Penjara Hati Sang Mafia

Penjara Hati Sang Mafia
Hampir saja


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Pagi harinya, Clayton benar benar mengantarkan Shiena untuk ke rumah Gerald. Awalnya, Shiena tidak percaya bahwa Clayton menyetujuinya, namun kini ia benar benar berterimakasih padanya.


Semalaman penuh, Clayton berfikir dan merenungkan kembali perkataan yang di ucapkan oleh Shiena. Ia tidak mau egois dan juga ia masih ingin mencari jalan kemana arah hatinya yang akan ia tuju. Meski berat, ia terpaksa harus rela berjauhan dari Shiena.


“Ingatlah satu hal, aku hanya memberikan mu waktu satu minggu disini. Dan minggu depan, aku akan menjemput mu!” ucap Clayton yang entah sudah berapa kalinya mengatakan hal seperti itu.


Yah, satu minggu. Hanya satu minggu Clayton mengizinkan Shiena untuk pergi darinya. Dan selama satu minggu ini juga, Clayton menugaskan puluhan pengawal untuk berjaga di kediaman Gerald Abraham.


“Hey, aku tidak akan menyakiti adikku sendiri. Jadi, bisakah kau bawa semua pengawal mu pulang?’ kata Gerald berdecak dan menggelengkan kepala nya.


“Mereka pulang, maka aku juga akan membawa istri ku pulang!” ucap Clayton tanpa menatap ke arah Gerald.


“Clay, sudah!” Shiena kembali menggenggam tangan Clayton dan menggelengkan kepala nya, “Kami akan baik baik saja disini,” imbuh Shiena.

__ADS_1


“Itu yang harus kamu lakukan!” jawab Clayton cepat, “Dan ingat kata kata ku semalam,” setelah mengatakan itu, Clayton langsung mencium kening Shiena dengan lembut, lalu berjongkok untuk mencium perut besar Shiena.


Tanpa berpamitan kepada Gerald, Clayton segera masuk ke dalam mobil nya dan pergi meninggalkan kediaman Gerald.


“Apakah dia benar suami mu? Ckckck!" kata Gerald berdecak tak habis pikir, “Sifatnya memang benar benar persis seperti ayah nya.”


“Jangan seperti itu, dia juga ayah dari anak ku. Dan aku tidak mau anak ku memiliki sifat seperti dia juga!” saut Shiena dengan cepat, hingga membuat Gerald terkekeh.


“Aku tidak menyangka bahwa dia akan mengantarkan mu kemari, secepat ini? Bukankah kemarin dia menolak keras?” tanya Gerald sambil menuntun Shiena memasuki rumah.


Shiena tidak menjawab pertanyaan Gerald, ia hanya tersenyum lalu menggandeng tangan Gerald dengan manja, “Dimana tante?” tanya nya.


Meskipun baru dua kali bertemu, entah mengapa Shiena merasa begitu nyaman bersama Gerald. Nyaman karena merasa memiliki seorang kakak yang akan selalu menyayangi nya dan menjaga nya. Walau kedua orang tuanya sudah meninggal, namun Shiena begitu bahagia, karena kahirnya ia kembali menemukan keluarga nya.


Setelah melihat kamar untuk Shiena. Keduanya pun melanjutkan perbincangan di sofa ruang keluarga. Hingga tak berapa lama, tiba tiba keduanya mendengar suara heboh dari arah luar.

__ADS_1


“Gerald, ini apa apaan lagi hah! Kamu buat ulah apa lagi?” teriak seorang wanita paruh baya begitu heboh dan panik ketika melihat begitu banyak orang berseragam hitam mengelilingi rumah dan halaman nya.


“Mah,” tegur Gerald langsung menghampiri mama nya.


“Siapa mereka? Kamu sudah berjanji sama mama ya, kamu tidak akan mengambil alih pekerjaan papa kamu! Mama gak setuju, pokok nya mama gak mau, Gerald!” seru mama Gerald dengan begitu panik.


“Enggak Ma, enggak! Itu bukan orang orang nya Papa!” kata Gerald berusaha menjelaskan, “Itu pengawal keponakan mama.”


“Ke—keponakan?” gumam mama Gerald bingung, namun beberapa saat kemudian, ia memiringkan kepala nya, hingga terlihat lah sosok wanita hamil yang berdiri di belakang tubuh Gerald.


“Ya Tuhan, Shienaaaa!” pekik nya, lalu ia melemparkan tas nya kepada Gerald dan segera menghampiri Shiena yang masih berdiri di dekat sofa. Wajah nya begitu bahagia menyambut kedatangan Shiena, wanita paruh baya yang mengenakan hijab instan itupun segera memeluk Shiena dengan begitu erat hingga tanpa sadar air matanya menetes.


“Mah, ingat kandungan Shiena!” seru Gerald dan mama nya pun langsung melepaskan pelukan itu.


"Oh iya, mama Lupa. Maaf ya Sayang. Saking seneng nya Mama kedatangan anak perempuan," ucap mama Gerald terkekeh.

__ADS_1


‘Hampir aja jadi bayi penyet!’ cetus Gerald pelan namun masih mampu terdengar di telinga mama nya dan juga Shiena.


“Geralddd!” pekik keduanya seolah tak terima dengan kata kata Gerald.


__ADS_2