Penjara Hati Sang Mafia

Penjara Hati Sang Mafia
Tanda tanda


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Beberapa bulan kemudian....


...🍁🍁🍁🍁...


Hari demi hari berganti dengan minggu dan bulan. Tanpa terasa kini, lima bulan sudah Clayton koma. Lima bulan sudah juga mereka berada di Jakarta. Kandungan Shiena pun sudah semakin besar, meski begitu ia selalu setia menemani Clayton di rumah sakit. Sheina sangat jarang pulang ke rumah, selain ia masih takut untuk bertemu mertua nya, ia juga ingin selalu berada di dekat Clayton agar mengetahui perkembangan nya.


Clayton di rawat di salah satu rumah sakit yang cukup besar di Jakarta. Rumah sakit yang tak lain adalah milik keluarga sahabat nya sendiri. Dan beberapa waktu yang lalu, para sahabat Clayton pun datang untuk menjenguk. Setelah sekian lama mereka tidak bertemu dengan Clayton, kini ia kembali namun dalam keadaan koma. Terlebih ketika melihat keberadaan wanita berambut pirang dengan perut membuncit yang sellau berada di ruangan Clayton. Namun, setelah beberapa kali, mereka akhirnya saling mengenal dan tak jarang juga Naura, sahabat wanita Clayton sering menemani Shiena di rumah sakit.

__ADS_1


“Sayang, kamu tidak mau pulang dulu? Kasihan kandungan kamu, kamu selalu tidur di rumah sakit,” ujar bunda Ella mengusap kepala menantu nya dnegna begitu lembut.


“Nanti Bun, Shiena mau jadi orang pertama yang di lihat sama Clayton. Shiena mau lihat dia bangun dan membuka mata,” jawab Shiena tersenyum namun air matanya juga ikut mengalir membasahi wajah nya.


Baik bunda Ella maupun dokter, tidak ada yang bisa menjamin kapan Clayton akan bangun. Meskipun racun di dalam tuuh Clayton sudah di keuarkan, namun efek obat yang di berikan ayah Stive beberapa bulan yang lalu, ternyata snagat berampak pada pemulihan Clayton. Dan hingga kini, Stive tidak berani mengatakan apapun kepada siapapun, termasuk istri nya. Stive juga sudah mengancam beberapa dokter dan adik nya agar tidak memberitahu kepada Ella tentang kesalahan nya.


“Baiklah, kalau begitu Bunda akan pulang dulu. Besok pagi, bunda akan kembali lagi kesini ya,” kata bunda Ella yang langsung di balas anggukan kepala oleh Shiena.


“Clay, apakah kamu tidak ingin bangun? Enam bulan kamu tidur Clay, apa kamu tidak capek? Hiks hiks hiks. Aku pikir kamu laki- laki kuat, tapi kenapa kamu selemah ini? Kenapa kamu gak mau bangun hiks hiks,” gumam Shiena kembali terisak, ketika dirinya berbincang dengan suami nya.

__ADS_1


“Masih belum puaskah kamu menyiksa ku selama ini, hem? Mau berapa lama lagi, Clay? Mau sampai kapan kamu kaya gini? Aku mohon, bangun lah, ada begitu banyak orang yang menunggu mu. Terlebih dia,” kata Shiena lagi, dan kini ia mengambil tangan Clayton lalu ia letakkan di perut nya yang sudah cukup besar.


Dug!


Shiena sedikit meringis ketika merasakan bayinya kembali menendang, setiap kali ia meletakkan tangan Clayton di perut nya. Shiena selalu melakukan seperti itu sejak ia merasakan tendangan pertama dari bayi nya. Berharap, bahwa Clayton akan segera bangun, namun nyatanya hingga kini, laki- laki itu belum menunjukkan bahwa ia akan segera bangun dari koma nya.


“Dia sangat merindukan mu, Clay. Dia sangat ingin bertemu dengan mu, aku mohon bangun lah,” bisik Shiena tepat di telinga Clayton. Dan kini ia sedikit terkejut ketika ia merasakan sebuah pergerakan dari tangan Clayton yang masih berada di perut nya.


Dug! Dug! Dug!

__ADS_1


“Auuwhhh shhhh!” pekik Shiena ketika ia buru buru berdiri dan hendak memanggil dokter, ia merasakan sedikit nyeri pada perut nya yang mungkin ikut terkejut serta tendangan nya yang seolah bahagia karena ayah nya mulai menunjukkan pergerakan.


__ADS_2