Penjara Hati Sang Mafia

Penjara Hati Sang Mafia
Tindakan Stive


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Shiena termenung seorang diri di samping brankar tempat tidur Clayton yang masih belum sadarkan diri hingga kini. Entah apa yang membuat pikiran Shiena begitu kacau, hingga air matanya tiada henti untuk menetes beberapa hari ini.


Ia tidak pernah meninggalkan Clayton barang sedikit pun, kecuali untuk ke toilet dan itupun tidak akan lama. Sejak perdebatan nya dengan ayah mertua beberapa hari yang lalu, Shiena melarang siapapun untuk mengganggu nya di ruang perawatan Clayton, kecuali perawat atau dokter. Bahkan, Davis pun tidak bisa masuk ke dalam ruangan itu, begitupun dengan Edward.


“Clay, bangunlah. Aku tidak akan marah atau membenci mu, aku berjanji. Aku hanya ingin melihat kamu membuka mata kembali, aku mohon Clay, bangunlah hiks hiks hiks.” Shiena kembali terisak ketika ia menatap wajah Clayton dengan begitu lekat, tangan nya sejak tadi tak lepas untuk menggenggam jemari tangan laki laki yang sudah menculik dan memikat hati nya.


“Aku ingin melihat kamu tersenyum sebelum aku pergi, aku mohon Clay, bangun lah hiks hiks hiks.”


Cklek!

__ADS_1


Shiena langsung mengusap air mata nya dan membalikkan tubuh untuk melihat siapa yang sudah berani memasuki ruangan itu, padahal ini bukan jadwal dokter untuk periksa. Dan ia langsung terdiam ketika melihat seseorang itu yang tak lain adalah ayah mertua nya.


Beberapa hari ini, ayah mertua nya masih menetap di Italia, sampai misi nya berhasil. Dengan terpaksa Stive mengambil alih rencana Clayton di karenakan putra nya sedang koma dan tak berdaya.


“Apa kau sudah siap?” tanya nya dengan raut wajah datar.


Dengan perlahan, Shiena menganggukkan kepala nya dan menahan air mata agar tidak kembali menetes. Dengan sekuat tenaga, Shiena melepaskan genggaman tangan nya pada tangan sang suami. Ia mencium kening Clayton untuk terakhir kali nya, beralih ke dua pipi dan berakhir pada bibir Clayton.


Shiena bahkan sudah tidak memikirkan malu lagi karena sudah mencium suami nya di depan mertua nya, hingga tanpa sadar perlakuan nya membuat hati Stive berdesir. Namun ia tidak boleh goyah, ia harus melanjutkan misi yang sudah tertunda beberapa bulan terakhir. Atau ia akan kehilangan semua nya.


Shiena kembali menganggukkan kepala nya, lalu ia meninggalkan Clayton dan mengikuti langkah ayah mertua nya.

__ADS_1


“Tuan, saya akan usahakan untuk secepatnya. Tapi tolong jangan Shiena. Kalau nanti Clayton bangun dan—“


“Dia tidak akan mencari istri nya, aku pastikan itu,” jawab Stive dengan cepat memotong ucapan Davis. Karena tanpa sepengetahuan semua orang, Stive sudah menyuruh Sintya untuk menyuntikkan sebuah obat untuk menghilangkan ingatan Clayton sebagian.


“Dan pastikan, kali ini kau menjaga putra ku dengan benar!” Stive segera mempercepat langkah nya dan di ikuti oleh Shiena yang berjalan tertatih di belakang sana. Sementara itu, Davis hanya mampu menghela nafas nya dengan berat.


“Jadi, ayah Clayton meneruskan rencana awal?” tanya Edward yang sejak tadi diam, kini baru berani mengangkat bicara ketika melihat ayah Stive dan Shiena pergi dengan beberapa pengawal.


“Iya, dan kita tidak bisa berbuat apa apa,” jawab Davis dengan berat hati.


“Kenapa? Bukankah Clayton sudah mencintai Shiena. Mengapa—“

__ADS_1


“Clayton masih koma, dan yang mengambil keputusan tuan Stive.” Potong Davis dengan cepat membuat Edward langsung terdiam.


“Apa yang harus kita lakukan?” pekik Davis menjambak rambut nya dengan sangat frustasi.


__ADS_2