
...~Happy Reading~...
Shiena langsung mematung di samping tembok, melihat seorang laki laki yang sedang masih terpejam tak sadarkan diri. Seketika ia menyentuh perut besar nya, karena tidak menyangka bahwa laki- laki itu bisa berada di rumah tante Amber.
“Nah ini dia biang nya. Urus nih!” cetus Gerald yang melihat kedatangan Shiena. Ia segera bangkit dan mempersilahkan Shiena agar mendekati suami nya.
Ya, suami. Karena laki laki itu adalah Clayton. Sebenarnya, tanpa Shiena tahu, selama dua malam ini Clayton selalu bermalam di halaman rumah gerald untuk mengawasi Shiena. Clayton sendiri juga tidak mengerti mengapa dirinya bisa rela bermalam di dalam mobil, tepat nya di halaman rumah orang hanya untuk Shiena.
Dan kini, Shiena seolah mendapatkan jawaban, mengapa sejak tadi bayi nya sellau bergerak gelisah di dalam perut nya. Karena bayi itu merasakan kehadiran sang ayah. Dan seolah tahu bahwa ayah nya sedang tidak baik baik saja. Karena terbukti saat ini Clayton pingsan tak sadarkan diri.
“Clay ... “ panggil Shiena pelan, sambil matanya melirik ke arah Gerald dan tante Amber.
“Heran aku tuh, ada laki laki se pengecut ini. Sungguh mempermalukan dunia mafia! Ckckck!” decak Gerald, ketika kini hanya tinggal dirinya dan Shiena.
__ADS_1
Tante Amber sudah izin pergi terlebih dulu untuk mengecek apakah pembantu nya sudah selesai memasak sup untuk Clayton.
“Gerald, mulut kamu bisa diem dulu gak?” kata Shiena menatap tajam dan kesal pada saudara sepupu nya.
“Udah lah, bawa ke kamar kamu. Nanti juga sadar. Paling juga, malu dia mau bangun juga karena ada aku disini.” Lagi dan lagi, Gerald benar benar menguji kesabaran orang.
Seketika Shiena langsung melemparkan bantal sofa se kencang mungkin ke arah Gerald untuk meluapkan rasa kesal nya.
“Begini nih efek jomblo dari lahir. Jadi gak tahu gimana rasanya berjuang!” sindir Shiena begitu pedas hingga membuat Gerald langsung mendelik tajam.
"Saja aja jomblo ya jomblo. Gak usah banyak ngeles!" balas Shiena gak kalah kesal.
“Kalian berdua ini, berantem terus. Astagfirullah,” ucap tante Amber langsung mengelus dadanya melihat perdebatan antara Shiena dan Gerald.
__ADS_1
Padahal, bila tidak ada, keduanya saling mencari. Dan walaupun mereka baru saling mengenal, namun keduanya begitu cocok dan sering berdebat. Keduanya sama sama anak tunggal, dan tidak pernah merasakan memiliki saudara, sehingga membuat keduanya lebih cepat saling menyayangi namun juga lebih cepat saling bertengkar.
Karena hari juga sudah semakin larut. Dan Clayton juga tidak juga bangun. Akhirnya, dengan di bantu oleh Gerald dan beberapa pengawal Clayton. Akhirnya mereka membawa Clayton untuk di pindahkan ke dalam kamar Shiena.
“Kamu dari tadi gak bisa diam. Gak mau di ajak tidur, dan sekarang ada papa kamu? Kamu malah anteng begini,” gumam Shiena lagi ketika mengusap perut nya yang besar.
Euugghh!
Mendengar suara lenguhan dari Clayton. Seketika Shiena mendekat dan duduk di samping Clayton.
“Minum dulu,” ujar Shiena memberikan segelas air hangat untuk Clayton, “Tubuh kamu panas banget. Makan dulu yah sedikit, habis itu minum obat? Biar bisa istirahat lagi.” Imbuh nya dengan raut wajah khawatir, yang sangat jelas sekali terlihat di wajah nya.
Sementara itu, Clayton hanya diam. Ia terus mengamati wajah Shiena yang mampu membuat hatinya kembali tenang. Entah mengapa, setiap dia melihat Shiena begitu mengkhawatirkan nya dan memberikan nya perhatian seperti ini, membuat hati Clayton menjadi lega dan bahagia.
__ADS_1
“Jangan pergi.”