Penjara Hati Sang Mafia

Penjara Hati Sang Mafia
Extra Part 1


__ADS_3

...Bonus Chapter...


Setelah dua hari di rawat di rumah sakit. Kini, Shiena sudah di perbolehkan untuk pulang. Clayton tidak membawa Shiena untuk pulang ke rumah orang tuanya. Namun, Clayton membawa Shiena pulang langsung ke rumah baru nya.


Awalnya, Shiena merasa bingung. Namun, ketika sudah sampai di rumah baru nya, ia merasa begitu bahagia.


"Apa kamu suka?" tanya Clayton seraya memeluk Shiena dari belakang.


Kini, keduanya masih berdiri menatap bangunan kokoh yang begitu megah di depan nya. Memiliki halaman yang begitu luas serta ada taman dan gazebo di samping halaman.


"Suka!" jawab Shiena tak kuasa menutupi kebahagiaan nya.


"Rumah ini, spesial untuk istriku. Ini adalah hadiah karena kamu sudah berhasil melewati semua perjalanan kita, terutama karena kamu sudah memberikan aku seorang bidadari yang begitu cantik seperti kamu," kata Clayton dengan suara sedikit berbisik di telinga Shiena.

__ADS_1


"Aku sudah mengatasnamakan rumah ini atas nama kamu. Jadi kalau aku macem macem, kamu bisa mengusir ku dari sini, karena kamu yang paling berhak. Dan kamu ratu disini, cup!"


Clayton yang begitu gemas langsung mencium pipi Shiena, hingga membuat wanita itu semakin tak kuasa menahan air mata haru.


"Terimakasih," gumam Shiena hampir terisak, namun dengan cepat Clayton memutar tubuh Shiena dan mendekap nya penuh kehangatan.


"Aku harap, kamu menyukai nya," ucap Clayton begitu tulus.


"Aku sangat menyukai nya. Terlebih ada kamu yang selalu menjadi pendamping ku, pemimpin ku dan penyemangat hidup ku. aku sangat bahagia, terimakasih Clay, terimakasih hiks hiks. aku mau nangis!" kata Shiena yang semakin terisak ketika Clayton semakin memeluk nya dengan erat.


Dengan cepat, z Shiena menganggukkan kepala nya ketika Clayton mengajak nya untuk masuk. Dengan di gandeng sang suami, akhirnya Shiena memasuki rumah. Meneliti setiap sudut dan melihat keadaan di dalam yang tak jauh lebih menakjubkan dari bayangan nya.


"Clay... ini.. " gumam Shiena semakin tak menyangka, bahwa interior dan desain rumah baru nya hampir mirip dengan rumah milik Abraham di Italia.

__ADS_1


Tak hanya itu saja, dan saat dirinya memasuki rumah, melewati ruang tamu. Ada sebuah figura foto yang cukup besar menyambut kedatangan nya. Dimana ada foto kedua orang tua Shiena yang tengah tersenyum bahagia di atas sana. Hingga membuat air mata Shiena semakin mengalir deras karena merindukan kedua orang tua nya.


Tubuh Shiena terasa begitu lemas, ia tak mampu menahan isak tangis, namun dengan cepat Clayton menahan nya dan kembali memeluk nya.


"Maaf," satu kata terucap begitu saja dari bibir Clayton, "Maaf bila karena ku, kamu sudah kehilangan mereka."


Shiena pun menggelengkan kepala nya dengan cepat, "Bukan, ini bukan karena kamu. Ini memang sudah takdir. Tante Amber selalu bilang padaku, hidup, mati, jodoh dan rezeki setiap manusia sudah di gariskan. Dan aku percaya, kalau Papi dan Mami di sana juga sudah bahagia. Aku gak mau menyalahkan siapapun lagi, karena semua yang terjadi di hidup kita, semua tak luput dari campur tangan Tuhan. Dan aku yakin, di setiap kejadian pasti akan ada hikmah." jelas Shiena panjang lebar seraya menarik napas nya panjang.


"Aku hanya sedikit merindukan mereka, makanya aku menangis. Aku udah ikhlas Clay, aku sudah iklhas. Sekarang kita sudah bahagia, dan aku yakin papi sama mami juga sudah bahagia." imbuh Sheina terisak.


Clayton pun semakin. mengeratkan pelukan nya. Ia tak salah memilih Shiena untuk menjadi pendamping hidup nya. Karena Shiena sosok wanita yang begitu kuat dan tegas dan juga sempurna di mata nya.


"Aku akan menjaga dan melindungi kalian sekuat hati. Hidup dan matiku akan ku pertaruhkan untuk kalian." bisik Clayton di telinga Shiena.

__ADS_1


...~Bonus end~...


__ADS_2