Penjara Hati Sang Mafia

Penjara Hati Sang Mafia
Pengen pacaran


__ADS_3

...Warning 21++...


...~Happy Reading~...


“Kamu yakin, mau menunggu aku?” tanya Shiena kini menatap wajah suaminya dnegan begitu lekat.


“Sebenarnya, Tidak!” jawab Clayton dengna cepat, “Tapi aku akan berusaha,” imbuh nya di iringi degan helaan nafas berat.


“Bolehkah aku meminta sesuatu?” tanya Shiena seraya menggigit bibir bawah nya karena merasa tak enak hati.


“Katakan? Sebisa mungkin, aku pasti akan mengabulkan nya,” ucap Clayton kembali mengusap perut besar istri nya.


“Aku mau ngerasain pacaran!” kata Shiena dengan senyum malu- malu.


Seketika itu juga, Clayton langsung melepaskan tangan nya dari perut Shiena dan menatap istri nya dengan begitu tajam.


“Apakah pernyataan cinta ku kurang romantis buat kamu? Kenapa harus ingin pacaran!” seru Clayton tiba tiba dengan mengepalkan tangan erat.

__ADS_1


Shiena pun yang mendapatkan bentakan dari Clayton seketika gugup dan ketakutan, “Bu—bukan begitu maksud aku! A—“


“Jangan harap aku akan mnegabulkan permintana konyol kamu ini!” ancam Clayton dan kini, wajah nya sudah kembali menjadi sosok mengerikan seperti biasa.


“Clay, dengerin aku dulu!” ucap Shiena berusaha menjelaskan, ia meraih tangan Clayton untuk mengajak nya bebricara pelan. Namun, Clayton yang sudah kesal, langsung menepis tangan Shiena begitu saja.


“Clay, dengerin dulu. Jangan kaya anak kecil deh!” kata Shiena lagi karena sulit untuk membujuk suaminya.


“Jangan kaya anak kecil? Ckckck! Siapapun bisa menjadi anak kecil, kalu pasangan nya meminta izn untuk pacaran lagi. Kamu itu gila Shiena!” seru Clayton tak habis pikir.


“Kalau aku gila, lantas kamu ini apa?” tanya Shiena yang juga ikut kesal, “Kamu itu stres, gak waras, jahat dan kasar! Kamu egois, sukanya menang sendiri, gak mau ngertiin pasangan nya, gak mau— emmmtt ... “ Shiena langsung menghentikan ucapan nya, dan matanya sukses membola dengan sempurna ketika Clayton dengan tiba tiba langsung membungkam bibir nya.


“Clay .....” desis Shiena menelan saliva nya ketika Clayton melepaskan pagutan mereka.


Clayton meletakkan dahi nya tepat di dahi Shiena, sehingga kini wajah keduanya saling berhadapan dengan jarak yang sangat dekat. Mata keduanya saling menatap dan saling beradu pandang. Bahkan, saking dekat nya, Shiena bisa merasakan hembusan napas Clayton yang terlihat memburu.


“Aku tidak akan melepaskan mu lagi Shiena. Jadi jangan pernah mencoba untuk macam macam.”

__ADS_1


Setelah mengatakan itu, Clayton pun kembali mencium bibir Shiena dengan penuh kelembutan, namun begitu dalam dan menuntut.


“Clayyyy!” rengek Shiena yang sudah tidak bisa mengontrol dirinya sendiri akibat perbuatan tangan nakal suami nya.


Wajar bukan, Shiena sudah cukup lama tidak merasakan sentuhan Clayton. Bahkan, sejak ia tau bahwa dirinya hamil, karena saat itu Clayton oma selama enam bulan. Dan kini, ketika dirinya mendekati persalinan baru mendapatkan sentuhan itu kembali, tentu saja membuat gairaah Shiena semakin berkobar, begitupun dengan Clayton.


“Apa kamu merindukan nya?” tanya Clayton dengan senyum menyeringai.


“Jangan gila, Clay! Bukan hanya aku, tapi kamu juga!” cetus Shiena dengan kesal, lantaran suami nya terus mempermainkan dirinya.


Clayton hanya terkekeh, lalu ia pun segera memulai pertandingan nya, namun baru saja dirinya hendak masuk tiba tiba Shiena menghentikan nya.


“Pe—pelan pelan,” ujar Shiena pelan, karena kini perut nya sudah snagat besar dan ia cukup takut sebenarnya untuk melakukan pertandingan seperti itu.


.


.

__ADS_1


.


...Hayoo, mau pada ngintip ya? ...


__ADS_2