
...~Happy Reading~...
Sejak perdebatan nya dengan Shiena beberapa hari yang lalu ketika di rumah sakit. Hingga kini, Shiena masih mendiamkan Clayton. Entah apa yang merasuki Shiena sampai dia begitu berani mengabaikan dan menghindar dari Clayton. Padahal, biasanya dirinya lah yang selalu berharap Clayton akan datang kepadanya dan selalu ada untuk nya.
Sementara itu, ayah Stive yang juga di diamkan oleh bunda Ella sejak beberapa bulan yang lalu. Kini semakin tersiksa. Ia mengakui bahwa dirinya salah, namun ia begitu enggan dan sulit untuk mengatakan kata maaf.
Bagi nya, hanya ada dua wanita yang pantas mendengar kata maaf dari bibir nya. Ella dan juga Claudya.
"Sayang, sampai kapan kamu akan mendiamkan ku seperti ini?" tanya Stive yang terus mengekor mengikuti kemana langkah kaki istri nya berada.
Ella tidak menjawab, ia tetap melakukan aktivitas nya menggunakan skin care rutin sebelum tidur. Sebelum akhirnya dia akan tidur bersama dengan Claudya nanti nya.
"Sayang, jangan menguji kesabaran ku!" seru Stive yang sudah mulai hilang kesabaran.
Dengan kasar, laki laki paruh baya itu mencengkram tangan istri nya ketika melihat Ella hendak membuka pintu kamar.
__ADS_1
"Apa yang mau kamu lakukan? membentak ku? menyiksa ku? atau mau membunuh ku?" tantang Ella langsung mendongak dan menatap tajam pada suami nya.
"Apakah permintaan ku begitu sulit untuk kamu lakukan hah?" imbuh nya lagi, dan kini mampu membuat Stive terdiam.
"Clayton anakku, darah daging ku. Begitupun dengan Shiena dan bayi nya. Bahkan jika kamu akan membunuh ku, aku rela."
"Cukupp!" bentak Stive semakin marah ketika istri nya malah justru menantang nya.
Tangan nya mengepal kuat dengan rahang yang semakin mengeras. Kini istrinya benar benar tidak main main. Ella benar benar sangat marah padanya, begitu pun dirinya kini juga semakin sulit mengontrol emosi karena istrinya selalu membela anak dan menantu nya.
Ella hanya meminta agar Stive meminta maaf kepada Shiena dan Clayton atas apa yang di lakukan nya beberapa bulan yang lalu. Tapi entah mengapa itu terasa sangat sulit untuk Stive. Bahkan Ella ragu bahwa suaminya adalah seorang manusia.
Ia mendengar suara bunda Ella berteriak sambil menangis membuat nya semakin ketakutan. Ka di ambang dilema, apa yang harus ia lakukan. Cukup lama Shiena berfikir, tiba tiba dari arah tangga ia melihat Clayton yang sedang berjalan santai menurun anakan tangga sambil memainkan ponsel nya.
Shiena segera berlari kecil menghampiri Clayton. Ia terpaksa, karena dirinya masih mode diam. Hanya saja ia juga kasihan mendengar tangis bunda Ella yang benar benar membuat hatinya tersayat.
__ADS_1
"Shiena!" bentak Clayton ikut berlari dan segera meraih tubuh Shiena ketika wanita itu hampir saja terjatuh karena berlari.
"Maaf," gumam Shiena sedikit meringis karena kaki nya cukup terasa sakit.
Seketika hati Clayton langsung luluh ketika mendengar ucapan maaf dari Shiena. Entah mengapa, setiap kali ia mendengar Shiena mengatakan maaf hatinya terasa begitu tenang dan hangat. Sementara dirinya sangat sulit untuk mengatakan kata tersebut.
"Ada apa?" tanya Clayton setelah emosi nya sedikit reda.
"Empat itu.. " seketika Shiena menjadi bingung. Lidah nya terasa begitu kelu dan sulit untuk berbicara.
"Bu—bunda ... " gumam Shiena pelan, dan beberapa detik kemudian ia mendengar suara benda yang di banting cukup keras berasa dari kamar mertua nya. Seketika itu juga Shiena yang terkejut sedikit terlonjak dan langsung memegang perut besar nya .
"Ada apa dengan bunda?" kata Clayton dan matanya juga langsung tertuju pada kamar orang tua nya.
"A—aku gak tau," jawab Shiena berbohong. Padahal, tadi ia sempat mendengar suara bunda menyebut nama nya dan Clayton.
__ADS_1
Clayton yang penasaran dan khawatir pun, akhirnya memilih untuk pergi menghampiri kamar orang tuanya. Tangis bunda nya semakin terdengar menyayat hati, dan tanpa menunggu lama. Clayton segera mendorong pintu kamar orang tuanya dengan cukup keras.
Braaakkkk!