Penjara Hati Sang Mafia

Penjara Hati Sang Mafia
Bertemu sahabat lama


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Shiena sedang bersiap untuk pergi ke acara pernikahan Edward. Namun, entah mengapa tiba tiba perutnya terasa sedikit kram hingga membuat nya tidak bisa bergerak bebas.


“Sayang, kamu kenapa hem? Sebentar lagi, Ayah datang loh.” Ucap Shiena mengusap perut nya.


Shiena menghela nafas nya panjang, lalu ia melanjutkan aktifitas nya. Setelah selesai, ia segera bergegas keluar kamar dan menunggu kedatangan Clayton.


“Kamu mau kemana?” tanya Gerald yang baru saja keluar dari kamar nya dengan membawa koper.


“Yang harusnya nanya itu aku, kamu mau kemana?” tanya Shiena mengerutkan dahi.


“Aku ada pekerjaan mendadak. Ada proyek di Bali yang bermasalah, dan aku harus ke sana sekarang juga.” Kata Gerald dan di balas anggukan kepala saja oleh Shiena.


“Lalu tante Amber gimana?” tanya Shiena lagi.


“Mama di rumah kok. Mama sudah biasa sendiri, lagipula disini banyak penjaga dan pengawal,” kata Gerald yang memang sudah terbiasa meninggalkan sang mama ke luar kota.

__ADS_1


“Baiklah kalau begitu.”


Tak berapa lama, Gerald pun pergi. Dan beberapa saat kemudian, mobil Clayton juga sudah tiba di depan rumah Gerald. Shiena segera pamit dengan tante Amber lalu ia segera meluncur menuju hotel dimana acara pernikahan Edward di adakan.


Acara berjalan dengan cukup meriah. Setelah acara ijab qobul dan usai memberikan selamat kepada sang mempelai, Shiena pun mengajak Clayton untuk mencicip berbagai hidangan.


“Hay Shiena!” sapa Naura yang langsung menghampiri Shiena dan Clayton.


“Naura,” ucap Shiena menyapa balik.


“Kamu cantik sekali Shiena. Ya Tuhan, perut kamu juga sudah sangat besar . Apakah kembar?” tanya Naura kagum melihat perut Shiena yang begitu bulat dan besar.


“Kalian mengobrol lah, kami juga akan duduk di sebelah sana,” ujar Kenzo yang mengajak Clayton untuk berkumpul dengan para lelaki, sementara Shiena di ajak Naura untuk berkumpul dengan para sahabat nya.


Awalnya, Clayton enggan untuk berpisah dari Shiena. Namun, ia terpaksa karena Shiena sendiri juga mau bergabung dengan kaum perempuan.


“Aaa Shiena, perut kamu!” seru Jesika ketika melihat kedatangan Shiena dan Naura, “Hati hati, Ra!”

__ADS_1


“Iya, bawel banget sih lu ah!” cetus Naura, lalu ia menuntun Shiena untuk duduk di tengah, tepat berada di sebelah Jesika dan juga Arsy.


“Ini—“


“Istrinya kang Kulkas!” kata Naura menjawab pertanyaan Arsy, yang memang baru kali ini bertemu dengan Shiena.


“Halo, aku Arsy,” ucap Arsy mengulurkan tangan kepada Shiena, dan Shiena pun segera membalas jabatan tangan dari Arsy untuk berkenalan.


“Woahhh! Kalau begini, formasi kita lengkap yak. Hanya Arsy doang nih,” celetuk Susan melirik ke arah Jesika dan Naura.


Karena hari ini yang datang ke acara pesta pernikahan Edward dan Faiz hanya Arsy yang tidak membawa gandengan. Sementara Jesika tentu saja dia masih pengantin baru, ia datang dengan suaminya. Dan Susan, ia datang dengan Hary namun status masih berpacaran.


“Heem, ya ya ya. Yang beruntung gue sama elo. Udahlah biarkan saja, kita tidak pernah tahu jodoh kita siapa kelak, ya Ar hehehe,” ucap Naura tersenyum lebar menatap Arsy, karena Naura sadar bahwa dulu dirinya sudah merebut kekasih Arsy.


“Halah modus lo Ra, Ra!” cetus jesika di sambut gelak tawa oleh semuanya.


Sementara Shiena, ia tampak begitu kikuk karena tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan oleh Naura dan para sahabat nya.

__ADS_1


...~To be continue .......


__ADS_2