
...~Happy Reading~...
"Puas kamu, Mas. Puas!" teriak Ella terus menyalahkan suaminya atas musibah yang menimpa putra nya.
Ella merasa lega karena Clayton akhirnya membuka mata dan sadar dari koma nya. Namun, ia juga begitu sesak ketika melihat kesedihan di wajah menantu nya, karena Clayton sama sekali tidak mengenali nya.
Dan setelah Ella mencari tahu, betapa terkejut nya dia, ketika Jasmine memberitahu nya bahwa ternyata Stive lah penyebab ingatan Clayton hilang sebagian. Ella tidak habis pikir, mengapa suaminya bisa memiliki pemikiran sejahat itu kepada putra nya sendiri.
"Aku tahu kamu tidak menyukai Clay, sejak dia lahir kamu selalu cemburu padanya. Tapi bukan seperti ini cara kamu, Mas. dia anak kamu, dia darah daging kamu. Bagaimana bisa kamu membuat nya seperti ini hah!" Pekik nya lagi dengan sangat frustasi.
"Maafin aku, Sayang. Aku juga tidak menyangka akan seperti ini, aku—"
"Jangan mencari pembelaan Mas! jangan mencoba membela diri. Kamu salah, kamu jahat disini." seru Ella memotong ucapan suami nya, "Apakah kamu masih menyimpan obat itu lagi?" tanya Ella seraya menghapus air mata nya.
__ADS_1
"Sayang, aku sudah minta maaf. Dan aku sudah menyesali nya," ungkap Stive tanpa mau menjawab pertanyaan istri nya.
"Aku tanya, apa kamu masih memiliki obat itu lagi?" tekan Ella sekali lagi dan kini ia menatap suami nya dengan begitu tajam.
"Tidak, aku sudah membuang nya. Aku janji tidak akan melakukan hal bodoh lagi, aku mohon maafkan aku." ucap Stive yang begitu menyesal dan terus berusaha menenangkan istri nya.
"Dimana kamu mendapatkan nya Mas? katakan padaku? aku juga mau memakai obat itu, biar aku bisa lupa kalau punya suami iblis kaya kamu!"
Mata Stive sukses membola dengan sempurna setelah mendengar penuturan istri nya. Ia segera menggelengkan kepala nya dan memeluk istri nya dengan begitu erat.
"Lepaskan aku Mas. Lepaskan!" Ella terus memberontak di sela isak tangis nya, namun Stive begitu kekeuh untuk tidak melepaskan pelukan itu.
Bagaimana bisa, Ella meminta nya untuk mengonsumsi obat seperti itu hanya agar bisa melupakan dirinya. Tidak akan pernah ia biarkan, ia tidak akan sanggup bila tanpa Ella. Bahkan, ia rela kehilangan segalanya, demi Ella.
__ADS_1
"Aku akan menebus kesalahan ku, aku mohon maafin aku," bisik Stive semakin mengeratkan pelukan nya dan menciumi pucuk kepala Ella dengan penuh penyesalan.
Sementara itu, tak jauh dari posisi ayah Stive dan bunda Ella. Ternyata sejak tadi Shiena mendengarkan pertengkaran mertua nya. Ya, Shiena baru saja sampai di rumah, dan tanpa sengaja ia mendengar pertengkaran orang tua suami nya di ruang keluarga.
Bohong bila Shiena tidak sakit hati. Bohong bila Shiena tidak terluka ketika tahu bahwa suaminya di berikan obat agar bisa melupakan nya. Segitu tidak berharga nya kah dirinya?
Segitu tidak di inginkan kah dirinya di keluarga sang suami? Shiena langsung menyandarkan kepala dan tubuh nya pada dinding. Ia menarik nafas nya dengan begitu dalam, menggigit bibir bawah nya untuk meredam isak tangis nya.
"Mami, hiks hiks. Papi, Shiena kangen hiks hiks." gumam nya terisak tanpa suara.
"Shhhtt Sayang, kita harus kuat ya. Mama mohon," bisik Shiena sambil mengusap perut nya yang kini mulai kembali sakit.
Memang sejak tadi, dirinya merasa sering terasa kaku dan kram. Dan dokter pun menyarankan agar dirinya istirahat. Namun, ia sungguh tidak bisa istirahat lantaran pikiran nya yang selalu memikirkan suami nya.
__ADS_1