
...Warning 21+++++++...
...Bocil, anak tuyul harap di Skip ya Sayang ......
...Mengandung, bahasa aneh dan sedikit anu, jadi mending SKIP aja. Teruntuk kakak dubbing, mohon maafkan aku... Karena bab begini selalu aneh dan gak jelas. 🙈...
...~Happy Reading~...
💕💕💕
Ahhhh
Shiena langsung memejamkan matanya erat ketika ia merasakan sesuatu yang memasuki pintu selatan nya. Meskipun dia bukan anak gadis atau perawan, namun tetap saja dia cukup kesakitan lantaran Shiena dan Clayton sudah berlibur cukup lama.
Namun, rasa sakit dan perih yang di rasakan oleh Shiena tak berlangsung lama. Kini, ia mulai bisa menikmati setiap permainan yang di berikan oleh Clayton.
“Maaf,” ucap Clayton setengah berbisik di telinga Shiena.
Dengan perlahan, ia pun mulai menggerakkan tubuh dan adik kecil nya. Mengajak nya bermain di surga dunia yang di miliki istrinya. Membawa sang istri untuk terbang melayang sampai angkasa. Shiena tidak henti henti nya mengeluarkan suara nyanyian yang begitu indah terdengar.
Malam yang dingin, di tambah hujan yang masih cukup deras di luar rumah, menjadikan momen itu sangat pas dan seolah mendukung pertandingan mereka. Pertandingan dua sejoli yang suah sangat lama tidak bertemu dan bertempur di atas ranjang.
“SShh Clay! Sa—sakit!” keluh Shiena mencengkram erat tangan Clayton ketika lelaki itu mulai menambah ritme nya.
“Apa kamu mau bertukar posisi?” tawar Clayton dengan senyum menyeringai dan masih sambil bekerja keras di bawah sana.
Belum sempat Shiena menjawab pertanyaan Clayton, tiba tiba saja Clayton sudah memutar posisi keduanya. Sehingga kini Shiena menjadi duduk di atas tubuh sang suami.
“Bergeraklah perlahan,” kata Clay seraya memejamkan mata nya, karena begitu menikmati setiap rasa yang di berikan oleh Shiena.
__ADS_1
Shiena pun mengikuti perkataan Clayton dan mulai bergerak secara perlahan. Sementara Clayton, ia ikut membantu Shiena dalam bekerja, dengan sesekali ia juga mengusap perut Shiena yang begitu besar yang kini sedang beradu dengan perut nya.
Setelah beberapa saat, bertanding dengan berbagai macam gaya permainan, dan membuat Shiena lemas tak berdaya. Kini, keduanya ambruk dengan napas terengah. Clayton segera menarik selimut untuk menutup tubuh polos keduanya dan ia segera memeluk Shiena dari belakang, tak lupa tangan nya yang begitu gemas selalu mengusap perut besar Shiena yang begitu menggemaskan.
“Terimakasih.” Kata Clayton lembut seraya memberikan kecupan di wajah dan leher Shiena.
“Clay! lepaskan dulu,” gumam Shiena pelan dan cukup risi karena Clayton masih tidak mau melepaskan adiknya dari sarang.
“Biarkan seperti ini. Dia sangat menyukai nya,” bala Clayton dengan santai dan malah semakin mengeratkan pelukan nya.
“Tapi gak enak, Clay!” rengek Shiena hendak meraih dan mencoba melepaskan sendiri, namun tangan nya malah di cekal oleh Clayton dan di kunci oleh tangan Clayton.
“Anggap ini hukuman karena kamu sudah berani meminta izin pacaran!” bisik Clayton di telinga Shiena, yang mana malah semakin membuat tubuh Shiena kembali menegang.
“Clayy!” seru Shiena mencoba melepaskan diri, namun hal itu malah membuat Clayton senang.
“Berhentilah bergerak, atau kamu akan membangunkan nya lagi, Sayang,” kata Clayton dengan senyuman mesumm di wajah nya.
“Clay, dengerin aku dulu.” Ucap Shiena sesekali memejamkan mata, begitu pun dengan Clayton yang sudah kembali mengendus tubu bagian belakang nya.
“Hemm..”
“Aku mengatakan ingin pacaran, itu karena aku beneran pengen merasakan pacaran dan di perjuangkan. Di apeli setiap malam minggu, atau di ajak jalan berdua atau entah lah, layaknya orang pacaran!” kata Shiena mencoba untuk menjelaskan, “Tapi aku juga bukan orang gila, yang mau pacaran dengan laki laki lain selain suami sendiri.” Imbuh nya dengan ketus.
“Terus ... “
“Clayton berhenti dulu gak! Ihh geli tahu!” seru Shiena yang kembali menggeliatkan tubuh nya lantaran kegelian akibat ulah Clayton.
“Ya aku mau kita pacaran. Aku masih akan tetap tinggal disini. Dan besok, kamu pulang ke rumah Ayah dan Bunda. Kita LDR satu minggu, tapi setiap kamu pulang kerja, kamu harus kesini dan mengajak ku jalan jalan, aaahhh!”
__ADS_1
“Teruskan bicara nya, kenapa malah mende sah,” kata Clayton sedikit terkekeh.
“Tangan kamu bisa di kondisikan sebentar gak!” cetus Shiena mulai kesal.
“Tidak bisa! Biarkan dia bekerja, dan kamu silahkan lanjutkan bicara nya!”
Shiena menarik nafas nya dalam, “Intinya aku mau kita pacaran!”
“Ya sudah, kita pacaran. Kenapa susah banget ngomong gitu aja,” kata Clayton berdecak.
“Kamu yang membuat ku susah!” cetus Shiena memanyunkan bibir nya dengan sebal.
“Karena besok kita pacaran, maka sekarang kita lanjutkan dulu. Karena—“
“Jangan modus Clay, aku capek!” keluh Shiena merengek, kini Clayton sudah melepaskan diri dari Shiena, namun laki- laki itu bukan pergi atau membiarkan Shiena untuk istirahat. Melainkan malah kembali menindih ketika sudah mengubah posisi Shiena yang dari miring menjadi terlentang.
"Kalau begitu, biarkan aku yang bekerja. Kamu cukup diam kalau capek," bisik Clayton tepat di telinga Shiena.
...🍁...
...🍁...
...🍁...
...🍁...
...🍁...
...Ya Allah.. aku nulis apaan 😭 Maafkan aku yang masih polos dan lugu ini....
__ADS_1
...Maaf ya kalau semua kata2nya ambigu, gak jelas dan gak berfaedah. Makanya kan udah di bilang, SKIP aja, nekat sih. gak jelas kan jadinya 🙈🙈🤣🤣...