
...~Happy Reading~...
Clayton langsung ambruk di samping Shiena ketika sudah mencapai puncak kenikmatan yang sejak beberapa jam lalu ia kejar. Entah puncak ke berapa, namun kini jam sudah menunjuk angka dua lebih. Hingga membuat tubuh Shiena yang begitu mungil terasa sangat remuk, bahkan kini dirinya sudah tak sadarkan diri. Bukan pingsan, namun langsung tertidur akibat kelelahan.
Shiena tidak mengerti, mengapa Clayton begitu membenci nya, namun juga selalu menikmati tubuh nya. Dengan dalih kewajiban seorang istri. Sementara Clayton tidak pernah memperlihatkan kewajiban nya sebagai seorang suami.
Benarkah Clayton bersikap seperti itu hanya karena uang? karena hutang yang di miliki orang tua nya? Haruskah sampai sejauh ini, batin Shiena selalu bertanya tanya.
Sinar matahari pagi, memasuki sudut ruangan kamar melalui gorden yang sejak semalam tidak di tutup. Sehingga hanya menyisakan gorden putih tipis saja.
Shiena mulai membuka mata nya, mencoba membiasakan cahaya yang masuk, ia menghela nafas ketika menyadari bahwa matahari pagi ini sudah cukup tinggi.
Sssshhtt
__ADS_1
Dengan sedikit meringis menahan sakit, Shiena mulai bangkit dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Tak lupa, ia juga memunguti pakaian nya yang sudah berserakan akibat ulah Clayton. Sementara sang empu nya masih tertidur nyenyak dalam mimpi nya.
"Maaf, Bunda. Shiena kesiangan," ujar Shiena tak enak hati, ketika melihat sang mertua tengah menyiapkan sarapan seorang diri.
"Tidak apa, Shiena. Bunda sudah biasa kok, kamu pasti kelelahan kan?" ujar bunda Ella tersenyum tipis, memaklumi bahwa anak dan menantu nya masih tergolong pengantin baru.
Blush
Entah mengapa mendengar pertanyaan bunda Ella, membuat wajah Shiena sedikit merona karena malu. Karena pada kenyataan nya, memang dirinya kelelahan akibat ulah Clayton. Meskipun laki laki itu selalu bersikap acuh dan sedikit kasar, namun Shiena cukup menikmati permainan nya.
"Empat itu Bunda. A—aku.. . "
"Tidak apa, bunda mengerti," kata bunda Ella segera memotong jawaban Shiena, "Kamu mirip seperti Claudi," imbuh bunda Ella yang membuat Shiena merasa tak enak hati.
__ADS_1
Bunda Ella dengan penuh kesabaran, mengajari Shiena untuk memasak. Termasuk, memasak makanan kesukaan Clayton, agar kelak ketika di Italia dan Clayton merindukan masakan bunda. Maka Shiena bisa merasakan nya.
Setelah masakan siap, Shiena segera pamit untuk membangunkan Clayton. Tidak butuh waktu lama, Clayton pun segera bangun dan mandi, baru setelah itu ia ikut bergabung di meja makan.
"Claudi mau sama kakak! Claudi mau di anterin sama kakak, ya kak ya. Plisss," pinta Claudi mengantupkan kedua tangan nya di dagu menatap sang kakak.
"Clau, kamu biasa pergi dengan supir kan?" Clayton kembali menghela nafas nya berat, ketika melihat wajah sang adik yang begitu sangat memelas.
"Padahal, Claudi cuma pengen minta di anterin sekali saja. Kayaknya susah banget, ya sudahlah. Claudi bisa berangkat sendiri," gumam anak gadis itu dengan wajah sedih nya.
Claudi segera mengakhiri sarapan nya, lalu berpamitan dengan orang tua nya. Tak lupa, ia juga berpamitan pada sang kakak ipar, namun tidak dengan kakak nya. Hingga membuat Clayton menghela nafas nya dengan kasar.
"Kami pergi," ujar Clayton segera mengajak Shiena beranjak dari tempat duduk dan mengejar Claudia.
__ADS_1
Sementara itu, Claudi yang mendengar ucapan sang kakak bahwa akan mengejar nya pun merasa sangat bahagia. Namun, ia masih tetap berusaha memasang wajah sendu nya.