila sedikit berjarak dengannya. Entah kenapa laki-laki itu tidak langsung saja memutuskan hubungannya dengan Kalila.


"Kenapa, Ashka? Bukannya saat kamu sibuk, aku bisa membantu kamu?" ucap Kalila.


"Kalila, tolong. Ambil uang ini dan bersenang-senanglah di sana," ucap Jo sembari memberikan satu gepok uang pada Kalila. Laki-laki itu sudah hafal betul bagaimana cara mengusir Kalila dari hadapannya.


Kalila segera meraih uang itu dari tangan Jo. Sebuah senyuman terukir di bibirnya, dia mencium pipi Jo lalu segera berpamitan pada kekasihnya itu.


"Tapi nanti siang, aku ke sini lagi ya. Kita makan bareng," ucap Kalila.


"Jangan. Nanti siang, aku ada meeting dengan klien dari luar kota," jelas Jo berbohong padahal dirinya berencana untuk mengajak Rallyn jalan-jalan.


Kalila sempat kecewa, tapi Jo berhasil merayunya untuk tidak datang menemuinya nanti siang. Rupanya laki-laki tiga puluh delapan tahun itu mulai mengatur waktu untuk dua perempuan yang disayanginya. Sepertinya Jo belum siap melepas salah satu dari mereka dan belum punya pilihan yang tepat untuk menemani sisa hidupnya. Antara Rallyn dan Kalila, keduanya memiliki arti berbeda dalam hidupnya.


Jika Kalila sudah memberikannya Alika, Rallyn sudah memberikannya cinta yang berwarna. Antara Rallyn dan Kalila, keduanya sama-sama berarti baginya hingga dirinya sulit untuk memilih salah satu dari mereka.


********


Waktu berjalan begitu cepat. Siang hari sudah tiba, Jo sedang dalam perjalanan untuk menjemput Rallyn ke rumah orang tuanya. Tak butuh waktu lama, akhirnya Jo tiba di depan rumah sang mertua. Dia segera menghentikan mobilnya lalu turun dari sana.


Dari depan pintu rumah itu. Rallyn ternyata sudah menunggu kedatangannya. Jo memang tidak tahu sedang apa Rallyn di sana tapi dalam pikirannya, Rallyn sedang menunggu kedatangannya.


"Assalamu'alaikum," ucap Jo sembari berjalan menghampiri Rallyn.


"Waalaikumsalam," sahut Rallyn dengan senyum yang sengaja dia suguhkan untuk menyambut kedatangan sang suami.


"Kamu sedang menungguku?" tanya Jo dengan penuh percaya diri.


"Kalau gitu kita makan di luar. Aku sengaja ke sini untuk mengajak kamu jalan," jelas Jo.


"Aku sedang tidak ingin pergi."


"Tolong, Rallyn. Berikan aku kesempatan untuk memperbaiki diri," ucap Jo sembari menggenggam tangan Rallyn.


Rallyn terdiam sembari menatap Jo. Dia menghela napas panjang lalu membuangnya perlahan. "Ya. Baiklah, aku ganti baju dulu," ucap Rallyn lalu masuk ke dalam rumah.


*******


Di kediaman Bu Reni.


"Aduh! Re ... mama sudah gak tahan begini terus. Baru berapa hari Rallyn pergi, Aliika nangis terus. Sekarang dia demam," ucap Bu Ningrum pada Bu Reni.


"Gimana lagi, Ma. Sekarang Ashka sedang berusaha membujuk Rallyn agar pulang secepatnya," ucap Bu Reni.


"Rallyn gak akan mau pulang kalau Ashka terus berhubungan dengan Kalila. Mama harap kamu bersikap tegas pada Ashka. Ambil alih perusahaan dan jangan beri Ashka jabatan di sana, biarkan dia kerja sendiri. Setelah itu baru dia akan tahu siapa Kalila itu," jelas Bu Ningrum.


*******


Di salah satu tempat perbelanjaan.

__ADS_1


Di depan Mall itu, Rallyn berjalan sendirian sedangkan Jo masih di belakang karena harus menerima telpon dari seseorang yang penting. Saat sedang asyik berjalan santai tiba-tiba tiga orang pria menghampiri Rallyn dan berusaha menggodanya. Tiga laki-laki itu awalnya hanya mengajak Rallyn bicara tapi karena Rallyn terlalu menggoda merek, akhirnya mereka mulai mencoba meraih dagu Rallyn.


Rallyn pun langsung marah dan memukul salah satu dari mereka dengan tasnya dan setelah itu dia berlari menuduh dari mereka. Tiga pria yang sedang dalam pengaruh minuman beralkohol itu mengejar Rallyn dan terus memaksa Rallyn agar menuruti permintaan mereka untuk menemani mereka minum minuman keras.


Dua laki-laki itu memegangi Rallyn dan berusaha menyeret tubuh Rallyn ke tempat sepi. "Tolong!" seru Rallyn.


Jo yang mendengar suara teriakan Rallyn, langsung berlari menghampiri Rallyn yang saat itu sedang dipaksa berjalan oleh tiga orang pria tak dikenal. Jo langsung menendang salah satu dari tiga laki-laki itu agar mereka menghentikan aksinya.


"Lepaskan istriku!" seru Darren setelah berhasil membuat salah satu dari mereka terjatuh.


Mereka pun langsung menghentikan aksinya, kini mereka menatap Jo dengan penuh amarah. Diri yang sedang dikuasai oleh obat-obatan terlarang dan minum minuman terlarang, membuat mereka kehilangan kendali atas apa yang mereka perbuat.


Tiga laki-laki itu menyerang Jo secara bersamaan. Untuk beberapa saat, Jo masih bisa melawan tapi karena dirinya hanya satu orang dan lawannya ADs tiga orang. Dia pun kalah, tiga laki-laki itu terus memukuli Jo tanpa henti.


"Tolong!"


"Tolong!" teriak Rallyn.


Rallyn menangis sambil memohon pada mereka agar mereka berhenti memukuli suaminya. Tak lama seorang perempuan datang dan langsung menyerang mereka.


"Beraninya keroyokan! Sini lu lawan gue!" seru perempuan itu.


Tiga laki-laki itu pun langsung melawan perempuan itu dan tak butuh, perempuan itu pun berhasil mengalahkan tiga laki-laki itu. Mereka langsung berlarian menyelamatkan diri dari perempuan tangguh itu. Perempuan itu langsung menghampiri Jo dan Rallyn yang sedang berdiri di dekatnya.


"Mas, Mbak, kalian gak apa-apa?" tanyanya pada Rallyn dan Jo.


"Tidak apa-apa. Terima kasih, sudah menolong kami," ucap Jo.


"Tidak masalah. Sudah kewajiban sesama manusia untuk menolong sesamanya," sahut perempuan cantik itu.


"Sayang! Ya ampun, kenapa penampilanmu jadi begini?" tanya seorang laki-laki pada perempuan tangguh itu.


"Pak Darren," ucap Jo yang ternyata mengenal laki-laki itu.


"Eh, Pak Ashka," ucap Darren sembari menatap Jo dan Rallyn. "Ini pada kenapa, kok penampilannya pada kusut gini?" sambung Darren yang kebingungan.


"Tadi tuh, ada beberapa orang yang mengeroyok mas ini. Aku tolongin aja dia," jelas Mei ~ si perempuan tangguh itu.


"Kamu ya, nakal banget. Dibilangin kalau ada bahaya minta tolong, jangan main bertindak sendiri. Untung kamu gak apa-apa?" ucap Darren yang selalu khawatir pada Mei padahal dia tahu Mei adalah perempuan tangguh.


"Mbak, makasih banyak sudah menolong kami. Kalau gak ada, Mbak, kami tidak tahu apa yang akan terjadi pada kami," ucap Rallyn.


"Tidak apa-apa. Eh kenalin, Pak Ashka, ini istri saya namanya Maisya Melanie," ucap Darren.


"Oh ya, saya Jovanka dan ini istri saya Rallyn," ucap Jo sembari menjabat tangan Mei dan setelah itu Rallyn menjabat tangan Mei sebagai tanda perkenalan mereka.


Bersambung


Yang penasaran dan pengen tahu kehidupan Mei, si perempuan tangguh dan Darren yang super perhatian. Yuk mampir ke novel aku yang berjudul DUDA BUCIN VS PREMAN CANTIK!

__ADS_1



__ADS_2