Penjara Hati Sang Mafia

Penjara Hati Sang Mafia
Gerald


__ADS_3

...~Happy Reading~...


"Maaf Nona, ada yang ingin bertemu dengan anda," ucap salah seorang pelayan yang menghampiri Shiena di dekat tangga.


"Siapa ya?" tanya Shiena mengerutkan dahi nya.


"Beliau mengaku bahwa saudara anda, Nona."


"Saudara, aku tidak punya saudara. Siapa dia?" gumam Shiena lirih, karena penasaran akhirnya ia mengikuti pelayan tersebut untuk pergi ke depan.


Seorang laki-laki bertubuh tegap dan tinggi. Kulitnya putih dengan rambut sedikit gondrong. Membuat Shiena kembali berfikir siapa laki laki tersebut.


"Shiena," sapa nya ketika melihat Shiena akhirnya mau menemuinya.


"Siapa kamu?" tanya Shiena to the point.


"Aku Gerald," jawab nya dengan tetap tersenyum bahagia, "Shiena, aku sudah mencari kamu selama ini. Dan ternyata benar bahwa kamu berada di Indonesia," imbuh nya dan kini di sertai helaan nafas berat.

__ADS_1


Shiena masih bingung dengan apa yang di bicarakan oleh Gerald. Karena dirinya memang merasa tidak mengenal nya. Tapi memang wajah Gerald sangat mirip dengan wajah orang tuanya.


"Shiena, papa ku sudah meninggal. Dan aku juga tidak akan menyalahkan mu atas itu, tapi aku mohon, izinkan aku menebus semua kesalahan nya. Aku tahu kamu tidak bahagia disini. Ikutlah bersama ku Shiena," ajak Gerald mengulurkan tangan nya kepada Shiena.


"Aku sudah bahagia disini. Kalau memang kamu ingin menebus kesalahan orang tua kamu. Maka tolong, pergilah sejauh mungkin dari kehidupan aku!" ucap Shiena menolak ajakan Gerald.


Gerald langsung terdiam, ia tahu bahwa Shiena tengah berbohong. Beberapa minggu terakhir ini, Gerald memang mengikuti Shiena dan terus memantau nya di rumah Stiven. Dan Gerald tahu bagaimana perlakuan Clayton kepada Shiena selama ini. Maka dari itu, dirinya nekat bertemu dengan Shiena, padahal awalnya dia akan membiarkan Shiena berada di rumah itu asal benar dia bahagia.


Gerald tak sama dengan ayah nya. Meskipun ayahnya jahat dan kejam, bahkan memiliki organisasi Hitam, namun tidak dengan nya.


"Orang tua itu, dia ingin menebus kesalahan nya. Dia ingin kamu bahagia Shiena, dan aki tahu bahwa kamu disini tidak bahagia," ujar Gerald lagi.


"A—aku... "


"Shiena, ikut lah dengan ku. Percayalah, aku tidak akan menyakiti kamu," kata Gerald lagi berusaha meyakinkan.


Shiena masih menimbang, apakah dirinya benar harus ikut Gerald atau tidak. Memang dirinya baru kali ini bertemu dengan Gerald. Namun, entah mengapa ia merasa bahwa Gerald benar benar tulus padanya.

__ADS_1


Dan ketika dirinya baru menganggukkan kepala dan hendak mengikuti Gerald, tiba tiba salah seorang pengawal menghampiri nya dan melarang dirinya menaiki mobil.


"Maaf Nona, anda tidak bisa pergi," ujar salah seorang pengawal tersebut.


"Ta—tapi saya hanya ingin berjalan jalan," kata Shiena berbohong.


"Anda tetap tidak bisa pergi dari sini, tanpa izin atau bersama dengan tuan Clayton."


"Ta—"


"Dia adik ku, dan aku kakak nya. Apa kau masih ragu padaku?" tanya Gerald langsung menatap tajam pada pengawal tersebut.


"Maaf Tuan, anda kemari hanya sebagai tamu. Dan saya mohon, jangan membuat keributan," ujar pengawal tersebut masih berusaha sopan.


Saat, Gerald dan pengawal itu terus berdebat, tiba tiba Shiena merasakan sakit di perut nya. Ia pun berteriak dan tubuh nya hampir luruh kalau saja dirinya tidak segera berpegangan dengan mobil.


"Shiena!"

__ADS_1


__ADS_2