Penjara Hati Sang Mafia

Penjara Hati Sang Mafia
Melawan dengan halus


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Duaarrrrr!


Satu ledakan tepat mengenai gerbang mansion utama. Semua pasukan yang sudah Davis siapkan sudah hendak membalas, namun Clayton dengan santai nya menggelengkan kepala nya. Membiarkan pintu gerbang nya yang begitu kokoh dan megah hancur begitu saja oleh bom.


“Clay, jangan gegabah!” seru Davis mencoba mencegah tangan Clayton ketika hendak mendekati musuh nya yang sekarang berdiri tepat di depan gerbang mansion.


Clayton tidka menjawab, ia hanya mengangkat salah satu tangan nya ke atas, memberikan tanda kepada Davis agar diam dan tidak ikut campur. Dengan perlahan, Clayton melangkah kan kaki mendekati musuh yang menyerang mansion nya. Langah kaki nya begitu santai dengan salah satu tangan yang ia masukkan ke dalam saku celana nya.

__ADS_1


“Bukankah kau mencari ku?” tanya Clayton dengan wajah datar nya ketika sudah berhadapan di depan laki-laki itu.


“Cih, santai sekali kau menyambut ku,” balas laki-laki paruh baya yang kini tengah memainkan pistol nya tepat di depan wajah, seolah siap kapan saja untuk menarik pelatuk nya dan menembakkan peluru nya.


“Bukankah seorang tamu, memang harus di sambut?” kata Claton dengan senyum sinis nya, “Aku tidak menyangka, seorang pimpinan Golden Man, mau repot repot untuk mendatangi ku secara langsung. Ckckck!”


“Tidak usah berbasa basi, cepat katakan dimana adik ku!” seru nya dengan wajah menahan amarah, rasanya ia sudah tidak sabar untuk menghabisi anak muda di depan nya yang terkenal begitu pandai bertipu muslihat.


“Brengsekk! Kau jangan macam macam anak muda. Kau pikir aku takut dengan mu dan para pengawal mu ini. Cuih! Golden Man jauh lebih dulu berdiri dan senior di banding klan mu. Jadi cepat katakan dimana adik ku, sebelum pengawal ku menghancurkan mansion ini, sekaligus menghancur kan bocah ingusan seperti mu.” Ancam nya dengan tatapan mata yang begitu tajam.

__ADS_1


Tiada takut bagi seorang Clayton. Ia malah tertawa menggelegar dengan di iringi sebuah tepuk tangan kecil. Tawa sinis yang ia pancarkan bahkan jauh lebih mengerikan di bandingkan ancaman pemimpin Golden Man.


“Setelah kau puas menjadi seorang pengkhianat. Kini kau datang dan bersikap seolah menjadi pahlawan.Woah, sangat mengagumkan,” sindir Clayton dengan sinis, hingga membuat amarah pemimpin Golden Man semakin memuncak.


“Shittt!” umpat laki laki itu dan ia segera memberikan kode kepada pengawal nya untuk menyerang pengawal Clayton, sehingga kini halaman mansion yang begitu luas itu begitu penuh dengan para pengawal yang saling menyerang.


Dorr .. Dorr ... Dorr...


Suara tembakan yang saling bertautan begitu menggema, membuat begitu banyak korban berjatuhan mencoba merebutkan kemenangan. Sementara sang pimpinan masih berdiam diri dan saling menatap tajam. Tidak ada yang memulai keduanya masih sibuk berkelahi lewat sorot mata. Hingga pada akhirnya ketua Golden Man menodongkan pistol nya ke arah Clayton.

__ADS_1


“Kakak macam apa yang tega menjebak dan menghancurkan keluarga adik nya sendiri. Dan setelah semua berlalu, dengan bangga nya datang mencoba untuk menjadi pahlawan. Di sertai air mata penyesalan, ckck. Menurut mu, mafia mana yang tega mengorbankan keluarga nya demi dirinya sendiri. Bahkan binatang pun tidak akan mengorbankan keluarga nya!” ucap Clayton begitu datar hingga membuat ketua Golden Man langsung terdiam dan menurunkan pistol nya. Namun, tiba- tiba ...


Doorrrr!


__ADS_2