Penjara Hati Sang Mafia

Penjara Hati Sang Mafia
Shiena


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Di sebuah ruangan rahasia yang berada di di bawah tanah. Dua orang laki laki berwajah datar nan dingin, terlihat begitu menyeramkan. Terlebih ketika ia mendapatkan laporan bahwa apa yang sudah ia berikan tidak sesuai dengan apa yang di harapkan.


Bukan satu atau dua kali ia memberikan beberapa calon, hanya saja di antara nya tidak ada yang cocok.


"Lalu bagaimana dengan beberapa orang kemarin?" tanya laki laki yang tengah duduk di kursi persinggahan nya menatap lekat pada laki laki yang berdiri di depan meja dengan masih memegang beberapa berkas di tangan nya.


"Tidak ada yang cocok," jawab nya singkat.


"Berikan pada Shiena. Dan cari pengganti secepatnya. Waktu kita tidak banyak," ujar laki laki itu dengan menahan amarah nya.


"Kamu yang membuang waktu selama ini. Dari awal kita sudah memastikan bahwaโ€”"


"Cukup!" potong nya dengan cepat ketika teman sekaligus asisten nya ingin mengucapkan sesuatu yang paling tidak ia suka, "Jangan melewati batas, dan laksanakan apa yang ku perintahkan!" tegas nya sekali lagi, dan kini tanpa menunggu jawaban lagi. Laki laki berwajah datar nan menyeramkan itu segera beranjak dan pergi meninggalkan ruangan tersebut.


'Ckck, kamu yang membuatnya begitu lama! Kamu terlalu menikmati peran ku, sampai kamu lupa dengan perangkap mu sendiri!' gumam nya menghela nafas dengan kasar ketika melihat bos sekaligus sahabat nya pergi meninggalkan nya.


...๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ...

__ADS_1


Sementara itu, di sebuah kamar mewah bernuansa abu- abu dengan beberapa aksesoris benda tajam menghiasi sudut ruangan. Seorang wanita cantik tengah menatap lekat pada setiap benda yang berada di dalam kamar tersebut.


"Ini kamar siapa?" gumam nya begitu lirih, lalu matanya tanpa sengaja menatap sebuah bingkai foto yang berada di atas nakas samping tempat tidur.


"Apakah ini Clayton?" gumam nya lagi ketika mengambil bingkai foto tersebut.


Dimana ia bisa melihat foto beberapa murid SMA yang masih mengenakan seragam putih Abu-Abu. Yang ia yakini, salah satu di antara nya adalah Clayton, suami nya.


Yah, wanita itu adalah Shiena. Tadi, dirinya hendak mencari keberadaan Clayton, namun matanya tertuju pada sebuah pintu yang berada di sudut ruangan rumah besar itu. Dimana pintu itu memiliki warna senada dengan cat dinding. Sehingga orang yang melewati nya tidak akan menyadari bahwa itu adalah sebuah pintu, kecuali orang itu memang sangatlah jelih.


"Siapa gadis ini?" tanya nya sambil mengusap kaca bingkai tersebut.


Cklek!


Pyarrrr!


Shiena yang begitu terkejut mendengar suara pintu di buka, seketika melepaskan genggaman tangan nya. Hingga membuat bingkai tersebut jatuh dan pecah.


"Cโ€”Clayton... " gumam Shiena terbata ketika melihat suami nya perlahan datang dan mendekat ke arah nya.

__ADS_1


Entah mengapa, kali ini ia melihat tatapan mata Clayton sangat berbeda dari biasa nya. Bahkan, lebih menyeramkan di bandingkan saat pertama pertemuan dulu. Membuat jantung Shiena semakin berdetak cepat dan tak menentu.


"Apa yang kau lakukan disini, kucing kecil?" tanya nya dengan senyuman khas nya yang menyeringai, membuat tubuh Shiena semakin meremang ketakutan.


.


.


.


.


...Kalian mau Sad or Happy ending? ...


...komen di bawah, dan mommy minta maaf, kalau seandainya, novel ini tidak akan panjang kaya kang Rusuh ๐Ÿ˜Œ...


...Tapi Mommy janji, setelah ini selesai, akan buat kamar untuk Edward, tapi untuk Arshyla, mommy minta maaf. Mommy bingung, belum dapat wangsit sama sekali ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ Tapi kita lihat setelah Edward selesai nanti, siapa tau Mommy baru dapat wangsit kisah Chila....


...So, jangan lupa tinggalin jejak ya Sayang. Like komen dan Vote nya. Karena jejak kalian adalah SEMANGAT UNTUK MOMMY. ๐Ÿฅบ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ...

__ADS_1


__ADS_2