Penjara Hati Sang Mafia

Penjara Hati Sang Mafia
Minum obat


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Clayton meletakkan tubuh Shiena dengan sangat perlahan di tempat tidur. Setelah itu, ia segera menghubungi Edward agar memanggilkan dokter, karena Clayton masih terbilang baru di sana dan tidak mengenal dokter mana pun.


"Ckck, sangat menyusahkan!" gumam Clayton seraya memutar bola mata nya dengan malas.


Setelah beberapa saat, Edward sudah datang dengan membawa dokter. Shiena terkena demam karena terlalu lama berada di dalam kolam. Dan juga, ternyata gadis itu memiliki asam lambung yang membuat nya sakit namun sepertinya di tahan.


"Terimakasih dokter cantik, mari saya akan antar kan anda ke depan," kata Edward seraya mengerlingkan sebelah mata nya kepada dokter wanita yang habis memeriksa Shiena.


Sementara itu, Clayton tidak mengucapkan apapun. Ia hanya menatap Edward dengan sinis karena tingkah nya yang begitu murahan kepada banyak wanita.


"Bangunlah, dan cepat minum obat mu!" ucap Clayton sedikit mengguncang bahu Shiena.


"Kepala ku masih pusing," gumam Shiena lirih begitu enggan untuk membuka mata.


"Justru karena sakit, cepat minum obat mu!" kata nya dengan ketus.


"Pergilah, nanti akan ku minum," jawab Shiena malas. Ia kini malah mengubah posisi dengan memunggungi Clayton.


"Jangan memancing amarah ku!" ancam Clayton begitu dingin sehingga mau tak mau Shiena membuka mata dan berusaha untuk bangun.


Kepala nya semakin berdenyut nyeri ketika hendak mendudukkan diri dengan bersandar pada headboard tempat tidur.

__ADS_1


"Ckckck kau itu benar benar sangat menyusahkan!" cetus Clayton lagi menghela napas nya dengan kasar. Mau tak mau, ia pun membantu Shiena untuk duduk, lalu segera memberikan obat yang sudah di berikan dokter tadi kepada Shiena.


"Kepala ku hanya pusing. Kenapa obat nya banyak sekali," keluh Shiena sedikit meringis.


"Hanya empat macam! cepat minum!" paksa Clayton begitu kesal lantaran Shiena terlalu banyak membuang waktu.


"Empat darimana. Jelas ini, satu dua empat enam tuju ssshhttt... " Shiena kembali memegang kepala nya yang kian semakin berdenyut.


Semua yang ia tatap berbayang hingga melihat obat yang berada di telapak tangan Clayton yang hanya empat macam seolah terlihat menjadi begitu banyak.


"Buka mulut kamu!" titah Clayton, lalu tanpa perasaan ia memasukkan seluruh obat itu ke mulut Shiena dan segera memberikan nya minum.


Uhuukkk uhukkk hukkk


Clayton menekan hidung Shiena dengan sangat kuat sehingga membuat Shiena tersedak dan hampir kehilangan napas.


"Karena aku gila, maka berhati hatilah disini. Dan jangan terlalu banyak drama!" ucap Clayton lalu ia segera memilih untuk pergi daripada harus melihat Shiena yang akan selalu membuat hatinya bergemuruh kesal.


Sementara itu, Edward yang melihat Clayton keluar malah berusaha menahan tawa nya. Ya, tadi Edward melihat dan mendengar semua perdebatan anatar Clayton dan Shiena. Namun ia segera beranjak memilih duduk di meja makan sebelum Clayton melihat nya.


"Aku khawatir dengan sikap mu akhir akhir ini." sindir Edward sinis.


Clayton menghentikan langkah nya, lalu ia membalas tatapan sinis Edward.

__ADS_1


"Apakah kau yakin tidak akan terjebak dalam lubang mu sendiri?"


"Jangan terlalu banyak ikut campur. Biarkan itu menjadi urusan ku. Lebih baik kamu bantu Davis untuk mengurus kantor," kata Clayton datar, lalu ia pergi menuju lantai dua. Rencana nya untuk keluar gagal sudah karena Shiena.


Sementara Edward, ia hanya tersenyum getir mendengar perintah dari Clayton.


.


.


.


.


...Siapa yang mau lihat visual? Sebelumnya mommy gak tau apakah akan masuk dalam imajinasi kalian atau enggak. So, kalau kalian gak suka atau punya imajinasi sendiri, silahkan skip yah. Ini hanya versi Mommy 🥰🥰...


...Clauton Arthajaya...




...Shiena Abraham 🥰...

__ADS_1



Next Davis dan Edward, 🙈🙈🙈🤭🤭


__ADS_2