
...~Happy Reading~...
Sesuai janji Clayton, usai bekerja, ia langsung menjemput Shiena. Namun, sebelumnya ia harus pulang ke rumah orang tuanya terlebih dulu. Karena itu adalah pesan dari Shiena, bahwa Clayton harus pulang, mandi dan berganti pakaian terlebih dulu.Shiena tidak mau melihat Clayton memakai pakaian yang sama.
Padahal, bisa saja Clayton memakai pakaian nya yang berada di kantor, tapi Shiena tidak mau. Dia meminta agar Clayton benar benar pulang ke rumah dan memakai parfum milik nya. Parfum Shiena yang berada di dalam lemari milik Shiena.
Sebenarnya, parfum itu sudah Shiena beli sejak beberapa bulan yang lalu.Dimana saat itu ulang tahun Clayton, namun karena Clayton sedang koma, jadilah Shiena menyimpan nya. Dan kini, wanita itu menyuruh Clayton untuk mengambilnya sendiri dan harus memakai nya.
“Clay, apakah Shiena belum mau di ajak pulang? Bunda sangat merindukan dia,” ujar bunda Ella ketika melihat Clayton menuruni tangga dengan penampilan yang sudah beda.
“Lima hari lagi Bunda. Sabar yah,” jawab Clayton tersenyum dan memeluk bunda nya.
__ADS_1
“Kamu ganti parfum?” celetuk bunda Ella saat mencium aroma parfum lain di baju Clayton.
“Dari Shiena, Bunda. Ya sudah, Clay jalan dulu, nanti dai ngambek lagi, Clayton sudah susah bujuk nya,” kata Clayton seraya menghela nafas nya berat.
“Kamu sudah berbaikan tapi kan?” tanya bunda Ella.
“Sudah Bun, doakan semoga dia mau di ajak pulang nanti setelah masa hukuman ku selesai.”
“Memangnya, hukuman apa?”tanya bunda Ella mengerutkan dahinya.
“Nak, jujur sama Bunda. Apakah kamu benar sudah mengingat Shiena?” tanya bunda Ella seketika membuat senyum di wajah Clayton luntur.
__ADS_1
Bunda Ella yang melihat perubahan di wajah Clayton, seketika menghela nafas nya dengan berat, “Nak, berdamailah dengan diri sendiri. Bunda yakin, kamu pasti bisa.”
Ella tahu, sebenarnya Clayton sudah mengingat semua kenangan nya dengan Shiena. Hanya saja, Clayton menolak untuk mengatakan nya. Bukan, mungkin lebih tepat nya, Clayton tidka mau mengingat. Karena baginya, dia merasa sangat bersalah kepada Shiena. Karena selama ini dia tidak pernah memperlakukan Shiena dengan baik. Bahkan, ketika Shiena di nyatakan hami, dirinya malah koma. Clayton merasa bahwa dia bukanlah laki-laki yang berguna. Maka dari itu, ia memilih untuk berpura pura belum mengingat.
Dua malam, dirinya berada dihalaman rumah Gerald, ia selalu menangis di dalam mobil nya sambil menatap ke arah kamar Shiena. Hatinya begitu merasa bersalah dengan perlakuan nya selama ini. Ketika dirinya sadar dari koma, ia malah tidak mengingat istrinya bahkan saat itu Shiena sedang hamil.
Ingin sekali Clayton menyalahkan ayah nya, namun ia tidka mau. Karena semua permasalahan datang karena nya. Dan ayah nya hanya ingin yang terbaik untuk nya, Clayton tidak ingin membenci sang ayah. Namun ia juga tidak bisa langsung memaafkan nya, maka dari tiu Clayton memilih untuk diam dan berpura pura belum mengingat.
“Bunda ... “ gumam Clayton dengan lirih.
“Maafkan ayah kamu, dan maafkan diri kamu Nak. Bunda tahu, anak bunda baik. Anak bunda begitu lembut dan tulus, berdamailah dengan hati kamu. Dan minta maaflah kepada Shiena, akui semua kesalahan kamu, dan bunda yakin bahwa Shiena akan memaafkan mu,” ucap bunda Ella menepuk dada bidang putra sulung nya.
__ADS_1
Jangan tanyakan dimana keberadaan ayah Stive. Karena sejak Clayton pergi dari rumah beberapa hari yang lalu. Bunda Ella juga mengusir suaminya, dan hingga kini ayah Stive belum pulang ke rumah. Laki laki itu menghabiskan waktu nya di kantor. Bahkan tidur pun juga di kantor.
...~To be continue .......